Popularitas kamera tahun 2025 di salah satu retailer besar Amerika Serikat, B&H Photo Video, menghadirkan kombinasi unik antara kamera compact murah dan kamera mirrorless profesional kelas atas. Data penjualan menunjukkan bahwa kamera seharga $30, Kodak Charmera, berhasil mengungguli banyak kamera canggih dengan harga empat digit. Fenomena ini menggambarkan bagaimana pasar kamera saat ini melayani dua segmen konsumen sekaligus: pengguna kasual dan fotografer profesional.
Kodak Charmera adalah kamera kunci berdesain retro dengan sensor 1.6MP yang sangat kecil. Meski spesifikasinya minim, desainnya yang menarik dan unsur kejutan dalam pembelian blind box membuatnya sangat populer di kalangan pembeli impulsif. Dalam laporan yang dibagikan B&H kepada Digital Camera World, Charmera adalah kamera paling laku di toko tersebut. Harganya yang sangat terjangkau membuat kamera ini mampu mengalahkan model-model high-end seperti Sony A7 V dan Ricoh GR IV dalam hal volume penjualan.
Kombinasi kamera compact murah dan pro mirrorless
Daftar kamera paling populer di B&H tahun 2025 berisi model-model yang cukup kontras. Beberapa kamera kompak terjangkau milik Kodak, seperti FZ45 dan FZ55 yang dibanderol di bawah $150, juga masuk jajaran terlaris. Kamera-kamera ini diproduksi oleh JK Imaging Ltd., yang menggunakan lisensi nama Kodak, berbeda dengan perusahaan pembuat Charmera yaitu Reto. Adanya model-model murah ini mencerminkan daya tarik pasar yang besar terhadap kamera yang mudah dibawa dan terjangkau.
Di sisi lain, kamera pro mirrorless juga cukup dominan, dengan model-model seperti Sony A7 V, Canon EOS R5 Mark II, Canon EOS R6 Mark III, dan Canon EOS R6 Mark II. Sony A7 V yang baru diluncurkan di akhir tahun sebelumnya, mengusung sensor 33MP dengan teknologi AI untuk fokus otomatis dan kecepatan tembak hingga 30 fps tanpa blackout. Meski kalah dalam resolusi video 7K dibandingkan pesaing, kamera ini sukses menarik perhatian fotografer profesional dan penggemar Sony.
Kamera compact dengan sensor besar juga diminati
Ricoh GR IV menjadi contoh menarik kamera compact yang mengusung sensor berukuran APS-C. Dikenal sebagai pelopor di kelas kamera kompak dengan kualitas gambaran tinggi, Ricoh GR IV membawa sensor dan lensa yang sudah diperbarui di tahun tersebut. Meskipun kemampuan video dan kecepatan tembak beruntun tidak terlalu tinggi, kamera ini tetap populer berkat kualitas gambar dan portabilitasnya.
Selain itu, Fujifilm juga memberikan kontribusi di daftar ini dengan dua model berbeda. Fujifilm GFX100RF merupakan kamera medium-format yang tergolong sangat premium dengan harga sekitar $5.499. Meski sangat mahal, kamera ini mendapat tempat di daftar terlaris berkat keunikan dan performa di kelasnya. Sementara itu, Fujifilm X-E5 hadir sebagai alternatif mirrorless kompak dengan lensa kit 23mm f/2.8 yang sangat kecil, menawarkan kemudahan portabilitas yang mirip kamera compact tradisional.
Daya tarik kamera murah versus kamera canggih
Data penjualan di B&H mencerminkan dinamika pasar kamera yang menarik. Kamera murah dengan desain unik seperti Kodak Charmera mampu mengalahkan kamera profesional mahal dalam hal jumlah unit terjual. Hal ini dapat dipahami karena harga yang lebih rendah memungkinkan lebih banyak orang untuk membeli kamera tersebut. Di sisi lain, kamera kelas atas tidak kalah penting karena menawarkan fitur dan performa yang dibutuhkan oleh fotografer serius.
Berikut ini daftar singkat kamera paling populer di retailer tersebut berdasarkan data 2025:
- Kodak Charmera ($30)
- Sony A7 V (pro mirrorless)
- Ricoh GR IV (compact APS-C)
- Canon EOS R5 Mark II (high-end mirrorless)
- Canon EOS R6 Mark III (mid-tier mirrorless)
- Canon EOS R6 Mark II (previous model R6)
- Kodak FZ45 (compact murah)
- Kodak FZ55 (compact murah dengan lensa lebih panjang)
- Fujifilm GFX100RF (medium-format)
- Fujifilm X-E5 (mirrorless kompak)
Yang menarik, nama Nikon tidak muncul dalam daftar kamera terlaris B&H, meski hadir dominasi signifikan dalam kategori lensa terlaris. Ini menunjukkan bahwa meskipun Nikon kuat di lini aksesoris, kamera mereka kurang kompetitif dalam penjualan produk baru tahun ini di retailer tersebut.
Impilikasi tren pasar kamera 2025
Tren ini menggambarkan bahwa pasar kamera tidak lagi didominasi satu segmen saja. Keberhasilan kamera murah dan kompak di sisi konsumen umum serta kamera pro mirrorless untuk fotografer profesional menjadi bukti pasar yang bifurkatif. Konsumen kini punya banyak pilihan, dari kamera kecil retro yang menyenangkan hingga sistem mirrorless canggih dengan sensor resolusi tinggi dan fitur video premium.
Bagi retailer seperti B&H, menjaga keseimbangan produk yang dijual menjadi strategi penting karena mereka melayani berbagai kebutuhan pelanggan. Kamera murah menggaransi volume penjualan tinggi dan aksesibilitas, sementara produk kelas profesional memperkuat posisi mereka di pasar high-end.
Dengan popularitas yang terus berubah, produsen kamera diharapkan terus menghadirkan inovasi yang bisa menjangkau kedua lapisan pasar ini. Kombinasi desain unik, portabilitas, dan teknologi canggih akan menjadi kunci sukses penjualan di masa depan. Data penjualan tahun 2025 ini memberikan gambaran jelas bahwa kamera murah pun bisa mengalahkan kamera profesional hingga menjadi produk terpopuler di retail ternama AS.
