Pengganti Nvidia kini menjadi sorotan pasar teknologi setelah Cerebras mengumumkan kesepakatan besar senilai US$10 miliar atau sekitar Rp 169 triliun dengan OpenAI. Langkah ini membuka babak baru dalam persaingan chip komputasi, khususnya untuk mendukung pengembangan kecerdasan buatan seperti ChatGPT.
Kesepakatan yang berlangsung selama tiga tahun ini mencakup pembelian daya komputasi Cerebras sebesar 750 megawatt. OpenAI menyatakan, penggunaan sistem dari Cerebras akan meningkatkan kecepatan respon AI secara signifikan. Hal tersebut diungkapkan langsung oleh pihak OpenAI melalui pernyataan resmi, “Mengintegrasikan Cerebras ke dalam campuran solusi komputasi kami membuat AI merespon jauh lebih cepat.”
Strategi dan Manfaat Kesepakatan
Cerebras tidak hanya menyediakan chip, tetapi juga akan membangun atau menyewa pusat data khusus. OpenAI nantinya akan membayar dengan layanan cloud partner untuk menjalankan inferensi produk AI mereka. Kapasitas komputasi ini akan tersedia secara bertahap hingga tahun 2028.
Menurut CEO Cerebras, Andre Feldman, pembicaraan mengenai kerja sama telah dimulai sejak Agustus lalu. Pada waktu itu, terbukti bahwa model-model sumber terbuka OpenAI dapat berjalan lebih efisien menggunakan chip Cerebras dibandingkan GPU tradisional yang umumnya dipakai industri. Efisiensi ini memungkinkan performa AI ditingkatkan tanpa penambahan beban biaya besar.
Sejarah dan Proyeksi Cerebras
Cerebras didirikan sejak 2015 dan langsung mendapat investasi dari tokoh-tokoh penting, termasuk Sam Altman, CEO OpenAI yang juga menjadi investor awal perusahaan ini. Perusahaan ini dikenal dengan inovasi chip mesin skala wafer, dirancang khusus untuk mempercepat pelatihan dan inferensi model AI besar yang membutuhkan daya komputasi tinggi.
Kerja sama dengan OpenAI tidak sekadar baru kali ini. Hubungan erat kedua perusahaan sudah berlandaskan kolaborasi jangka panjang, menjadi salah satu kunci untuk munculnya solusi chip baru yang bisa menggantikan dominasi Nvidia. Reuters melaporkan bahwa kerja sama besar ini juga menjadi alat bagi Cerebras untuk melakukan proses penawaran umum saham (go public).
Dokumen pendaftaran sempat diajukan pada 2024 namun kemudian ditarik pada bulan Oktober. Strategi ini memungkinkan Cerebras mendiversifikasi sumber pendapatan, tidak hanya dari OpenAI tetapi juga dari pelanggan lain dan investor utama seperti G42.
Dampak bagi Industri Chip dan AI
Pasar chip komputasi AI berkualitas tinggi memang didominasi Nvidia dalam beberapa tahun terakhir. Namun kesepakatan Cerebras dengan OpenAI ini berpotensi menggeser posisi tersebut. Penggunaan chip berskala wafer yang dirancang khusus memungkinkan efisiensi energi dan kecepatan proses yang lebih baik daripada GPU tradisional.
Di sisi lain, permintaan akan solusi komputasi AI yang lebih cepat terus meningkat seiring berkembangnya aplikasi kecerdasan buatan di berbagai bidang. Investasi besar dari OpenAI menandai kepercayaan terhadap kemampuan dan inovasi teknologi Cerebras dalam menghadirkan alternatif baru.
Rangkuman Kesepakatan dan Manfaat
- Nilai kesepakatan: US$10 miliar (Rp 169 triliun) selama tiga tahun
- Kapasitas pembelian: 750 megawatt daya komputasi
- Pelaksanaan: Membangun/sewa pusat data dengan chip Cerebras
- Pembayaran: Melalui layanan cloud partner OpenAI
- Target: Mendukung pengoperasian AI ChatGPT dengan respons lebih cepat
- Era penggunaan: Bertahap hingga tahun 2028
Kesepakatan besar antara Cerebras dan OpenAI ini merupakan sinyal kuat perpindahan tren dalam penggunaan teknologi chip AI. Perusahaan-perusahaan di sektor kecerdasan buatan kini semakin mencari solusi komputasi yang efisien dan cepat untuk mendukung perkembangan produk inovatif mereka. Integrasi chip baru ini akan menjadi penentu laju adopsi teknologi AI generasi berikutnya.
