Dirut Telkom Ungkap Strategi “Telkom 30” 2026-2030 sebagai Fondasi Transformasi Jangka Panjang Perusahaan

PT Telkom Indonesia menetapkan tahun 2025 sebagai titik awal transformasi strategis jangka panjang yang dikenal dengan nama Telkom 30. Transformasi ini akan berlangsung dari 2025 hingga 2030 dan bertujuan membangun fondasi bisnis yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Direktur Utama Telkom Indonesia, Dian Siswarini, menegaskan bahwa Telkom 30 adalah babak baru yang membawa perubahan fundamental dalam tata kelola, kinerja, dan nilai perusahaan. Agenda ini diharapkan mendorong perusahaan mencapai target keuangan dan bisnis yang lebih ambisius.

Empat Pilar Utama Telkom 30

Telkom 30 dibangun di atas empat pilar utama yang menjadi fondasi transformasi perusahaan. Pilar pertama adalah operational excellence, fokus pada perbaikan fundamental bisnis, seperti tata kelola perusahaan dan pengelolaan modal yang lebih efektif. Dian menjelaskan, memperkuat budaya organisasi menjadi bagian penting dari pilar ini.

Pilar kedua adalah streamlining, yaitu menyederhanakan struktur grup Telkom yang saat ini memiliki lebih dari 60 anak usaha. Langkah ini ditujukan agar pengelolaan anak perusahaan menjadi lebih efisien dan responsif terhadap perubahan pasar.

Pilar ketiga mengubah holding Telkom dari yang sebelumnya bersifat operasional menjadi holding strategis. Perubahan peran ini memungkinkan Telkom lebih fokus mengarahkan bisnis secara strategis, meningkatkan inovasi, dan sinergi antar unit usaha.

Pilar keempat adalah unlock value, yakni membuka nilai aset perusahaan yang selama ini belum sepenuhnya tercermin dalam valuasi pasar. Dian mengungkapkan, upaya ini bertujuan menarik minat investor dengan menampilkan potensi aset Telkom secara lebih nyata.

Fokus Perbaikan Bisnis B2C dan Telkomsel

Transformasi juga difokuskan pada penguatan bisnis existing, khususnya segmen business to consumer (B2C) yang menjadi pendorong utama pendapatan Telkom. Telkomsel, sebagai anak usaha terbesar dalam segmen ini, menjadi fokus utama pembenahan.

Salah satu tantangan yang dihadapi Telkomsel adalah penurunan rata-rata pendapatan per pengguna (ARPU) akibat persaingan harga yang ketat. Telkom melakukan berbagai inisiatif untuk menstabilkan dan meningkatkan ARPU secara berkelanjutan. Dian menyatakan bahwa meskipun pertumbuhan tahunan belum sepenuhnya menggembirakan, tren kuartalan menunjukkan perbaikan positif.

Kinerja Keuangan kuartal III/2025

Hingga kuartal ketiga 2025, Telkom mencatat pendapatan lebih dari Rp109 triliun. Dari sisi profitabilitas, EBITDA margin dikendalikan pada kisaran 49–50 persen, mencerminkan kinerja keuangan yang solid di tengah upaya transformasi besar.

Dian menilai pencapaian tersebut sangat berarti mengingat 2025 merupakan tahun awal pelaksanaan Telkom 30. Ini menunjukkan bahwa perusahaan mampu menyiapkan pondasi transformasi dengan baik sekaligus menjaga kinerja yang kuat.

Langkah Strategis Berkelanjutan

Telkom 30 bukan sekadar program transformasi jangka pendek, melainkan upaya sistematis yang menyentuh aspek bisnis, struktur organisasi, dan pengelolaan aset. Dengan demikian, Telkom berkomitmen mempertahankan posisi sebagai pelopor teknologi dan layanan digital di Indonesia.

Kerangka transformasi ini juga menyiapkan Telkom untuk menghadapi dinamika industri telekomunikasi yang semakin kompleks, termasuk adaptasi teknologi baru dan perubahan kebutuhan konsumen. Perusahaan akan terus mengevaluasi dan menyesuaikan strategi agar tetap relevan serta kompetitif dalam jangka panjang.

Upaya menyederhanakan struktur bisnis dan memperkuat fondasi operasional diharapkan membuka ruang bagi inovasi serta efisiensi yang dapat meningkatkan nilai perusahaan. Dengan fondasi Telkom 30, Telkom menyiapkan diri untuk perubahan berkelanjutan pada era digital mendatang.

Berita Terkait

Back to top button