Nvidia Siapkan Chip Arm N1X untuk PC Gaming, Rilis Awal 2026 dengan Performa GPU RTX 5070

Nvidia dikabarkan akan segera merilis chip Arm yang sudah lama dinantikan untuk PC gaming. Chip ini, yang dikenal dengan kode N1X, diperkirakan akan hadir pada kuartal pertama tahun depan. Kabar ini muncul setelah chip tersebut terlihat dalam manifest pengiriman dan dilaporkan oleh Digitimes melalui Tomshardware.

Laptop dengan platform Windows on Arm (WoA) yang menggunakan chip N1X diprediksi meluncur pada kuartal pertama. Setelah peluncuran varian awal N1X, Nvidia berencana merilis tiga varian tambahan pada kuartal kedua. Selain itu, Nvidia juga menyiapkan penerus N1X dengan kode N2 yang direncanakan keluar pada kuartal ketiga.

Penundaan peluncuran chip ini dianggap agak aneh, mengingat CES adalah momen ideal untuk memperkenalkan teknologi revolusioner. Namun, situasi industri teknologi yang tengah dilanda krisis pasokan RAM dan persiapan dukungan dari Microsoft terhadap Windows on Arm versi khusus mungkin menjadi alasan. Sistem operasi WoA saat ini lebih dioptimalkan untuk chip Qualcomm Snapdragon, sehingga perlu ada versi serupa yang kompatibel untuk chip Nvidia.

CEO Nvidia, Jensen Huang, menyatakan bahwa N1X akan berbasis pada chip GB10 “Superchip” yang digunakan di DGX Spark. Namun, belum jelas apakah N1X akan memiliki spesifikasi identik atau hanya arsitektur yang serupa dengan GB10. GB10 sendiri terdiri dari dua bagian, yaitu CPU dan GPU, dengan CPU yang menggunakan desain Arm A725 dan X925 dari Mediatek. CPU ini menawarkan performa yang memadai, namun tidak memiliki akselerasi emulasi x86 seperti Snapdragon, yang dapat menjadi kendala untuk menjalankan game PC saat ini.

Dukungan emulasi yang kurang optimal pada CPU N1X menjadi perhatian mengingat saingan sudah lebih dulu meluncurkan teknologi canggih. Qualcomm sudah juga merilis Snapdragon X2 generasi kedua, sementara Intel memiliki prosesor Panther Lake, dan Apple terus memperbarui seri chip M dengan kinerja arm yang sangat tinggi. Oleh karena itu, banyak yang berharap Nvidia akan menampilkan inti CPU custom di varian N2 berikutnya.

Sisi GPU N1X justru menjanjikan prospek yang menyenangkan. GPU ini memiliki spesifikasi sebanding dengan Nvidia RTX 5070 desktop, dengan 6.144 inti CUDA generasi Blackwell. Selain itu, iGPU chip GB10 yang menjadi basis N1X dibuat menggunakan node proses 3 nm dari TSMC, lebih maju dibandingkan 4 nm yang digunakan untuk GPU gaming Blackwell lain. Hal ini akan meningkatkan efisiensi daya sekaligus performa grafis secara signifikan.

Efisiensi dan performa iGPU tersebut berpotensi menjadikan N1X standar baru dalam grafis terintegrasi untuk PC gaming. Jika benar demikian, performa iGPU ini dapat membuat solusi grafis AMD Strix Halo menjadi ketinggalan zaman. Meski begitu, realisasinya masih penuh tanda tanya, terutama terkait kemampuan emulasi x86 pada Windows for Arm di platform Nvidia ini.

Selain aspek teknis, faktor ketersediaan memori dan harga RAM yang tinggi turut menjadi tantangan besar. Kondisi ini bisa berimbas pada harga dan ketersediaan perangkat berbasis chip Nvidia N1X ketika diluncurkan. Dengan begitu, walau peluncuran tinggal hitungan bulan, dampaknya terhadap industri PC gaming dan adopsi Arm di pasar ini mungkin belum terlihat secara optimal dalam waktu dekat.

Secara keseluruhan, Nvidia N1X adalah langkah menarik untuk menghadirkan chip Arm ke PC gaming yang selama ini didominasi arsitektur x86. Namun, kesuksesan komersial dan teknis chip ini bergantung pada kolaborasi dengan Microsoft, kemajuan teknologi inti CPU custom di generasi berikutnya, serta stabilitas pasar memori. Peluncuran N1X bisa menjadi awal babak baru di era chip Arm dengan kekuatan grafis kelas atas pada komputer gaming.

Berita Terkait

Back to top button