Intel baru saja memperkenalkan prosesor terbaru mereka, Core Ultra X9 388H dengan kode nama "Panther Lake," yang menunjukkan peningkatan performa signifikan dalam pengujian Passmark. Prosesor ini dilaporkan mampu mengungguli pesaingnya dari AMD, Ryzen AI 9 HX 470, serta generasi sebelumnya dari Intel sendiri, Core Ultra 9 285H.
Core Ultra X9 388H hadir dengan konfigurasi 16 inti yang terbagi menjadi tiga jenis, yakni empat inti performa tinggi Cougar Cove, delapan inti efisiensi Darkmont, dan empat inti efisiensi daya rendah tambahan Darkmont. Chip grafis bawaan (iGPU) menggunakan Arc B390 dengan 12 Xe3 core, yang turut meningkatkan daya tarik prosesor ini untuk segmen laptop dan PC mini.
Detail Konfigurasi dan Skor Passmark
Prosesor "Panther Lake" ini berhasil meraih skor hampir 38.000 poin dalam pengujian multithread, serta sekitar 4.450 poin untuk single-thread. Skor tersebut menunjukkan peningkatan sekitar 10% pada performa multithread dibanding Core Ultra 9 285H. Sedangkan untuk performa single-thread, keduanya memiliki hasil yang hampir sama.
Menariknya, meskipun Core Ultra X9 388H memiliki boost clock yang 300 MHz lebih rendah dan komposisi P-core yang lebih kecil dibanding Core Ultra 9 285H, prosesor ini justru menunjukkan hasil yang lebih baik di beberapa aspek. Hal ini mengindikasikan adanya optimasi arsitektur dan efisiensi yang baik pada desain terbaru Intel.
Berikut rincian konfigurasi utama Core Ultra X9 388H:
- 4 inti performa tinggi Cougar Cove (P-core)
- 8 inti efisiensi Darkmont (E-core)
- 4 inti efisiensi daya rendah tambahan Darkmont
- iGPU Arc B390 dengan 12 Xe3 core
Persaingan dengan AMD Ryzen AI 9 HX 470
Dalam perbandingan dengan prosesor AMD Ryzen AI 9 HX 470, Intel Core Ultra X9 388H unggul dengan selisih skor sekitar 1.500 poin pada pengujian multithread, yakni 38.000 vs 36.500 poin. Skor single-thread juga menunjukkan keunggulan Intel yakni 4.450 dibandingkan 4.200 dari Ryzen AI 9 HX 470.
Meskipun demikian, satu hasil benchmark belum cukup untuk menentukan pemenang mutlak dalam persaingan ini. Data ini lebih merupakan indikasi awal bahwa Intel melakukan langkah yang cukup strategis agar tetap kompetitif di pasar prosesor high-end untuk laptop dan perangkat kompak lainnya.
Potensi iGPU Arc B390 dalam “Panther Lake”
Satu keunggulan tambahan dari Intel Core Ultra X9 388H adalah performa iGPU Arc B390. Menurut data benchmark yang dirilis, Arc B390 mampu mengalahkan AMD Radeon 890M hampir dua kali lipat dalam pengujian gaming di dunia nyata.
Hal ini menjadi nilai tambah bagi perangkat yang tidak bisa menggunakan GPU diskrit karena keterbatasan ruang. Laptop tipis, mini PC, dan sistem dengan kebutuhan daya rendah menjadi target pasar utama yang dapat memanfaatkan keunggulan ini.
Intel juga mengklaim prosesor ini membawa peningkatan performa multithread sekitar 60% dibanding generasi sebelumnya, meskipun hasil real pertama baru mencapai peningkatan sekitar 10%. Seiring dengan bertambahnya sampel dan data benchmark, performa Core Ultra X9 388H mungkin akan semakin terkonfirmasi mendominasi.
Dengan konfigurasi hybrid optimized dan iGPU yang kuat, Intel Core Ultra X9 388H “Panther Lake” siap menjadi pesaing tangguh bagi AMD Ryzen AI 9 HX 470 di tahun ini. Pembaruan arsitektur dan efisiensi yang ditawarkan memberi dampak positif terhadap kinerja keseluruhan serta daya tahan baterai perangkat.
Persaingan antara Intel dan AMD dalam segmen prosesor mobile high-end kian memanas, dengan Intel berhasil menorehkan angka benchmark awal yang menjanjikan. Ini juga menjadi sinyal bagi pengguna dan produsen laptop untuk semakin selektif dalam memilih chip yang paling sesuai dengan kebutuhan performa serta efisiensi energi.
