Komdigi Pacu Jaringan 5G, Targetkan Cakupan 8,5% Wilayah Permukiman Indonesia di 2026

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menetapkan target ambisius untuk pengembangan jaringan 5G di Indonesia. Pada tahun 2026, Komdigi menargetkan cakupan jaringan 5G mencapai 8,5 persen dari total luas wilayah permukiman nasional. Target ini akan mendorong percepatan pemanfaatan teknologi 5G sebagai bagian dari transformasi digital nasional.

Capaian jaringan 5G hingga 2025 sudah melampaui ekspektasi dengan jangkauan sebesar 6,33 persen luas permukiman. Angka tersebut jauh melampaui target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) yang hanya sebesar 4,4 persen. Hal ini memberikan optimisme bahwa target di tahun 2026 dapat dicapai bahkan dilebihi.

Lelang Frekuensi sebagai Stimulus Pengembangan 5G

Kunci optimisme Komdigi terletak pada rencana lelang frekuensi yang akan digelar tahun ini. Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyebutkan bahwa lelang frekuensi merupakan langkah strategis untuk memperluas dan mempercepat penyebaran jaringan 5G di berbagai wilayah. Dengan frekuensi yang memadai, operator dapat meningkatkan kualitas dan jangkauan layanan secara signifikan.

Selain memacu pengembangan 5G, Komdigi tetap fokus memperkuat infrastruktur jaringan 4G yang telah mencapai cakupan populasi sebesar 98,95 persen di tahun lalu. Target cakupan 4G tahun ini diperkirakan naik menjadi 99,05 persen, melampaui proyeksi RPJMN 2029. “Kami cukup percaya diri karena lelang frekuensi ini akan mendukung layanan 5G sekaligus jaringan 4G,” ujar Meutya.

Peningkatan Kecepatan dan Cakupan Broadband

Selain jaringan seluler, Komdigi juga memprioritaskan peningkatan layanan fixed broadband di Indonesia. Pada 2025, jangkauan fixed broadband mencapai 72,12 persen kecamatan dengan total 5.253 kecamatan terjangkau. Untuk 2026, dicanangkan kenaikan signifikan ke 5.973 kecamatan atau sekitar 82 persen dari total kecamatan di tanah air.

Kecepatan internet juga menjadi fokus peningkatan. Rata-rata kecepatan mobile broadband di ibu kota provinsi tercatat 63,51 Mbps pada 2025 dan ditargetkan naik ke 80 Mbps tahun ini, melampaui target RPJMN 2028. Rata-rata kecepatan fixed broadband yang mencapai 51,84 Mbps pada tahun lalu, diharapkan meningkat menjadi 64 Mbps di tahun berjalan, melebihi target RPJMN 2027.

Program Pendukung untuk Memperluas Akses Digital

Komdigi terus memperkuat program pendukung akses internet seperti Kampung Internet. Hingga tahun lalu, program ini telah menjangkau 1.194 titik dan ditargetkan bertambah menjadi 2.194 titik di 2026. Selain itu, program internet murah berkualitas dengan spektrum 1,4 GHz mulai dioperasikan secara bertahap untuk melayani 10,8 juta rumah tangga hingga tahun 2030.

Dalam aspek layanan publik, kesiapsiagaan bencana juga diperkuat melalui pengembangan sistem informasi kebencanaan daerah. Sistem ini telah terintegrasi dengan layanan panggilan darurat 112 dan mencapai 185 kabupaten/kota pada 2025. Target perluasan jangkauan yakni ke 200 kabupaten/kota pada tahun ini bertujuan meningkatkan respons dan mitigasi bencana secara nasional.

Langkah Strategis Menuju Ekosistem Digital Maju

Dengan penekanan pada perluasan akses 5G, peningkatan kecepatan fixed dan mobile broadband, serta program digitalisasi masyarakat, Komdigi berupaya mendorong transformasi digital yang inklusif. Rencana lelang frekuensi menjadi momentum penting untuk mengatasi tantangan infrastruktur dan menjangkau wilayah yang selama ini belum terlayani.

Peningkatan jaringan ini bukan hanya soal teknologi, tapi juga berdampak pada peningkatan kualitas hidup dan daya saing ekonomi Indonesia. Komdigi terus menyelaraskan target-target tersebut dengan kebijakan nasional agar dapat memberikan manfaat luas bagi seluruh lapisan masyarakat di berbagai wilayah. Integrasi layanan publik dengan teknologi digital juga diharapkan memperkuat ketahanan daerah terhadap bencana.

Dengan rencana yang matang dan dukungan regulasi kuat, pengembangan jaringan 5G dan broadband diharapkan mencapai target ambisius pada 2026, sehingga mempercepat Indonesia menuju era digital yang maju dan merata.

Berita Terkait

Back to top button