Industri game mobile di Indonesia mengalami perubahan signifikan pada tren popularitas serta pola pengeluaran pengguna. Sepanjang tahun ini, game battle royale yang selama ini mendominasi pasar, seperti Mobile Legends dan Free Fire, mulai tergeser oleh jenis game lain yang lebih ringan dan variatif. Data terbaru dari Sensor Tower menunjukkan bahwa genre puzzle dan game sandbox kini menjadi favorit pengunduh di Tanah Air.
Menurut laporan, Block Blast! menempati posisi teratas sebagai game paling banyak diunduh di Indonesia, melampaui Free Fire dan Mobile Legends. Game Roblox, yang dikenal dengan konsep dunia virtual dan kreatifitas tanpa batas, juga berada di urutan kedua dalam daftar unduhan terbanyak. Fenomena ini menandakan pergeseran minat gamer Indonesia dari kompetisi ketat menuju pengalaman bermain yang lebih santai dan eksploratif.
Dominasi Roblox pada Pendapatan In-App Purchase
Selain dari jumlah unduhan, Roblox juga memimpin pendapatan dari In-App Purchase (IAP) di Indonesia. Pada 2025, Roblox sukses menggeser posisi Mobile Legends dan Free Fire dalam hal pengeluaran pengguna untuk pembelian dalam aplikasi. Roblox menduduki peringkat pertama, diikuti oleh Mobile Legends di urutan kedua dan eFootball di posisi ketiga.
Hal ini menunjukkan bahwa pengguna game mobile semakin tertarik dengan pengalaman bermain yang menggabungkan elemen kreatif dan sosial. IAP pada game seperti Roblox cenderung melibatkan pembelian item virtual yang memperkaya pengalaman bermain serta personalisasi avatar dan konstruksi dunia. Sementara itu, kategori ini belum tentu memenuhi kebutuhan pemain battle royale yang selama ini mengandalkan item persenjataan dan kosmetik.
Pertumbuhan Pendapatan Game Mobile Melambat
Data Sensor Tower juga mencatat pertumbuhan pendapatan dari game mobile mengalami perlambatan. Dibandingkan dengan lonjakan 21% pada IAP aplikasi secara umum, pendapatan IAP untuk game mobile tumbuh hanya satu persen. Tren ini menandakan bahwa pasar game mobile di Indonesia mulai mengalami jenuh dalam segmen battle royale dan MOBA (Multiplayer Online Battle Arena).
Di sisi lain, popularitas aplikasi produktivitas dan hiburan berbasis AI generatif turut mendorong kenaikan pendapatan IAP aplikasi non-game. Peningkatan ini mengindikasikan perubahan perilaku konsumen digital yang semakin memanfaatkan gadget untuk beragam aktivitas kreatif dan hiburan non-game.
Pengguna Aktif Bulanan (MAU) Masih Kuasai Mobile Legends
Meski pendapatan Roblox terus meningkat pesat, Mobile Legends masih memegang posisi tertinggi dari segi pengguna aktif bulanan (MAU). Namun, pertumbuhan MAU Mobile Legends cenderung stagnan. Sedangkan Free Fire mengalami penurunan MAU yang membuatnya berada di bawah Roblox. Block Blast! dan Higgs Games Island menyusul di posisi empat dan lima berdasarkan angka MAU.
Hal ini mengindikasikan bahwa meskipun Mobile Legends masih menjadi game dengan basis pemain terbesar, ada kecenderungan pergeseran minat ke game yang menawarkan gameplay lebih santai dan beragam. Pemain mulai mengeksplorasi game casual dan sosial sebagai alternatif hiburan yang tidak terlalu kompetitif.
Rangkuman Daftar Top Game di Indonesia 2025
Berikut ini adalah ringkasan posisi game mobile berdasarkan tiga indikator utama di Indonesia sepanjang 2025:
-
Top Unduhan:
- Block Blast!
- Roblox
- Garena Free Fire
- Mobile Legends: Bang Bang
- Super Bear Adventure
-
Top Pendapatan IAP:
- Roblox
- Mobile Legends: Bang Bang
- eFootball
- Garena Free Fire
- Higgs Games Island
- Top Pengguna Aktif Bulanan:
- Mobile Legends: Bang Bang
- Roblox
- Garena Free Fire
- Block Blast!
- Higgs Games Island
Perubahan tren ini menegaskan bahwa ekosistem game mobile Indonesia kini lebih beragam dan dinamis. Game puzzle dan sandbox seperti Block Blast! dan Roblox tidak hanya menarik perhatian di jumlah pengunduh, tapi juga mampu menjadi sumber pendapatan terbesar dari pembelian dalam aplikasi. Sementara genre kompetitif seperti MOBA dan battle royale mulai menghadapi tantangan pertumbuhan yang lebih berat di pasar lokal.
Transformasi ini dapat dilihat sebagai sinyal penting bagi pengembang game untuk berinovasi dan menghadirkan variasi permainan yang sesuai dengan preferensi pengguna masa kini. Demikian pula, para pelaku industri perlu mencermati perkembangan teknologi dan preferensi perilaku agar dapat merumuskan strategi pemasaran dan monetisasi yang tepat di era digital yang terus berubah.





