Pasar Crypto 28 Jan: Indeks USD Turun, Bitcoin Tahan Napas Menunggu Hasil FOMC, Emas Terus Naik Rekor

Pasar crypto saat ini mengalami jeda menunggu hasil pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC). Indeks dolar AS menurun tajam, mengindikasikan potensi pergeseran likuiditas di pasar keuangan global. Bitcoin belum bergerak signifikan, sementara harga emas terus mencatat rekor tertinggi baru.

Kondisi pasar berat sebelah ini dipengaruhi oleh faktor eksternal, termasuk ketidakpastian politik di AS. Taruhan di platform Polymarket menunjukkan kemungkinan sebesar 76% terjadinya shutdown pemerintah AS sebelum akhir bulan ini. Perlambatan pembahasan Crypto Clarity Act juga membuat institusi tetap berhati-hati dalam mengelola aset digital.

Peran Indeks Dolar dan Intervensi Yen

Indeks dolar AS turun hampir 3% minggu ini ke level 96,09, dan anjlok lebih dari 10% dalam 12 bulan terakhir. Penurunan ini didorong isu intervensi yen, yang mengingatkan pada skenario sebelum Plaza Accord tahun 1980-an. Pelemahan mata uang utama terjadi sebelum koordinasi resmi antara pemerintah, menimbulkan tekanan volatilitas di pasar aset berisiko termasuk crypto.

Emas Melesat ke Harga Tertinggi Sejarah

Harga emas mencetak rekor tertinggi mencapai $5,280 per ons, mengungguli total imbal hasil indeks S&P 500 lebih dari 100% dalam periode yang sejajar. Aliran dana ke aset safe-haven seperti emas semakin diperkuat oleh ketidakpastian FOMC dan ketegangan pasar global. Stablecoin seperti Tether juga memperkuat posisinya dengan cadangan emas sekitar 140 ton, senilai $24 miliar, yang disimpan di Swiss.

Bitcoin dan Emas: Perbandingan dan Potensi

Bitcoin diperdagangkan di kisaran $89,000 dengan kenaikan kecil 1,2% hari ini. Jika membandingkan emas dan Bitcoin, keduanya berbeda secara fundamental dan siklus pasar. Emas saat ini berada dalam fase pemompaan setelah akumulasi selama satu dekade. Sebaliknya, Bitcoin justru mengalami akumulasi jangka pendek setelah lonjakan yang tajam selama sepuluh tahun terakhir. Dengan kapitalisasi pasar emas mencapai $36 triliun, para analis melihat masih ada ruang bagi Bitcoin dan crypto untuk mengejar ketertinggalan, khususnya jika hasil FOMC mendukung suasana pasar yang likuid dan optimistis.

Kondisi Teknikal Bitcoin

Secara teknikal, Bitcoin masih dalam tren turun jangka menengah dengan level resistensi dekat $89,250 dan dukungan kuat di sekitar $85,000. Momentum trader mengantisipasi kemungkinan pembentukan pola higher low bila indeks dolar terus melemah pasca pengumuman FOMC. Hal ini bisa membuka peluang pergerakan positif bagi Bitcoin.

Sentimen Pasar Crypto dan Aktivitas On-Chain

Kapasitas pasar crypto menunjukkan kenaikan nilai kapitalisasi total sebesar 1,49% menjadi $3,02 triliun. Namun, pangsa dominasi Bitcoin sedikit menurun. Aktivitas on-chain mengindikasikan pertumbuhan pada platform berbasis Solana seperti Pump.fun yang sempat mengungguli Hyperliquid dalam pendapatan harian. Hal ini menandakan bahwa trader agresif (degens) masih aktif berganti strategi dari perdagangan derivatif ke meme coin.

Saham Penambangan dan Indeks Sentimen

Saham perusahaan penambangan Bitcoin, seperti Applied Digital dan IREN, mencatat kenaikan masing-masing 14% dan 9%. Indeks Crypto Fear & Greed membaik dari posisi extreme fear menuju zona fear. Kondisi ini menandakan persepsi risiko pasar mulai membaik, meskipun ketidakpastian masih dominan.

Pandangan Jangka Panjang dan Faktor Makro

Bernstein menyoroti tokenisasi sebagai faktor perubahan besar dalam jangka panjang pasar crypto. Berita dari FOMC yang menekan dolar serta peran emas sebagai pelindung nilai tetap menjadi fokus utama. Tren saat ini menggambarkan bahwa pasar crypto belum benar-benar lepas landas dari tekanan makroekonomi.

Pasar crypto masih dibentuk oleh ketidakpastian berita saat ini. Bitcoin masih berusaha naik, namun belum mencapai titik puncak yang optimis. Sementara emas terus menguat sebagai pelindung nilai di tengah gejolak pasar global yang dipicu oleh dinamika kebijakan suku bunga dan fluktuasi mata uang utama.

Exit mobile version