White House Ajak Bank dan Perusahaan Crypto Bahas Kompromi Regulasi Stablecoin Jadi UU

Pemerintah Amerika Serikat melalui Gedung Putih akan menggelar pertemuan eksklusif dengan para eksekutif dari industri perbankan dan cryptocurrency untuk membahas rancangan legislasi penting terkait kripto. Pertemuan ini bertujuan mencari kompromi atas isu krusial yang menjadi titik sengketa antara dua sektor besar tersebut.

Diskusi difokuskan pada bagaimana undang-undang mengatur pemberian bunga dan imbal hasil lain oleh perusahaan kripto terhadap kepemilikan pelanggan pada stablecoin, yakni token kripto yang nilainya dipatok pada dolar AS. Isu ini menjadi penghambat utama dalam proses pengesahan rancangan yang dikenal dengan nama Clarity Act.

Upaya Mediasi Gedung Putih

Pertemuan yang difasilitasi Dewan Kripto Gedung Putih ini diikuti oleh perwakilan dari beberapa asosiasi perdagangan cryptocurrency dan sektor perbankan. Inisiatif ini menggambarkan keseriusan pemerintah dalam mendorong percepatan regulasi agar industri kripto dapat beroperasi secara legal dan teratur di Amerika Serikat.

Menurut sumber industri, presiden saat ini sangat antusias menyelesaikan legislasi tersebut, mengingat dukungannya pada adopsi aset kripto selama kampanye. Meski begitu, Gedung Putih belum memberikan komentar resmi terkait pertemuan ini.

Pentingnya Legislatif untuk Industri Kripto

Summer Mersinger, CEO dari Blockchain Association yang mewakili perusahaan-perusahaan besar seperti Coinbase, Ripple, dan Kraken, menyatakan keikutsertaan mereka dalam pertemuan sebagai langkah positif. Ia menekankan harapan agar legislatif yang komprehensif segera disahkan demi menjaga posisi Amerika Serikat sebagai pusat kripto dunia.

Sementara itu, Cody Carbone, CEO The Digital Chamber, memuji inisiatif Gedung Putih dalam mengumpulkan semua pihak agar duduk bersama dan bernegosiasi. Hal ini dianggap strategis mengingat proyeksi pasar aset digital yang terus tumbuh signifikan.

Tantangan Regulasi Stablecoin

Rancangan undang-undang ini telah lama dikerjakan oleh Senat sebagai hasil perjalanan panjang lobi industri kripto yang menuntut aturan yang jelas dan mendukung inovasi. Meski DPR telah mengesahkan versi mereka pada bulan Juli, pembahasan di Senat masih tertunda.

Penundaan tersebut akibat perbedaan pendapat di kalangan anggota Senat, terutama mengenai aturan stablecoin yang dianggap kontroversial. Partai Republik juga masih terbagi soal ketentuan tersebut, sehingga kekhawatiran tentang kurangnya suara mendukung di sidang voting semakin nyata.

Ketegangan Antara Crypto dan Bank Tradisional

Perusahaan kripto berargumen bahwa memberi imbal hasil berupa bunga kepada pemegang stablecoin sangat penting untuk menarik pengguna baru. Sementara itu, sektor perbankan mengkhawatirkan eksodus dana dari rekening tabungan ke produk kripto yang dapat mengancam stabilitas keuangan secara umum.

Laporan oleh Standard Chartered memperkirakan stablecoin dapat menarik sekitar 500 miliar dolar dari simpanan bank-bank AS pada akhir tahun 2028. Hal ini memperlihatkan besarnya potensi perubahan aliran dana yang mungkin terjadi jika regulasi tidak dikelola secara tepat.

Regulasi dan Celah Hukum Stablecoin

Dasar dari kontroversi ini adalah undang-undang federal yang disahkan tahun lalu untuk mengatur stablecoin. Undang-undang tersebut melarang penerbit stablecoin membayar bunga secara langsung. Namun, ada celah hukum yang memungkinkan pihak ketiga, seperti bursa kripto, memberikan imbal hasil kepada pengguna.

Celah ini menimbulkan kekhawatiran bahwa persaingan antara lingkungan regulasi yang baru dan perbankan tradisional akan semakin tajam. Hal ini memicu kebutuhan mendesak agar peraturan lebih jelas dan tidak merugikan salah satu pihak.

Proses Keputusan dan Harapan Legislasi

Saat ini, Komite Perbankan Senat yang bertugas menangani rancangan undang-undang masih harus menyusun ulang perdebatan agar dapat menemukan solusi yang berimbang. Pemerintah berharap pertemuan ini dapat mendorong tercapainya konsensus antara lipid antara industri kripto dan perbankan.

Dukungan bipartisan juga penting agar undang-undang ini bisa melewati proses legislatif dengan dukungan mayoritas. Jika berhasil, aturan ini akan menjadi tonggak penting bagi masa depan aset digital dan stabilitas keuangan nasional di Amerika Serikat.

Terkait