Top Wall Street Firms Bahas Kekhawatiran DeFi dengan SEC, Soroti Risiko Tokenized Securities

Top firma Wall Street baru-baru ini mengadakan pertemuan dengan tim khusus crypto dari Securities and Exchange Commission (SEC) untuk membahas berbagai kekhawatiran terkait pendekatan regulator terhadap aset digital. Pertemuan tersebut dihadiri oleh perwakilan JPMorgan, Citadel, dan SIFMA, sebuah kelompok perdagangan industri sekuritas terkemuka di AS.

Agenda utama pada pertemuan ini berfokus pada rencana SEC yang akan memberikan keringanan atau exemptive relief untuk sekuritas tokenisasi. Kekhawatiran muncul karena kebijakan ini dinilai dapat berdampak negatif pada ekonomi Amerika Serikat secara luas. Selain itu, SEC berencana mengecualikan beberapa proyek keuangan terdesentralisasi (DeFi) dari kewajiban mematuhi hukum sekuritas AS, yang menjadi titik kontroversi.

Perwakilan SIFMA menegaskan bahwa perlakuan regulasi harus didasarkan pada karakteristik ekonomi dari suatu aset, bukan pada teknologi yang digunakan atau label seperti “DeFi”. Mereka memperingatkan bahwa pengecualian luas terhadap aktivitas perdagangan tokenisasi dapat melemahkan perlindungan investor serta menimbulkan gangguan pasar.

Kasus yang menjadi perhatian adalah “flash crash” pasar crypto pada Oktober lalu, yang menyebabkan likuidasi senilai 19 miliar dolar AS dalam satu hari. Insiden ini dipandang sebagai peringatan betapa berisikonya perdagangan sekuritas token yang beroperasi di luar aturan hukum yang berlaku.

SIFMA mengeluarkan pernyataan, “Regulatory treatment should be based on economic characteristics, not on the technology used or categorical labels (e.g., ‘DeFi’). Broad exemptions for tokenized trading activities could undermine investor protection and lead to market disruptions.” Namun, perwakilan Citadel dan JPMorgan belum memberikan komentar resmi atas pertemuan tersebut.

Sementara itu, Ketua SEC Paul Atkins menyatakan rencananya untuk menerbitkan pengecualian inovasi secara luas bagi sektor crypto dalam waktu dekat. Kebijakan ini bertujuan memberikan kepastian hukum bagi perusahaan dan proyek crypto agar tidak terkena pelanggaran hukum sekuritas selama melakukan eksperimen di beberapa bidang, termasuk kemungkinan tokenized securities dan proyek DeFi.

Dorongan agresif SEC ini terjadi bersamaan dengan perlambatan proses legislasi di Kongres AS terkait rancangan undang-undang struktur pasar crypto. Perkembangan dalam RUU tersebut sempat tertunda karena konflik antar pemangku kepentingan yang menyebabkan penundaan pemungutan suara di Senat.

Salah satu perbedaan utama adalah ketegangan antara pendukung DeFi dan SIFMA terkait bahasa dalam RUU yang akan membebaskan beberapa layanan keuangan terdesentralisasi dari pengawasan hukum. Meski ada negosiasi yang sempat menemukan titik temu dan mendapat dukungan dari pihak decentralization, perdebatan lain antara Coinbase dan kelompok perbankan soal penghargaan atas stablecoin menimbulkan hambatan lebih besar.

Beberapa sumber yang mengetahui kondisi ini mengungkapkan bahwa pendukung DeFi tidak mengetahui adanya pertemuan dengan SEC tersebut sebelumnya. Hal ini menunjukkan kurangnya koordinasi antara berbagai pemangku kepentingan dalam industri crypto dan regulator.

Berikut adalah poin penting dari pertemuan antara Wall Street dan SEC crypto task force:

1. Pembahasan rencana exemptive relief untuk tokenized securities.
2. Kekhawatiran terhadap potensi risiko ekonomi dari kebijakan SEC.
3. Perdebatan terkait pengecualian proyek DeFi dari hukum sekuritas AS.
4. Penekanan SIFMA pada perlakuan regulasi berdasarkan karakteristik ekonomi.
5. Menggunakan “flash crash” sebagai contoh risiko kegagalan pasar.
6. Rencana Ketua SEC untuk memberi pengecualian inovasi pada sektor crypto.
7. Tertundanya legislative bill terkait crypto di Senat akibat konflik internal.
8. Ketidaktahuan pendukung DeFi atas pertemuan dengan regulator.
9. Hambatan yang muncul akibat kontroversi antara Coinbase dan perbankan.

Situasi ini menunjukkan bahwa regulasi crypto di Amerika Serikat menghadapi tantangan kompleks. Sementara SEC berupaya menetapkan batasan dan pengecualian untuk mendukung inovasi, berbagai kepentingan industri yang berbeda menyebabkan ketidakpastian bagi masa depan regulasi crypto dan DeFi. Diskusi dan perundingan lebih lanjut antara regulator, pemain industri tradisional, dan komunitas crypto tampaknya terus akan berlangsung untuk mencari kompromi yang seimbang antara perlindungan investor dan pengembangan teknologi finansial baru.

Exit mobile version