Saham Crypto Anjlok, Volume Spot Terjun ke $900 Miliar, Bitcoin Melorot di Bawah $84.000

Pasar saham terkait kripto terus menunjukkan penurunan signifikan seiring harga bitcoin yang jatuh di bawah $84.000. Volume transaksi spot di bursa kripto juga merosot drastis, mencerminkan kondisi pasar bearish yang berkepanjangan dan menimbulkan kekhawatiran investor.

Harga saham Coinbase, perusahaan kripto publik terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar, turun 7% pada hari Kamis dan sudah anjlok 17% sejak awal tahun. Saham ini hampir mencatat delapan hari berturut-turut mengalami penurunan, tren terpanjang sejak September tahun lalu, dan kini harga sahamnya kembali ke level Mei tahun sebelumnya sebesar $195.

Penurunan Saham Perusahaan Kripto Lainnya
Beberapa bursa pesaing juga menghadapi tekanan serupa. Saham Gemini turun 8% pada hari yang sama dan 21% sepanjang tahun ini. Sementara itu, platform kripto Bullish dan perusahaan pembayaran Circle turun masing-masing 16% dan 20% sejak awal tahun. Penurunan ini sejalan dengan melemahnya harga kripto secara umum dan berkurangnya minat pasar.

Volume Spot Turun Drastis
Data dari TheTie mengungkapkan bahwa volume spot perdagangan di bursa kripto pada bulan ini hanya mencapai $900 miliar, jauh lebih rendah dibandingkan $1,7 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Penurunan volume ini menunjukkan lemahnya aktivitas perdagangan yang diperparah oleh ketidakpastian kondisi pasar.

Menurut Eric He, Community Angel Officer dan Risk Control Adviser di bursa kripto LBank, harga bitcoin yang stagnan di sekitar level $85.000 menciptakan suasana ragu dan hati-hati di kalangan investor. Konflik geopolitik yang meningkat semakin memperberat kondisi ini dan menahan investor dari pengambilan risiko di berbagai aset, tidak hanya kripto.

Pengaruh Geopolitik dan Sikap Investor
Meski pasar saham dan komoditas melaju ke zona hijau, kripto justru memasuki fase "wait-and-see". Sikap hati-hati investor ini tercermin dari penurunan volume perdagangan yang berkelanjutan. Para analis kini menantikan tanda-tanda pemulihan volume serta meredanya ketegangan geopolitik sebagai indikator potensi kebangkitan pasar.

Inovasi dan Diversifikasi Perusahaan Kripto
Ketika pasar utama mengalami penurunan, sejumlah perusahaan kripto yang berfokus pada penambangan bitcoin mendapatkan keuntungan dari ledakan kebutuhan data yang dipicu oleh kecanggihan kecerdasan buatan (AI). Perusahaan seperti Hut 8, IREN, CleanSpark, dan Cipher Mining mencatatkan kenaikan keuntungan sepanjang tahun meski mengalami tekanan pada pergerakan harga saham harian.

Galaxy Digital, bank pedagang aset kripto yang dipimpin oleh Mike Novogratz, juga mencatatkan performa positif sepanjang tahun. Perusahaan ini memperluas operasi pusat data dengan persetujuan ERCOT, operator jaringan listrik di Texas, yang menandai langkah strategis dalam memanfaatkan tren digital terbaru.

Faktor-Faktor yang Perlu Diamati ke Depan
Para analis secara khusus mengamati beberapa indikator utama:

  1. Rebound volume perdagangan di pasar spot kripto
  2. Penurunan ketegangan geopolitik global
  3. Isyarat dari data makroekonomi yang mendorong sentimen risiko

Ketiga faktor ini diharapkan dapat menentukan arah pasar kripto ke depan. Tetap waspada terhadap dinamika tersebut sangat penting untuk memetakan momentum investasi dalam pasar aset digital yang volatil ini.

Terkait