Robinhood melakukan investasi pada Talos, sebuah platform teknologi perdagangan aset digital yang menyediakan infrastruktur tingkat institusional. Investasi ini terjadi pada putaran pendanaan Seri B yang diperluas, menempatkan valuasi Talos sekitar $1,5 miliar.
Sebelumnya, Talos mengumpulkan dana sebesar $105 juta di putaran Seri B pada Mei tahun lalu dengan valuasi $1,25 miliar. Dengan perluasan putaran ini, total dana yang dihimpun Talos dalam Seri B menjadi $150 juta.
Anton Katz, CEO sekaligus pendiri Talos, menyatakan bahwa perluasan pendanaan dilakukan untuk menampung minat dari mitra strategis yang mengakui peran Talos dalam menyediakan infrastruktur inti bagi aset digital. Katz menambahkan bahwa pergeseran kelas aset tradisional ke jalur digital mendorong kebutuhan untuk pertumbuhan lebih dekat dengan para mitra tersebut.
Investor strategis baru dalam putaran ini termasuk Robinhood Markets, Sony Innovation Fund, IMC, QCP, dan Karatage. Mereka bergabung dengan investor lama seperti a16z Crypto, BNY Mellon, dan Fidelity Investments yang juga kembali berpartisipasi.
Johann Kerbrat, SVP dan GM Crypto di Robinhood, mengatakan bahwa fleksibilitas dan kemampuan adaptasi cepat Talos memungkinkan Robinhood memperdalam likuiditas dan menawarkan fitur yang lebih maju kepada pengguna Robinhood Crypto.
Robinhood tengah memperluas jangkauan di ranah crypto dan infrastruktur blockchain sebagai bagian dari strategi ekspansi yang lebih luas. Perusahaan mengembangkan jaringan blockchain sendiri berbasis Arbitrum dan meluncurkan produk trading tokenized stock serta layanan crypto lainnya di Eropa.
Selain itu, Robinhood menambah layanan staking dan perpetual futures yang menandai pergeseran ke finansial berbasis crypto. Perusahaan juga mencatat peningkatan volume perdagangan dan interaksi produk yang kuat akibat investasi strategis ini.
Talos sendiri menawarkan teknologi perdagangan crypto yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan institusi profesional seperti investor, broker, dan bank. Platform Talos menggabungkan likuiditas dari berbagai bursa, meja OTC, dan prime broker dalam satu antarmuka atau API.
Talos menyediakan perangkat untuk pelaksanaan perdagangan, manajemen risiko, dan penyelesaian pasca perdagangan secara terpadu. Saat ini, Talos melayani ratusan klien di sekitar 35 negara dengan porsi pelanggan baru dari sektor keuangan tradisional mencapai 60% hingga 70% dalam setahun terakhir.
Menurut Anton Katz, aset yang dikelola oleh manajer investasi pengguna platform Talos mencapai sekitar $21 triliun, data yang disampaikan dalam panggilan klien bersama Jefferies pada November lalu.
Pendanaan Seri B Talos pada 2022 dipimpin oleh General Atlantic dan mendapat dukungan dari BNY Mellon, Citi, Wells Fargo Strategic Capital, dan DRW Venture Capital. Investor fokus kripto seperti SCB 10x dan LeadBlock Partners juga berpartisipasi, serta pendukung lama seperti Andreessen Horowitz, PayPal Ventures, Fidelity Investments, dan Castle Island Ventures.
Talos juga aktif melakukan akuisisi strategis. Transaksi terbesar terakhir adalah pembelian Coin Metrics seharga lebih dari $100 juta. Akuisisi ini menambah kemampuan analitik onchain, data pasar, dan indeks benchmark bagi Talos.
Sebelumnya, Talos telah mengakuisisi D3X Systems, Cloudwall, dan Skolem sebagai bagian dari rencana ekspansi melalui merger dan akuisisi. Langkah ini memperkuat posisi Talos sebagai infrastruktur kunci dalam ekosistem trading aset digital bagi institusi besar di seluruh dunia.
