Bitcoin kembali mengalami tekanan signifikan yang membuat harganya berpotensi turun di bawah level $80.000. Tekanan ini dipicu oleh aksi jual besar-besaran di sektor teknologi serta kekhawatiran akan potensi penutupan pemerintah yang semakin dekat.
Dalam 24 jam terakhir, harga Bitcoin jatuh lebih dari 6%, menurut data dari CoinGecko. Investor yang berharap adanya rebound justru mengalami kerugian besar, dengan likuidasi posisi long mencapai $1,6 miliar menurut data Coinglass. Kondisi ini menunjukkan betapa volatilnya pasar kripto saat ini.
Pengaruh Aksi Jual Saham Teknologi Terhadap Bitcoin
Penurunan harga Bitcoin sejajar dengan kejatuhan nilai saham perusahaan teknologi besar yang mengalami penurunan tajam. Nilai pasar Microsoft, misalnya, anjlok sekitar $357 miliar dalam satu sesi perdagangan, menjadi salah satu penurunan paling besar dalam sejarah pasar saham. Situasi ini membuat investor giat mengurangi risiko aset mereka.
Matt Howells-Barby, Wakil Presiden pertumbuhan di bursa kripto Kraken, menyampaikan dalam catatan untuk investor bahwa ketidakpastian investasi besar-besaran dalam AI oleh perusahaan teknologi tanpa peningkatan pendapatan yang nyata menyebabkan pasar risiko secara umum terguncang. Ia juga menilai, “Retest harga Bitcoin di bawah $80.000 adalah kemungkinan nyata saat ini.”
Dampak Terhadap Aset Lain dan Perusahaan Kripto
Tidak hanya Bitcoin, mata uang kripto lain seperti Ethereum juga merasakan tekanan berat. Dalam 24 jam terakhir, Ethereum turun sebesar 7,4% dan kini diperdagangkan di kisaran $2.728. Selain itu, perusahaan terkait kripto seperti Strategy dan Bitmine mengalami penurunan harga saham hampir 10%.
Selain kripto, logam mulia yang sebelumnya melambung tinggi juga terkena dampak. Harga emas turun hampir 3%, mencapai $5.177, mengindikasikan tekanan yang lebih luas pada aset berisiko.
Kekhawatiran Akan Shut Down Pemerintah Amerika Serikat
Ketegangan di politik AS turut memperburuk sentimen pasar. Dorongan Senat AS agar menghindari penutupan pemerintah menemui hambatan. Senator Republik Lindsey Graham menolak paket pendanaan pemerintah terakhir karena tuntutannya terhadap tambahan dana untuk Departemen Keamanan Dalam Negeri. Akibatnya, suara akhir terkait pendanaan pemerintah harus ditunda.
Para analis di pasar memperkirakan peluang penutupan pemerintah AS mencapai 61% menjelang akhir Januari. Pengalaman penutupan pemerintah terakhir kali pada Oktober-November memberikan efek negatif berkepanjangan terhadap kondisi ekonomi dan pasar, sempat digambarkan Gedung Putih sebagai kondisi “flying blind.”
Pasar Kripto Masih Belum Pulih
Volume pasar kripto tetap berada di bawah angka $3 triliun, jauh dari puncak Oktober lalu. Situasi ini menunjukkan industri kripto masih berjuang untuk menemukan momentum positif di tengah kondisi makroekonomi dan geopolitik yang tidak menentu.
Ringkasan Penurunan Harga Kripto dan Faktor Pendukung
- Bitcoin turun 6,3% dalam 24 jam, diperdagangkan di sekitar $82.417.
- Ethereum turun 7,4%, berada di level $2.728.
- Aksi jual besar di sektor teknologi, terutama saham Microsoft.
- Ketidakpastian penutupan pemerintah AS meningkatkan risiko pasar.
- Penurunan harga emas dan saham perusahaan kripto menambah tekanan.
Ketidakpastian di pasar saham teknologi dan politik AS menjadi faktor kunci yang mendorong investor mengurangi ekposur terhadap aset berisiko. Bitcoin dan aset kripto lainnya menghadapi tantangan besar untuk bertahan di tengah kondisi ini. Pergerakan harga selanjutnya akan sangat tergantung pada perkembangan situasi politik dan kinerja perusahaan teknologi.







