Bit Digital mengambil langkah strategis dengan memisahkan unit infrastruktur kecerdasan buatannya yang kini beroperasi sebagai WhiteFiber. Keputusan ini muncul karena adanya perbedaan cara pandang antara investor dan lembaga keuangan terhadap bisnis komputasi performa tinggi dan aset digital.
CEO Bit Digital, Sam Tabar, menjelaskan bahwa ada dua alasan utama di balik spinout tersebut. Pertama, bisnis komputasi performa tinggi (HPC) dan aset digital memiliki basis investor yang sangat berbeda. HPC lebih banyak diminati oleh investor institusional yang memahami bisnis data center dan ekonomi jangka panjangnya. Sebaliknya, aset digital menarik investor pasar ritel yang memiliki profil risiko berbeda.
Alasan kedua yang lebih menentukan adalah akses ke pembiayaan. Bank dan lembaga keuangan tradisional lebih bersedia mendanai pengembangan pusat data yang murni berfokus pada HPC. Mereka enggan memberikan kredit kepada entitas yang juga terlibat dalam aset digital, karena volatilitas dan ketidakpastian pendapatan dari sektor crypto. Dengan memisahkan WhiteFiber menjadi entitas independen, Bit Digital berhasil membuka peluang pendanaan yang lebih luas.
Tabar menyatakan bahwa setelah spinout, WhiteFiber kini dapat mengakses lebih banyak opsi pembiayaan dengan biaya modal yang lebih rendah. Hal ini karena WhiteFiber tidak lagi terkait langsung dengan aset digital, sehingga risiko kredit yang dipandang oleh lembaga keuangan menjadi lebih dapat diprediksi.
Perbedaan mendasar antara HPC dan aset digital terletak pada tingkat ketidakpastian pendapatan. HPC biasanya mendukung kontrak jangka panjang dengan arus kas stabil, sehingga memudahkan lembaga keuangan dalam memproyeksikan pengembalian investasi. “Saya dapat menunjukkan kontrak sepuluh tahun kepada bank dan memodelkan arus kas untuk melayani utang,” ujar Tabar. Sebaliknya, pendapatan dari operasi penambangan aset digital bersifat fluktuatif dan sulit diprediksi dalam jangka panjang.
Langkah Bit Digital ini bukan mencerminkan penolakan terhadap aset digital secara keseluruhan, melainkan pengakuan bahwa bisnis HPC dan aset digital perlu diperlakukan secara terpisah dalam hal investasi dan pembiayaan. Spinout WhiteFiber memungkinkan masing-masing unit bisnis beroperasi dengan struktur modal dan profil risiko yang sesuai dengan karakteristik bisnisnya.
Berikut beberapa poin penting terkait strategi Bit Digital:
1. Memisahkan unit AI HPC sebagai entitas berbeda (WhiteFiber).
2. Menyesuaikan basis investor agar sesuai dengan karakter bisnis masing-masing.
3. Mempermudah akses pembiayaan tradisional untuk WhiteFiber.
4. Menurunkan biaya modal dengan menghilangkan eksposur aset digital dalam entitas HPC.
5. Menjaga transparansi dan fokus operasional di masing-masing line bisnis.
Bit Digital juga menyatakan komitmennya untuk mempertahankan kepemilikan saham di WhiteFiber setelah masa penguncian IPO berakhir. Strategi ini menunjukkan bagaimana perusahaan menavigasi tantangan pembiayaan dan persepsi risiko di tengah lingkungan keuangan yang makin kompleks.
Langkah Bit Digital ini bisa menjadi contoh bagi perusahaan lain yang beroperasi di bidang teknologi dan aset digital. Pemisahan unit bisnis yang berbeda profil risiko bertujuan menciptakan model kerja dan investasi yang lebih jelas, serta mengoptimalkan peluang pembiayaan dari berbagai pihak. Dengan fokus yang terpisah, kedua bisnis ini dapat lebih siap menghadapi dinamika pasar dan tuntutan investor yang berbeda.
