Iklan Medsos Jadi Pintu Penipuan Baru, Meta Disorot soal Iklan Ilegal

Author: Qoo Media

Iklan di media sosial kini bukan lagi sekadar gangguan visual. Di Amerika Serikat, iklan semacam itu disebut bisa menguras rekening korban dan memicu dorongan baru untuk membuat aturan anti penipuan yang lebih ketat.

Dua senator dari Partai Republik dan Demokrat mendorong rancangan aturan bernama Safeguarding Consumers from Advertising Misconduct Act atau SCAM Act. Aturan ini meminta platform media sosial lebih aktif mencegah penipuan, termasuk dengan memverifikasi para pengiklan.

Platform Diminta Bertindak Lebih Cepat

SCAM Act juga mewajibkan perusahaan media sosial menindak cepat laporan penipuan, baik yang datang dari pengguna maupun pemerintah. Jika tidak patuh, Komisi Perdagangan Federal atau FTC dan jaksa agung negara bagian disebut dapat mengambil langkah hukum.

Senator Bernie Moreno dari Partai Republik menegaskan bahwa perusahaan media sosial tidak bisa hanya diam ketika model bisnis mereka memungkinkan penipuan yang menargetkan masyarakat Amerika. “Kita tidak bisa hanya diam ketika perusahaan media sosial memiliki model bisnis yang secara sadar memungkinkan penipuan yang menargetkan masyarakat Amerika,” ujarnya dikutip dari Reuters, Minggu (12/7/2026).

Tekanan Makin Besar ke Perusahaan Iklan Digital

Senator Ruben Gallego dari Partai Demokrat juga menyatakan perusahaan yang meraup pendapatan dari iklan harus memastikan kontennya bukan untuk menipu. “Jika sebuah perusahaan menghasilkan uang dari iklan yang ditayangkan di situsnya, maka perusahaan itu bertanggung jawab memastikan iklan tersebut tidak bersifat penipuan,” kata Gallego.

Dorongan regulasi ini muncul di tengah sorotan terhadap besarnya porsi pendapatan iklan yang berkaitan dengan konten bermasalah. Reuters sebelumnya melaporkan Meta memperoleh sekitar 10% atau US$16 miliar pada 2024 dari iklan penipuan dan produk ilegal lainnya.

Tokoh / Pihak Peran Sikap / Tindakan Detail Penting
Bernie Moreno Senator Partai Republik Mendorong SCAM Act Menilai platform tidak boleh diam saat model bisnis memungkinkan penipuan
Ruben Gallego Senator Partai Demokrat Mendorong SCAM Act Menuntut perusahaan iklan memastikan konten di situsnya tidak menipu
Meta Pemilik Instagram dan Facebook Membantah tuduhan Menilai porsi pendapatan dari iklan yang melanggar terlalu dilebih-lebihkan

Meta memastikan terus memerangi penipuan secara agresif di seluruh platformnya. Namun, perhatian regulator dan legislator tampaknya akan terus meningkat selama iklan penipuan masih ditemukan di ekosistem media sosial.

Temuan ini menambah tekanan bagi perusahaan teknologi yang bergantung besar pada pendapatan iklan. Di saat yang sama, pengguna media sosial diminta tetap waspada saat berhadapan dengan iklan yang menjanjikan sesuatu secara agresif atau terlihat tidak wajar.

Reuters melaporkan kasus ini menjadi salah satu alasan mengapa pembahasan soal tanggung jawab platform media sosial kembali menguat. Bagi otoritas, verifikasi pengiklan dan respons cepat atas laporan penipuan menjadi dua titik penting yang bisa menentukan apakah praktik serupa masih terus berulang.

Source: www.cnbcindonesia.com
Terbaru