Tes Usap Mulut Ini Cuma Sejam, Deteksi Kanker Lebih Awal Tanpa Biopsi

Author: Qoo Media

Tim ilmuwan dari Inggris dan India mengembangkan metode baru yang bisa mendeteksi kanker mulut lebih cepat, lebih mudah, dan tanpa prosedur invasif. Hasil pemeriksaan dengan tes ini disebut bisa diketahui hanya dalam waktu kurang dari satu jam.

Temuan itu menjadi penting karena diagnosis kanker mulut selama ini kerap bergantung pada biopsi, prosedur yang mengharuskan pengambilan jaringan dari area yang dicurigai. Selain terasa tidak nyaman, langkah tersebut juga sering membuat pasien enggan menjalani pemeriksaan lanjutan secara rutin.

Kanker mulut dan tantangan deteksi dini

Kanker mulut mungkin tidak seterkenal jenis kanker lain, tetapi kasusnya terus meningkat di berbagai belahan dunia. Penyakit ini juga bisa berakibat fatal jika terlambat dikenali.

Tanda yang kerap muncul antara lain luka yang tidak kunjung sembuh atau bercak yang berubah warna di bibir, gusi, lidah, maupun bagian dalam pipi. Meski tidak semua lesi seperti itu bersifat ganas, pemeriksaan tetap dibutuhkan untuk memastikan kondisinya.

Selama ini, dokter umumnya menggunakan biopsi dengan pisau bedah untuk mengambil sampel jaringan dari area yang dicurigai. Pada sebagian pasien, prosedur ini perlu diulang untuk memantau apakah lesi jinak berkembang menjadi kanker.

qMIDS, tes usap yang lebih praktis

Alternatif yang kini diuji adalah quantitative Malignancy Index Diagnostic System atau qMIDS. Metode ini hanya membutuhkan usapan sikat kecil pada bagian mulut yang dicurigai mengalami kelainan.

Menurut Queen Mary University of London, alat ini mengambil sampel dari lesi yang dicurigai lalu menganalisis ekspresi mRNA dari empat gen yang berkaitan dengan kanker mulut. Peneliti juga mengambil sampel pembanding dari bagian mulut yang sehat.

Dalam penelitian terbaru yang dipublikasikan di jurnal Biomarker Research, tim menguji 545 sampel biopsi sikat dari pasien dengan lesi yang berpotensi menjadi kanker. Versi ketiga qMIDS itu ingin melihat seberapa baik alat ini membedakan kanker mulut dengan lesi jinak.

Detail Tes qMIDS Informasi
Jenis pemeriksaan Biopsi sikat pada lesi mulut yang dicurigai
Target analisis Ekspresi mRNA dari 4 gen terkait kanker mulut
Jumlah sampel 545 sampel biopsi sikat
Waktu hasil Kurang dari 1 jam

Akurasi tinggi dan potensi penggunaan klinis

Hasil pengujian menunjukkan tingkat akurasi keseluruhan mencapai 95,5 persen. Tingkat positif palsu maupun negatif palsu juga disebut kurang dari 5 persen, sementara seluruh hasil pemeriksaan dapat diperoleh dalam waktu kurang dari satu jam.

Ahli onkologi mulut dari Queen Mary University of London, Muy-Teck Teh, mengatakan kepada Science Alert bahwa performa tes usap ini sebanding dengan mikrobiopsi. Ia menilai sinyal biologis dari empat gen tersebut cukup kuat dan konsisten untuk dideteksi dari sel-sel permukaan yang dikumpulkan lewat biopsi sikat.

Teh juga menekankan bahwa tes ini bisa dipakai berulang, sehingga pasien dengan lesi pra-kanker yang menetap dapat dipantau secara sistematis. Dengan begitu, dokter berpeluang menemukan perubahan menuju kanker jauh lebih awal daripada sebelumnya.

Pentingnya temuan ini ikut didorong oleh tren peningkatan kasus kanker mulut di dunia. Para peneliti menyebut jumlah kasusnya telah naik lebih dari dua kali lipat sejak 1990, dan angka kematiannya juga ikut meningkat.

Sejumlah faktor gaya hidup diduga ikut berperan, mulai dari merokok, konsumsi alkohol, minuman tinggi gula, hingga infeksi human papillomavirus atau HPV. Saat ini, tim peneliti tengah berupaya mengomersialkan teknologi tersebut dan memperkirakan qMIDS bisa mulai digunakan dalam layanan klinis dalam waktu sekitar dua tahun.

Source: www.cnbcindonesia.com
Terbaru