Bitcoin Goyah, Emas Justru Melambung: Apakah Narasi ‘Emas Digital’ Terancam Gagal?

Author: Qoo Media

Harga emas mencapai rekor tertinggi baru pekan ini, sementara Bitcoin justru merosot ke level terendah sejak November. Kinerja emas yang lebih stabil dibandingkan Bitcoin dalam lima tahun terakhir menimbulkan pertanyaan penting: Apakah narasi Bitcoin sebagai "emas digital" mulai goyah?

Bitcoin sempat diperdagangkan sekitar $83.926 di New York, setelah mengalami penurunan tajam 7% dalam 24 jam terakhir, menurut data dari CoinGecko. Sepanjang tahun lalu, harga Bitcoin turun sekitar 20%, menunjukkan volatilitas yang masih tinggi pada aset kripto tersebut.

Volatilitas Bitcoin vs Stabilitas Emas

Menurut Jake Kennis, analis riset di Nansen, Bitcoin tidak pernah konsisten sebagai pelindung nilai atau safe haven seperti emas. Bitcoin lebih rentan mengalami penurunan harga dua digit atau lebih dalam waktu singkat, berbeda dengan emas yang cenderung lebih stabil.

Sementara itu, Bitcoin pernah dianggap sebagai "emas digital" karena pasokannya yang terbatas. Dalam jangka panjang, Bitcoin memang menunjukkan kenaikan nilai lebih dari 150% terhadap dolar AS selama lima tahun terakhir. Namun, hubungan pergerakan harga Bitcoin dengan emas tidak selalu berjalan paralel.

Contohnya, saat krisis perbankan AS tahun ini, investor berbondong-bondong membeli emas dan Bitcoin secara bersamaan. Tapi itu termasuk kejadian langka karena biasanya Bitcoin bergerak seperti aset berisiko lain, terutama saham teknologi yang fluktuasinya tinggi.

Bitcoin Masih Dianggap Aset Berisiko

Kennis menegaskan bahwa Bitcoin hanya menunjukkan karakteristik safe haven secara situasional dan masih dianggap sebagai aset berisiko. Perbedaan utama antara Bitcoin dan emas menurut Tim Sun, peneliti senior di HashKey Group, adalah pada sisi likuiditas dan basis investor yang berbeda.

Investor emas fokus pada risiko makroekonomi jangka panjang dan risiko kredit negara. Sebaliknya, pembeli Bitcoin lebih dipengaruhi oleh aktivitas perdagangan berfrekuensi tinggi dan leverage, menjadikannya sensitif terhadap sentimen pasar jangka pendek.

Dampak Leverage Terhadap Harga Bitcoin

Tekanan jual akibat perdagangan dengan leverage besar pada Oktober sempat menyebabkan harga Bitcoin terjun bebas setelah mencapai puncak $126.080. Gelombang likuidasi senilai $19 miliar menciptakan penurunan harga terbesar dalam sejarah kripto yang membuat Bitcoin kehilangan momentum kenaikannya.

Sejak peristiwa tersebut, Bitcoin masih berjuang naik kembali dan mayoritas waktu diperdagangkan di bawah ambang $100.000. Sementara itu, emas tetap diminati sebagai aset perlindungan nilai saat dolar melemah, menunjukkan perbedaan fundamental antara kedua aset ini.

Prospek Ke Depan Bitcoin dan Emas

Meski performa Bitcoin minggu ini gagal mengikuti lonjakan harga logam mulia, beberapa analis melihat Bitcoin sebagai aset unik yang masih bisa mendapatkan keuntungan dari kebijakan moneter yang longgar sepanjang tahun ini.

Menurut firma riset CF Benchmarks, pada 2035 nanti, Bitcoin diprediksi akan menguasai sekitar sepertiga pasar penyimpanan nilai global. Ini menunjukkan bahwa meskipun narasi "emas digital" untuk Bitcoin masih dianggap premature, perannya sebagai penyimpan nilai jangka panjang tetap mendapat perhatian besar dari para investor dan analis.

Terbaru