Bitcoin menunjukkan kestabilan harga meskipun harga emas dan perak mengalami kejatuhan tajam pada Jumat lalu. Kondisi ini terjadi sehari setelah nilai Bitcoin dan aset kripto lainnya turun signifikan, sementara logam mulia naik.
Harga emas turun hampir 9% menjadi $4.877 per ounce pada sesi perdagangan di New York. Sedangkan harga perak ambruk lebih dari 28% ke level $82 per ounce. Bandingkan dengan Bitcoin yang justru naik tipis 0,2% menjadi $83.873.
Lonjakan Volatilitas pada Emas dan Perak
Indeks volatilitas ETF emas CBOE (GVZCLS) melonjak ke angka 46,02, tertinggi sejak WHO menetapkan pandemi global pada Maret 2020. Sementara Indeks volatilitas ETF perak Cboe mencapai rekor tertinggi sepanjang masa di 123,03 sejak peluncurannya pada 2011.
Lonjakan volatilitas ini menunjukkan perubahan cepat ekspektasi pasar terkait suku bunga dan likuiditas. Pergerakan tersebut biasanya memberikan tekanan pada logam mulia yang tidak memberikan hasil imbal hasil (non-yield).
Pengaruh Kebijakan Moneter dan Nilai Dolar
Kejatuhan emas dan perak terjadi di tengah spekulasi pasar mengenai kebijakan moneter yang lebih ketat dan penguatan dolar AS. Logam mulia sering kali tertekan saat pelaku pasar mengantisipasi kenaikan suku bunga atau menguatnya dolar.
Pengumuman Presiden Donald Trump yang mencalonkan Kevin Warsh sebagai pengganti Ketua The Fed Jerome Powell bertepatan dengan penurunan harga logam mulia. Warsh dikenal sebagai penentang kebijakan moneter longgar dan ekspansi neraca The Fed pascapandemi.
Pengumuman tersebut memicu reli dolar AS. Indeks Dolar Amerika Serikat (US Dollar Index) naik ke level 96,94, tertinggi sejak awal pekan. Penguatan dolar ini kerap menekan harga komoditas berdenominasi dolar, termasuk emas dan perak.
Kinerja Bitcoin di Tengah Volatilitas Pasar
Bitcoin bergerak di kisaran antara $82.000 hingga $84.000 pada Jumat sore, setelah kemarin mengalami penurunan dari $88.000 ke hampir $81.000 dalam hitungan jam. Secara mingguan, Bitcoin tercatat turun lebih dari 6%.
Sentimen pasar kripto masih menunjukkan ketidakpastian. Pengguna platform Myriad kini terbagi rata antara prediksi Bitcoin turun ke $69.000 atau naik ke $100.000 setelah dua bulan optimisme berlanjut. Saat ini, probabilitas kenaikan ke $100.000 mencapai 57,5%.
Namun, indeks Crypto Fear & Greed menunjukkan rasa takut yang masih tinggi di kalangan investor kripto. Nilai indeks ini turun 10 poin dalam 24 jam terakhir menjadi 16, level terendah sejak awal tahun.
Indeks tersebut mengukur volatilitas pasar, momentum, volume perdagangan, sentimen media sosial, dominasi Bitcoin, serta tren pencarian terkait kripto di Google. Level ekstrem pada indeks ini menggambarkan ketidakpastian signifikan dalam pasar aset digital.
Faktor-faktor yang Perlu Dipertimbangkan Investor
- Pergerakan suku bunga The Fed dan kebijakan moneter yang dijalankan Kevin Warsh.
- Penguatan dolar AS dan dampaknya terhadap harga komoditas.
- Tren volatilitas yang tinggi pada logam mulia.
- Sentimen pasar kripto yang masih berada di bawah tekanan signifikan.
Kondisi pasar saat ini menunjukkan adanya pergeseran portofolio investor antara logam mulia dan aset digital seperti Bitcoin. Para trader dan investor perlu memantau kebijakan moneter, data makroekonomi, serta sentimen pasar agar dapat mengambil keputusan yang tepat dalam menghadapi volatilitas yang tinggi.
