Bitcoin Hashrate Turun 12%, Terendah Sejak Larangan Tambang China Akibat Cuaca Ekstrem AS

Author: Qoo Media

Bitcoin mengalami penurunan hashrate sebesar 12%, yang merupakan penurunan terburuk sejak pelarangan aktivitas penambangan oleh China. Penurunan ini terjadi setelah badai musim dingin yang parah di Amerika Serikat memaksa beberapa perusahaan penambangan besar menghentikan operasi mereka sementara waktu.

Data dari CryptoQuant menunjukkan bahwa total hashrate jaringan Bitcoin saat ini berada di sekitar 970 exahash per detik, level terendah sejak September 2025. Penurunan ini dipercepat oleh gangguan pasokan listrik di beberapa pusat penambangan utama di AS akibat kondisi cuaca ekstrem.

Beberapa penambang publik menghentikan aktivitasnya untuk melindungi infrastruktur dan mematuhi permintaan pengurangan beban jaringan listrik. Situasi ini memperparah tren penurunan yang sudah dimulai sejak Bitcoin turun dari rekor tertinggi sekitar $126.000 menjadi sekitar $100.000 pada akhir tahun sebelumnya.

Dampak penurunan hashrate terasa langsung pada pendapatan penambang. Pendapatan harian Bitcoin turun dari sekitar $45 juta pada 22 Januari menjadi $28 juta dalam dua hari berikutnya. Meski kemudian naik sedikit menjadi sekitar $34 juta, angka tersebut masih jauh di bawah rata-rata sebelumnya.

Produksi Bitcoin juga mengalami kontraksi tajam. Penambang publik utama gagal mempertahankan output mereka, yang turun dari 77 Bitcoin per hari menjadi hanya 28 Bitcoin dalam periode yang sama. Penambang lain mengalami penurunan dari 403 Bitcoin menjadi 209 Bitcoin, menyebabkan total produksi jaringan turun drastis.

Secara rata-rata selama 30 hari terakhir, penambang publik mencatat penurunan produksi sebesar 48 Bitcoin, yang menjadi penurunan terdalam sejak Mei 2024. Penambang non-publik mengalami penurunan produksi paling signifikan sejak Juli 2024, yakni sebanyak 215 Bitcoin.

Indeks Profitabilitas Penambang yang dihitung oleh CryptoQuant menurun ke posisi 21, angka terendah sejak November 2024. Tingkat ini menunjukkan kondisi bisnis penambangan yang sangat tertekan, dimana pendapatan tidak cukup menutup biaya operasi bagi sebagian besar penambang, meskipun telah terjadi beberapa penyesuaian kesulitan penambangan untuk mereduksi tekanan.

Meskipun tingkat kesulitan penambangan mengalami penurunan seiring dengan berkurangnya mesin yang beroperasi, penurunan ini belum cukup untuk mengimbangi turunnya harga Bitcoin dan gangguan operasional yang terjadi. Jika hashrate tetap rendah, jaringan mungkin akan menghadapi penyesuaian kesulitan lebih lanjut dalam beberapa minggu mendatang untuk memberikan sedikit kelonggaran margin bagi para penambang.

Situasi ini menunjukkan bahwa penambang Bitcoin menghadapi periode yang sangat sulit, bahkan setelah lebih dari empat tahun sejak reset besar akibat larangan penambangan di China. Kondisi ini mempertegas betapa rentannya industri penambangan terhadap faktor eksternal seperti cuaca ekstrem dan dinamika harga pasar.

Terbaru