Bitcoin kembali anjlok di bawah level $75.000, yang berdampak langsung pada perusahaan Strategy (sebelumnya MicroStrategy). Lonjakan penurunan harga ini membuat nilai aset Bitcoin perusahaan tersebut mengalami kerugian buku yang mencapai hampir $1 miliar.
Dalam beberapa pekan terakhir, Bitcoin menghadapi tekanan jual yang signifikan, merosot lebih dari 12% dalam sepekan terakhir. Pada perdagangan pagi di Asia, aset kripto ini bahkan sempat menyentuh harga terendah $74.544 di platform Binance, sebelum sedikit pulih ke kisaran $75.826.
Dampak Kerugian bagi Strategy
Strategy yang dipimpin Michael Saylor memiliki 712.647 BTC dengan rata-rata biaya pembelian $76.037 per koin. Dengan harga Bitcoin saat ini, kerugian kertas yang mereka alami mencapai sekitar $150 juta. Namun, pada titik terendah sesi perdagangan, kerugian ini hampir membengkak mencapai $1 miliar.
Seorang pengamat pasar menyoroti risiko besar dari eksposur korporasi pada Bitcoin. Ia mengatakan, “Setiap penurunan harga Bitcoin menghapus miliaran nilai buku dari neraca mereka. Ini menunjukkan seberapa berisikonya investasi korporasi di Bitcoin, bahkan bagi pemain utama sekalipun.”
Kerugian Belum Terbatas pada Strategy
Data dari BitcoinTreasuries mengungkapkan bahwa beberapa perusahaan lain yang memegang Bitcoin juga mengalami kerugian signifikan. Contohnya, posisi Bitcoin Metaplanet turun 30,13%, Strive mengalami kerugian 28,97%, dan GD Culture Group mencatat kerugian buku sebesar 35,59%.
Walau demikian, Strategy tetap pada strategi beli Bitcoin mereka. Saylor mengisyaratkan kemungkinan akumulasi lebih lanjut dan jika terjadi, ini akan menjadi pembelian kelima mereka sepanjang tahun ini. Pada 20 Januari, Strategy membeli 22.305 BTC sekaligus, menjadi akuisisi terbesar mereka sejauh ini.
Pendanaan Akuisisi Bitcoin oleh Strategy
Untuk mendukung pembelian berkala, Strategy meningkatkan tingkat dividen saham preferen Series A Perpetual Stretch Preferred Stock (STRC) menjadi 11,25%. Langkah ini bertujuan menarik modal tambahan. Sejauh ini, hasil penjualan STRC telah membiayai akuisisi lebih dari 27.000 Bitcoin oleh Strategy.
Pengaruh Penurunan Bitcoin terhadap Pasar dan Investor Institusional
Penurunan harga Bitcoin tidak hanya berdampak pada neraca perusahaan, tetapi juga investor institusional. Data CryptoQuant menunjukkan bahwa Bitcoin kini diperdagangkan di bawah Realized Price dari ETF Bitcoin AS, yang berarti rata-rata investor spot Bitcoin ETF sedang mengalami kerugian belum terealisasi.
Kondisi ini menguji kesetiaan pembeli institusional jika harga terus tertekan. Analis memperkirakan Bitcoin berpotensi turun ke rentang $55.000 hingga $58.000. Rata-rata pergerakan 200 minggu dan Realized Price berada dalam kisaran tersebut, menandai titik-titik kunci support jangka panjang.
Indikator momentum juga melemah, dengan Relative Strength Index (RSI) turun di bawah tingkat netral 50. Sejarah menunjukkan Bitcoin seringkali berbalik ke tingkat rata-rata pergerakan 200 minggu atau Realized Price ketika mengalami tekanan penjualan.
Seorang analis popular, PlanB, berkomentar, “Meskipun bullish lemah (tanpa penurunan tajam), bear mungkin juga akan dangkal,” menunjukkan potensi penurunan terbatas, meski risiko masih ada.
Masa Depan Strategi Bitcoin Korporasi
Dengan posisi harga Bitcoin yang kini berada di bawah beberapa level biaya utama dan support teknikal, pekan-pekan mendatang menjadi momen penting untuk menguji Kekukuhan komitmen para investor institusional. Penurunan harga yang berlanjut bisa menimbulkan tekanan lebih besar terhadap neraca perusahaan-perusahaan dengan kepemilikan Bitcoin tinggi, meningkatkan besarnya kerugian kertas mereka.
Skenario ini akan memantau bagaimana strategi akumulasi perusahaan besar, termasuk Strategy, bertahan di tengah volatilitas yang terjadi. Dimensi risiko dan potensi keuntungan tetap menjadi perhatian utama dalam dinamika pasar kripto saat ini.
