
Kerugian akibat kejahatan cryptocurrency melonjak tajam mencapai $370,3 juta pada Januari, mencatat angka tertinggi dalam 11 bulan terakhir. Data ini berasal dari CertiK, perusahaan keamanan blockchain yang memantau insiden eksploitasi dan penipuan dalam dunia kripto.
Sebagian besar kerugian disebabkan oleh phishing dan rekayasa sosial, dengan satu skema tunggal meraup kerugian sebesar $284 juta. Jumlah tersebut nyaris empat kali lipat lebih tinggi dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya, di mana kerugian mencapai $98 juta.
Penyebab Kerugian Kripto
- Penipuan phishing mendominasi dengan total nilai kerugian mencapai $311,3 juta.
- Eksploitasi smart contract juga memicu kerugian besar, termasuk serangan pada platform Step Finance dan protokol Truebit.
- Sekitar 40 insiden penipuan dan eksploitasi tercatat sepanjang bulan, dengan mayoritas kerugian berasal dari skema sosial tunggal yang besar.
Kerentanan pada smart contract tetap menjadi ancaman serius. Misalnya, Step Finance, sebuah pelacak portofolio DeFi di jaringan Solana, kehilangan sekitar $28,9 juta setelah dompet perbendaharaan mereka diretas. Sementara Truebit kehilangan sekitar $26,4 juta akibat eksploitasi bug smart contract yang memungkinkan pencetakan token dengan biaya rendah.
Rincian Insiden Besar Lainnya
- Serangan pada SwapNet menyebabkan kerugian sebesar $13,3 juta.
- Jaringan Saga terdampak eksploitasi senilai $7 juta.
- Total terdapat 16 serangan yang menimbulkan kerugian sekitar $86 juta, sedikit lebih rendah dari tahun sebelumnya tetapi meningkat jika dibandingkan dengan bulan Desember.
Selain serangan teknis, tindakan kriminal terkait cryptocurrency semakin meningkat. Chainalysis melaporkan alamat kripto ilegal menerima dana sebesar $154 miliar sepanjang tahun lalu, menunjukkan tren kejahatan yang meningkat pesat.
Kasus hukum terbaru menyorot seorang pria berusia 23 tahun dari Brooklyn, Ronald Spektor, yang didakwa mencuri sekitar $16 juta dari sekitar 100 pengguna Coinbase melalui skema phishing dan rekayasa sosial. Kasus ini menggambarkan pentingnya kewaspadaan terhadap metode kejahatan yang terus berkembang.
Data CertiK dan PeckShield menunjukkan bahwa ancaman keamanan kripto tidak hanya datang dari sisi teknis tetapi juga manipulasi sosial yang kompleks. Para pelaku kejahatan semakin kreatif memanfaatkan kelemahan manusia maupun sistem untuk meraih keuntungan besar.
Mengingat tren ini, pelaku industri dan investor harus menambah lapisan keamanan dan edukasi untuk mencegah kerugian lebih lanjut. Pemantauan risiko dan penguatan protokol keamanan menjadi elemen vital untuk menjaga kepercayaan serta stabilitas ekosistem aset digital.





