Pasar kripto baru-baru ini menunjukkan volatilitas tinggi dengan bitcoin turun di bawah harga $75.000. Di tengah tekanan pasar ini, Hyperliquid muncul sebagai alternatif menarik dengan pasar permissionless-nya mencapai rekor baru dalam aktivitas perdagangan.
Hyperliquid meluncurkan pasar ini pada bulan Oktober melalui Hyperliquid Improvement Proposal 3 (HIP-3). Dengan ide ini, siapa saja dapat membuat pasar untuk aset seperti kripto, saham, emas, dan lainnya hanya dengan staking 500.000 token HYPE. Pendekatan ini mengubah cara pasar dibentuk dengan memberikan akses demokratis tidak hanya bagi trader, tetapi juga pembuat pasar.
Rekor Aktivitas dan Pengaruh Token HYPE
Dalam waktu singkat, nilai open interest di pasar Hyperliquid berhasil menembus angka $1 miliar. Volume perdagangan 24 jamnya juga mencapai $4,8 miliar, menandai tingkat aktivitas yang belum pernah terjadi sebelumnya. Lonjakan tersebut membawa token asli Hyperliquid, HYPE, mengalami kenaikan signifikan sebesar 41% dalam seminggu.
Perbandingannya cukup mencolok karena bitcoin justru turun 11%, sementara ether dan altcoin utama lainnya bahkan mengalami penurunan lebih tajam. Karena itu, banyak pelaku pasar kini melihat token HYPE sebagai "permainan defensif". Status ini mirip dengan saham farmasi atau utilitas yang stabil saat pasar ekuitas bearish, yang fokus pada pelestarian modal dan kestabilan.
Ketahanan HYPE di Tengah Volatilitas Pasar Kripto
Meski demikian, belum jelas apakah HYPE bisa mempertahankan posisi sebagai tempat berlindung di pasar kripto. Jika kejatuhan pasar semakin dalam, kepercayaan investor mungkin menurun dan aktivitas perdagangan di Hyperliquid dapat ikut melambat. Situasi ini berpotensi membatasi kenaikan harga token HYPE di masa depan.
Namun sejauh ini, token tersebut tetap berhasil berbeda dari tren dominan yang dipimpin bitcoin. Kondisi ini memberikan peluang diversifikasi langka bagi trader yang mencari instrumen selain bitcoin untuk melindungi portofolionya.
Dampak Penurunan Bitcoin dan Prospek Pasar
Penurunan bitcoin di bawah $75.000 menjadi sorotan utama. Berdasarkan data CoinDesk Indices, hampir semua indeks sub-sektor pasar kripto menunjukkan penurunan lebih dari 15% sepanjang tahun ini. Situasi ini juga berdampak pada investor spot ETF yang kini berada dalam posisi merugi, sehingga berpotensi memicu penjualan besar-besaran dan tekanan harga lebih lanjut.
Strategi investasi yang berhubungan dengan bitcoin, seperti yang dimiliki oleh MSTR dengan 712.000 BTC atau sekitar 3,4% total pasokan, turut membuat perhatian pasar meningkat. Leverage yang dimiliki MSTR memperbesar risiko turun lebih dalam, meskipun terkadang ada pergerakan yang berbeda arah seperti yang terjadi pada Jumat ketika BTC turun namun MSTR naik 4%. Menurut analis dari Tagus Capital, pola decoupling seperti ini kemungkinan tidak akan bertahan lama.
QCP Capital menegaskan bahwa level support krusial untuk bitcoin ada di angka $74.000. Penurunan di bawah angka ini berpotensi memicu koreksi lebih dalam dan membawa pasar kripto kembali ke kisaran perdagangan tahun lalu. Sebaliknya, jika bitcoin mampu bertahan dan menembus angka $80.000, pasar mungkin akan mendapatkan momen penenangan sementara.
Panduan Singkat untuk Memahami Fenomena Hyperliquid dan HYPE
- HIP-3 memungkinkan siapa saja menciptakan pasar baru dengan staking token HYPE.
- Open interest dan volume perdagangan di Hyperliquid menembus angka rekor, mencerminkan minat yang sangat tinggi.
- Token HYPE melonjak 41% dalam sepekan, berlawanan dengan tren turun bitcoin dan altcoin utama lainnya.
- HYPE disebut sebagai aset defensif yang stabil saat pasar kripto sedang lesu.
- Support utama bitcoin ada di $74.000, menandai titik penting untuk pergerakan selanjutnya.
Hyperliquid dan token HYPE kini menjadi pusat perhatian karena berhasil menawarkan alternatif pada pasar kripto yang sedang menghadapi ketidakpastian. Pemantauan berkelanjutan diperlukan untuk melihat apakah momentum ini dapat bertahan di tengah dinamika pasar yang sangat fluktuatif.
