Bitcoin gagal mempertahankan kenaikan harga setelah sempat menembus angka di atas $79.000. Selama perdagangan pagi di Amerika Serikat, harga bitcoin kembali turun ke kisaran sekitar $77.100, atau merosot sekitar 2% dalam 24 jam terakhir.
Sementara itu, mata uang kripto lain seperti Ether (ETH) mengalami penurunan lebih tajam, turun hingga 4,7% dan diperdagangkan pada level $2.260. Penurunan ini mengikuti tren pelemahan yang juga dialami oleh beberapa saham teknologi dan perusahaan terkait kecerdasan buatan (AI) di pasar saham AS.
Koreksi Harga Bitcoin dan Dampaknya pada Saham Kripto
Penurunan bitcoin bertepatan dengan reli harga emas dan perak yang kembali menguat signifikan. Ini merupakan indikasi pemulihan pasar logam mulia dari aksi jual panik yang terjadi sebelumnya. Kenaikan emas dan perak menunjukkan pergeseran minat investor ke aset safe haven di tengah gejolak pasar.
Paruh pasar saham teknologi yang terkait AI juga tertekan. Saham Nvidia (NVDA), Oracle (ORCL), Broadcom (AVGO), Micron (MU), dan Microsoft (MSTR) turun antara 3% hingga 5%. Penurunan ini menjadi salah satu faktor penyumbang kemerosotan indeks Nasdaq sebesar 1%.
Di sisi korporasi kripto, perusahaan-perusahaan besar yang memegang bitcoin dan layanan terkait kripto juga mencatatkan penurunan harga saham. Strategy, yang merupakan pemegang bitcoin terbesar secara publik dengan kode saham MSTR, turun lebih dari 2%. Perusahaan lain seperti Coinbase (COIN) dan Bullish (BLSH) juga mencatat koreksi harga yang seimbang.
Performa Berbeda Pada Perusahaan Infrastrukur Kripto dan AI
Meski sebagian besar saham kripto melemah, beberapa perusahaan penambang bitcoin yang bertransformasi menjadi penyedia infrastruktur AI justru mencatatkan kenaikan. TeraWulf (WULF) melonjak 12% setelah mengumumkan akuisisi dua lokasi industri di Amerika Serikat yang dapat menggandakan kapasitas listrik mereka menjadi 2,8 gigawatt.
Cipher Mining (CIFR) juga naik sekitar 4% menyusul pengumuman rencana penggalangan dana sebesar $2 miliar melalui pasar obligasi berisiko. Dana ini akan digunakan untuk mengembangkan pusat data Black Pearl di Texas yang menyediakan daya 300 megawatt dalam kontrak sewa jangka panjang dengan Amazon Web Services.
Sentimen dan Pergerakan Pasar Opsi Bitcoin
Menurut Jake Ostrovskis, kepala OTC dari perusahaan perdagangan kripto Wintermute, trader dan investor saat ini bersiap menghadapi pantulan harga bitcoin yang bersifat singkat. Hal ini tercermin dari pola transaksi pasar opsi yang menunjukkan permintaan proteksi downside jangka pendek sedang tinggi.
Ostrovskis membandingkan situasi ini dengan yang pernah terjadi pada April 2025, saat permintaan untuk proteksi upside sangat minim. Kondisi backwardation pada volatilitas opsi, di mana volatilitas jangka pendek lebih tinggi dibandingkan jangka panjang, menjadi indikasi kepercayaan investor yang masih menahan agresi beli.
Ia menambahkan fokusnya tertuju pada saat volatilitas dan kurva opsi kembali normal ke pola contango, di mana volatilitas jangka panjang lebih tinggi. Saat itu terjadi, barulah sinyal bottom harga lokal pada bitcoin dapat lebih dipastikan.
Tinjauan pada Aset Safe Haven
Kenaikan emas dan perak di tengah volatilitas pasar kripto dan teknologi tetap menjadi fokus investor yang mencari perlindungan nilai. Logam mulia ini menunjukkan tren penguatan sebagai alternatif investasi saat ketidakpastian pasar meningkat.
Investor pun mengamati secara saksama dinamika di pasar opsi bitcoin dan pergerakan saham kripto sebagai indikator perubahan sentimen. Kombinasi dari pergerakan harga aset kripto, saham teknologi, dan logam mulia menjelaskan kondisi pasar yang sedang bergejolak dan penuh dinamika investasi global.
