Dalam waktu kurang dari satu pekan, nilai pasar cryptocurrency mengalami penurunan drastis hampir sebesar $500 miliar. Bitcoin menjadi motor utama penurunan ini, menjatuhkan harga dan menimbulkan tekanan kuat di seluruh aset digital.
Menurut data CoinGecko, total kapitalisasi pasar kripto turun sebesar $467,6 miliar sejak akhir Januari. Bitcoin mencapai titik terendah sejak kemenangan Donald Trump dalam pemilu AS 2024, menyentuh level $72.877 sebelum sempat menguat jarak pendek ke sekitar $74.800.
Meskipun pemerintahan Gedung Putih menunjukkan sikap pro-kripto dan adopsi institusional semakin meluas, Bitcoin turun sekitar 40% dari puncaknya pada awal Oktober lalu. Jatuhnya harga ini dipicu oleh likuidasi besar pada 10 Oktober yang menghapus taruhan leverage senilai $19 miliar, efek yang masih membayangi pasar.
Analis FxPro, Alex Kuptsikevich, mengungkapkan bahwa meski terjadi pemulihan kecil, tren harga rendah berulang menunjukkan dominasi aksi jual yang kuat di pasar. Investor masih cenderung menjual saat harga naik, sehingga volatilitas tetap tinggi.
Selain pasar kripto, pasar global juga diwarnai ketidakstabilan, dengan pergerakan harga emas dan perak yang tajam. Namun, logam mulia berhasil menarik minat beli, sementara pasar cryptocurrency terus mengalami tekanan. Ketegangan geopolitik antara AS dan Iran mendorong investor mencari instrumen aman, namun Bitcoin dan saham AS sama-sama turun.
Penurunan Bitcoin ini menimbulkan keraguan terhadap klaimnya sebagai “emas digital” yang berfungsi sebagai aset pelindung pada masa ketidakamanan geopolitik. Investor ternama Michael Burry menyatakan bahwa Bitcoin terbukti hanya sebagai aset spekulatif yang gagal menunjukkan peran sebagai lindung nilai, berbeda dengan logam mulia.
Menurut laporan Deutsche Bank, tren ini menandai berakhirnya fase “Tinkerbell Effect” di mana harga Bitcoin lebih didukung imajinasi daripada fundamental. Bitcoin kini memasuki fase penilaian yang lebih realistis akibat kombinasi sinyal ketat dari Federal Reserve, aliran keluar institusional, serta menipisnya likuiditas perdagangan di tengah regulasi yang mandek.
Dalam 24 jam terakhir, likuidasi posisi bullish dan bearish melebihi $700 juta di pasar futures cryptocurrency, menjadikan total likuidasi sejak akhir Januari mencapai lebih dari $6,67 miliar. Data ini berasal dari CoinGlass, menggarisbawahi betapa volatil dan rapuhnya kondisi pasar saat ini.
Pergerakan dana di dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) Bitcoin AS juga menunjukkan ketidakstabilan. Setelah masuk modal bersih sebesar $562 juta pada hari Senin, investor menarik dana sebanyak $272 juta pada Selasa, menurut data Bloomberg. Hal ini mencerminkan ketidakpastian sentimen pasar meski ada keinginan untuk tetap terlibat.
Michael Novogratz, CEO Galaxy Digital LP, menambahkan bahwa sebelumnya ada kepercayaan besar dan hampir religius pada Bitcoin sehingga banyak investor enggan melepas aset tersebut. Namun, “demam” itu telah mereda, sehingga penjualan mulai terjadi.
Faktor-faktor di atas membentuk gambaran pasar cryptocurrency yang sedang mengalami tekanan hebat. Pasar masih menunggu arah selanjutnya yang dipengaruhi oleh kebijakan moneter, sentimen institusional, dan dinamika geopolitik global yang terus berkembang.







