Loongson, produsen chip asal China, baru-baru ini mengirimkan prosesor 12-core 3B6000 untuk diuji performanya pada platform Linux oleh Phoronix. Hasil pengujian tersebut menunjukkan bahwa meskipun mempunyai jumlah inti yang lebih banyak, performa 3B6000 tertinggal jauh dibandingkan prosesor enam inti modern seperti AMD Ryzen 5 9600X.
Benchmark yang dijalankan oleh Phoronix memperlihatkan bahwa 3B6000 memiliki kecepatan clock yang rendah, yaitu hanya 2,5GHz, sehingga kinerjanya hampir tiga kali lebih lambat daripada Ryzen 5 9600X yang memiliki clock lebih tinggi.
Performa Loongson 3B6000 dalam berbagai pengujian Linux
Phoronix melakukan pengujian komprehensif pada 3B6000 dalam berbagai aplikasi yang mendukung Linux dan AVX-512. Dalam banyak pengujian, 3B6000 berada di posisi paling bawah, menunjukkan performa jauh di belakang prosesor x86 dari AMD dan Intel.
Satu-satunya prosesor yang dapat dikalahkan oleh 3B6000 adalah CPU ARM quad-core yang digunakan pada Raspberry Pi 500. Hal ini mengindikasikan bahwa meski memiliki banyak inti, kecepatan clock yang rendah sangat membatasi potensi kinerja chip.
Namun, terdapat beberapa pengecualian dalam pengujian tersebut. Misalnya, di benchmark C-Ray 2.0, 3B6000 mampu menyamai performa Ryzen 5 9600X. Di aplikasi OpenSSL 3.6, performanya mendekati Intel Core Ultra 5 245K, dan pada QuickSilver 20230818, 3B6000 bahkan sedikit mengungguli Core Ultra 5 245K sekaligus setara dengan Core Ultra 9 285K. Meski begitu, capaian ini masih menjadi pengecualian dibandingkan performa umumnya.
Faktor utama pembatas performa: Kecepatan clock rendah
Salah satu penyebab utama performa yang kurang memuaskan adalah kecepatan clock yang rendah pada chip 3B6000, yaitu hanya 2,5GHz. Angka ini setengah dari kecepatan clock standar yang dimiliki oleh prosesor terbaru Intel dan AMD.
Arsitektur CPU LA664 yang digunakan dalam 3B6000 memiliki IPC (Instructions Per Clock) setara dengan Zen 3, namun keuntungan IPC tersebut tidak bisa dimaksimalkan karena batasan kecepatan clock yang rendah.
Upaya Loongson mengembangkan arsitektur yang lebih cepat
Loongson telah mengumumkan pengembangan arsitektur CPU baru bernama LA864 yang ditargetkan mampu menyaingi performa prosesor Intel generasi 13 dan 14 (Raptor Lake).
Selain itu, chip dengan arsitektur baru ini direncanakan berjalan pada kecepatan clock yang jauh lebih tinggi, antara 3 sampai 3,5GHz. Meskipun masih jauh dari 5GHz yang dicapai oleh Intel dan AMD, peningkatan ini merupakan langkah signifikan bagi Loongson.
Spesifikasi motherboard dan dukungan perangkat keras
Prosesor 3B6000 diuji pada papan pengembangan micro-ATX 3B6000x1-7A2000x1-EVB yang memiliki dua slot DIMM, satu slot M.2, dua slot PCIe x16, dan beberapa port USB. Perangkat keras ini mencerminkan platform yang relatif sederhana untuk chip tersebut.
Penilaian ini penting untuk memahami basis kemampuan teknis chip dalam ekosistem perangkat keras yang ada saat ini sebelum dibandingkan dengan rival-rivalnya di pasar global.
Dengan hasil pengujian ini, jelas bahwa Loongson 3B6000 masih jauh dari dapat bersaing secara langsung dengan prosesor x86 dari AMD dan Intel dalam hal performa multi-core pada Linux. Namun, pengembangan arsitektur baru dan peningkatan clock speed yang dijanjikan menjadi sinyal positif bagi masa depan chip buatan China ini.
Sementara itu, komunitas pengguna Linux dan penggemar teknologi akan terus memantau evolusi Loongson untuk melihat bagaimana perusahaan ini mampu meningkatkan daya saingnya di pasar prosesor global.
