
Bhutan melakukan transfer Bitcoin senilai total $22 juta di tengah tekanan pasaran kripto yang sedang menurun. Transaksi ini sebenarnya merupakan bagian dari operasi rutin armada investasi negara, Druk Holding Investments (DHI), dan bukan tindakan menjual aset secara panik atau dalam kondisi tertekan.
Menurut data dari platform analitik blockchain Arkham, terdapat dua aliran keluar utama dari DHI dalam satu minggu terakhir. Pertama, sebanyak 100,82 BTC senilai sekitar $8,31 juta dikirim ke QCP Capital, sebuah perusahaan perdagangan aset kripto berbasis di Singapura. Kemudian, sebanyak 184,03 BTC dengan nilai $14,09 juta dilakukan pengalihan pada hari Rabu yang lalu. Analis Peter Chung menilai jumlah tersebut relatif kecil jika dibandingkan dengan pola transaksi Bhutannya sebelumnya.
Konteks Pasar Bitcoin Saat Ini
Transfer ini terjadi bersamaan dengan penurunan harga Bitcoin yang menyentuh level di bawah $72.000, turun hampir 44% dari rekor tertingginya di atas $126.000. Menurut data CoinGecko, Bitcoin diperdagangkan di kisaran $71.299 saat ini. Platform prediksi Myriad juga menunjukkan probabilitas tinggi sekitar 89% bahwa harga Bitcoin dapat turun lebih lanjut hingga $69.000 sebelum berpotensi bangkit ke level $100.000.
Ahli kuantitatif dari Mudrex, Akshat Siddhant, menjelaskan bahwa volatilitas saat ini disebabkan oleh sensitivitas makroekonomi yang lebih luas. Ketegangan geopolitik, khususnya antara Amerika Serikat dan Iran, turut menekan selera risiko investor. Meskipun demikian, dialog yang terus berlangsung antara kedua negara membuka peluang perbaikan sentimen di pasar.
Strategi Investasi dan Mining Bitcoin oleh Bhutan
Bhutan mulai menambang Bitcoin sejak 2019 dengan memanfaatkan energi hidroelektrik yang melimpah. Negara ini secara diam-diam telah mengakumulasi sejumlah besar aset digital sebagai bagian dari strategi diversifikasi ekonominya. Operasi tersebut membuat Bhutan memiliki salah satu cadangan Bitcoin milik negara terbesar di dunia, yang baru diketahui publik dalam beberapa tahun terakhir.
Selain itu, Bhutan juga telah menerapkan kebijakan inovatif dengan menjadikan Bitcoin, Ethereum, dan BNB sebagai cadangan strategis untuk mengembangkan Gelephu Mindfulness City. Proyek ini adalah kawasan administratif khusus yang ditujukan sebagai pusat ekonomi di wilayah selatan negara tersebut. Pada bulan Desember, Bhutan berkomitmen menyumbangkan hingga 10.000 BTC, senilai sekitar $1 miliar, untuk mendukung pendanaan kawasan tersebut.
Pola Transaksi dan Peran QCP Capital
Menurut analisis Arkham, volume transfer terbaru ini lebih kecil dibandingkan pola penjualan rutin Bhutan yang biasanya mencapai sekitar $50 juta dalam satu transaksi. Transaksi besar paling banyak terjadi pada pertengahan hingga akhir September, yang terdiri dari penjualan sejumlah besar Bitcoin dalam tranche.
DHI masih menyimpan sekitar $412 juta dalam bentuk kripto, dengan mayoritas berupa sekitar 5.700 BTC. Alokasi untuk Ethereum dan aset lain relatif kecil. QCP Capital dikenal menyediakan produk terstruktur dalam kripto, yang menawarkan berbagai strategi opsi untuk pendapatan, akumulasi, atau lindung nilai. Kepala riset Apollo Crypto, Pratik Kala, memperkirakan pengiriman Bitcoin ke QCP bukan dalam rangka menjual langsung, tetapi kemungkinan untuk produk terstruktur tersebut.
Transfer terbaru ini mengonfirmasi bahwa Bhutan berperan aktif dan strategis dalam pasar kripto global meskipun dalam kondisi pasar yang turun. Kebijakan dan operasi investasi yang dijalankan negara ini tampak berorientasi jangka panjang serta memperhatikan stabilitas dan diversifikasi aset negara.





