Bitcoin Dip 10% Lagi ke $63,800, Peter Brandt Sebut Ada Penjualan Institusional yang Tekan Harga

Author: Qoo Media

Bitcoin terus mengalami tekanan jual dalam beberapa hari terakhir, dengan harga turun signifikan hingga sekitar $70.000. Penurunan ini memicu likuidasi pasar yang cukup besar, mencapai sekitar $400 juta dalam 24 jam terakhir.

Peter Brandt, seorang trader veteran dan analis pasar kripto, memperingatkan bahwa tren penurunan belum selesai. Ia memprediksi harga Bitcoin dapat turun lebih jauh lagi hingga mendekati level $63.800.

Pola Penjualan Terkoordinasi oleh Institusi

Brandt mengamati adanya pola yang disebutnya sebagai “campaign selling” atau penjualan kampanye. Pola ini ditandai oleh delapan hari berturut-turut dengan puncak dan lembah harga yang terus menurun. Menurutnya, pola tersebut bukan disebabkan oleh aksi panik investor ritel, melainkan dipicu oleh partisipasi besar dari institusi keuangan.

Trader berpengalaman ini mengaitkan fenomena tersebut dengan aktivitas penjualan institusional yang terorganisir. Pengalamannya selama puluhan tahun menunjukkan bahwa gejala serupa biasanya merupakan tanda aksi besar dari investor besar, bukan pergerakan pasar ritel.

Tekanan Penjualan dari ETF Spot Bitcoin Amerika Serikat

Data terbaru mengungkapkan bahwa permintaan institusional terhadap Bitcoin dari ETF spot di Amerika Serikat menurun tajam. Pada periode yang sama tahun lalu, ETF spot tersebut justru mengakumulasi sekitar 46.000 BTC. Namun, pada tahun ini mereka berbalik menjadi penjual bersih dengan melepas sebanyak 10.600 BTC.

Perbedaan permintaan saham Bitcoin ini menciptakan kesenjangan sekitar 56.000 BTC jika dibandingkan tahun sebelumnya. Situasi tersebut memperparah tekanan bearish dalam pasar kripto secara keseluruhan.

Selama sesi perdagangan tanggal 4 Februari, aliran keluar dana (outflow) pada ETF spot Bitcoin mencapai $545 juta. Dari jumlah itu, BlackRock’s iShares Bitcoin Trust (IBIT) menjadi kontributor terbesar dengan sebesar $373 juta. Harga saham IBIT pun mengalami penurunan 4% pada hari yang sama dan sudah turun lebih dari 18% sejak awal tahun ini.

Dibandingkan dengan Bear Market 2022

Menurut analisis CryptoQuant, penurunan harga Bitcoin kali ini lebih cepat dibandingkan fase bear market tahun 2022. Setelah Bitcoin jatuh di bawah moving average 365 hari pada tanggal 12 November 2025, harganya turun 23% selama 83 hari. Bandingkan dengan penurunan 6% pada periode serupa di awal tahun 2022.

CryptoQuant juga menyebut bahwa musim dingin kripto (crypto winter) tahun ini cenderung lebih agresif. Struktur pasar tampak lebih lemah dibandingkan fase bearish sebelumnya, yang menunjukkan tekanan pasar institusional yang lebih besar.

Dampak dan Prospek Harga Bitcoin

Dengan volume penjualan institusional yang meningkat dan pola pasar yang menunjukkan penurunan bertahap, risiko harga Bitcoin terus melemah semakin nyata. Target psikologis $63.800 menjadi level kunci yang dapat dicapai jika aksi jual ini berlanjut.

Investor dan pelaku pasar disarankan untuk memantau pergerakan Bitcoin dengan cermat, terutama karena pola penjualan terkoordinasi oleh institusi besar biasanya berpotensi membawa dampak signifikan terhadap sentimen pasar dan harga aset digital tersebut.

Informasi ini penting sebagai acuan bagi siapa saja yang ingin memahami dinamika pasar Bitcoin saat ini. Penjualan masif oleh institusi menunjukkan bahwa fase konsolidasi harga jangka pendek kemungkinan masih akan terus berlangsung.

Terbaru