Bitcoin Turun ke $70.000, Data On-Chain Tunjukkan Pasar Bear dan Trader Prediksi Fed Tahan Suku Bunga April

Bitcoin mengalami penurunan harga mendekati angka $70.000 seiring data on-chain yang menunjukkan sinyal pasar bearish yang kuat. Investor dan trader tengah merespons pasar dengan hati-hati, sementara pasar ekuitas global masih mencari arah yang jelas.

Menurut laporan mingguan dari CryptoQuant, kondisi penurunan Bitcoin saat ini lebih bersifat struktural daripada siklus sesaat. Indeks Bull Score berada di angka nol, sementara harga Bitcoin jauh di bawah puncak yang dicapai pada Oktober lalu. Hal ini menegaskan bahwa pasar kini beroperasi dengan basis pembeli yang menipis dan likuiditas yang semakin ketat.

Data On-Chain dan Permintaan Bitcoin

Data dari Glassnode menguatkan gambaran tersebut. Volume spot yang lemah dan kurangnya penyerapan tekanan jual menunjukkan bahwa yang terjadi bukan kepanikan besar, melainkan penurunan partisipasi pasar. Pandangan ini didukung oleh perubahan perilaku aliran institusional, di mana dana yang sebelumnya merupakan akumulator bersih kini justru menjadi penjual bersih.

Beberapa poin penting terkait permintaan Bitcoin saat ini:

  1. Exchange-traded funds (ETF) spot Bitcoin di AS yang tahun lalu masih menjadi pembeli dominan kini berbalik menjadi penjual.
  2. Premium Coinbase tetap negatif sejak Oktober, menunjukkan investor AS tidak agresif membeli meski harga turun.
  3. Ekspansi stablecoin stagnan, dengan pertumbuhan kapitalisasi pasar USDT bahkan negatif untuk pertama kalinya sejak tahun lalu.

Penurunan permintaan jangka panjang juga terlihat dari menurunnya pertumbuhan permintaan yang sebelumnya pernah mencapai puncak tertinggi. Secara teknis, harga Bitcoin masih di bawah rata-rata pergerakan 365 hari, dan level support utama berada di kisaran $70.000 hingga $60.000.

Faktor Makro dan Ekspektasi Pasar

Bitcoin kini lebih sering berperilaku seperti aset berisiko tinggi (high-beta) daripada sebagai emas digital yang stabil. Pasar prediksi menunjukkan bahwa pelaku pasar masih meyakini Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga saat pertemuan mendatang. Ekspektasi pemotongan suku bunga baru muncul secara moderat menjelang bulan Juni, sehingga peluang adanya pelonggaran likuiditas dalam waktu dekat dianggap terbatas.

Kondisi ini diperumit oleh faktor politik di AS. Pernyataan mantan Presiden Donald Trump mengenai calon Ketua Federal Reserve, Kevin Warsh, yang dinilai tidak akan melanjutkan kenaikan suku bunga, berdampak pada optimisme terkait independensi bank sentral. Hal ini menimbulkan ketidakpastian tambahan dalam menentukan arah kebijakan moneter.

Dampak di Pasar Asia dan Aset Terkait

Di kawasan Asia, pasar cenderung ditandai oleh absennya aksi agresif daripada kejutan besar. Bitcoin bergerak turun ke level mid-$70.000 setelah sempat menguji level support. Penurunan ini disertai dengan melemahnya permintaan spot dan tekanan pada saham teknologi.

Adapun aset kripto lainnya seperti Ether juga menunjukkan tren serupa, berada sedikit di atas $2.000 dengan momentum yang lemah. Sementara itu, emas kembali menguat menuju kisaran $5.000 hingga $5.100 karena aksi safe haven yang meningkat terkait ketegangan geopolitik dan data tenaga kerja AS yang lebih lemah.

Di sisi pasar saham Asia, indeks Nikkei 225 Jepang turun sekitar 0,3%, terutama dipengaruhi oleh saham sektor chip dan teknologi yang mengikuti pelemahan Wall Street. Meski demikian, kinerja ekuitas Jepang secara umum masih relatif lebih stabil dibandingkan pasar regional lain.

Data terbaru juga mencatat dua berita penting dalam dunia kripto:

  • Binance membantah tuduhan terkait ancaman hukum atas isu insolvensi.
  • Co-founder Multicoin Capital, Kyle Samani, mengundurkan diri setelah hampir satu dekade, untuk mengejar peluang di bidang teknologi lain.

Seluruh dinamika ini menunjukkan bahwa pasar Bitcoin saat ini memasuki fase kehati-hatian yang didorong oleh faktor fundamental on-chain dan konteks makroekonomi yang kompleks. Trader dan investor disarankan untuk memperhatikan indikator likuiditas serta perkembangan kebijakan The Fed sebagai faktor kunci dalam menentukan strategi investasi ke depan.

Terkait