Bitcoin Jatuh ke $60K, Hapus Kenaikan Sejak Trump—Pasar Crypto Alami Tekanan Berat Hari Ini

Author: Qoo Media

Harga Bitcoin kembali menurun dan menyentuh level $60.000, menghapus seluruh kenaikan yang sempat terjadi sejak pemilihan Trump. Penurunan ini juga menandai penurunan dampak 50% dari rekor tertinggi Bitcoin yang mencapai $126.000 pada Oktober.

Pada hari Kamis lalu, Bitcoin anjlok hingga 14% dalam satu hari, menyebabkan likuidasi lebih dari $2 miliar di pasar kripto. Indeks Fear & Greed pun menukik ke level “extreme fear” sebesar 5, posisi yang tidak terlihat selama beberapa tahun terakhir. Harga Bitcoin sempat menyentuh $60.000 sebelum kemudian berupaya pulih ke kisaran $66.000 saat pagi hari.

Dampak Likuidasi dan Penurunan Pasar

Tekanan jual tidak hanya terjadi pada harga spot Bitcoin, tetapi juga pada produk derivatif. Lebih dari $1,1 miliar Bitcoin dalam bentuk derivatif turut mengalami likuidasi. Kondisi ini berdampak pula pada penurunan harga altcoin utama. XRP turun lebih dari 20%, Ethereum anjlok 15% ke $1.750, dan Solana ambruk ke posisi $69.

Perusahaan seperti Strategy melaporkan kerugian besar pada kuartal keempat, mencapai $12,4 miliar. Saham MicroStrategy (MSTR) pun berada di level terendah selama 18 bulan terakhir, yaitu di harga $107, turun 76% dari puncaknya tahun lalu. Bitcoin yang dimiliki Strategy sebanyak 713.502 BTC senilai $45 miliar, saat ini berada di bawah harga rata-rata pembelian sebesar $76.000, menjadikan posisi mereka tertekan.

Prediksi dan Prospek Pasar Bitcoin

Analis Stifel memperingatkan bahwa Bitcoin bisa saja turun ke level $38.000 jika tekanan pasar terus berlanjut. Sementara itu, platform Myriad memperkirakan peluang 65% bagi Bitcoin untuk menembus $55.000 sebelum naik kembali ke $84.000. Nic Puckrin dari Coin Bureau menyatakan pasar kripto kini memasuki fase “kapitulasi penuh,” bukan sekadar koreksi jangka pendek. Ia menambahkan, fase reset pasar seperti ini biasanya memakan waktu berbulan-bulan, bukan hanya berminggu-minggu.

Andrew Kang selaku CFO Strategy mencoba menenangkan pasar dengan menegaskan strategi perusahaan mereka dibangun untuk jangka panjang. Ia menyebutkan bahwa perusahaan siap menghadapi volatilitas harga yang ekstrem, termasuk kondisi sulit yang sedang berlangsung.

Beberapa Faktor Penyebab Penurunan Kripto

Pakar mengemukakan sejumlah alasan mengapa harga kripto melemah akhir-akhir ini:

  1. Emas Lebih Menarik
    Investor lebih memilih emas daripada Bitcoin dalam situasi ketidakpastian ekonomi, melemahkan narasi "emas digital" Bitcoin.

  2. Dominasi Kecerdasan Buatan (AI)
    Minat, modal, dan talenta mengalir ke sektor AI, mengalihkan fokus dari aktivitas penambangan Bitcoin.

  3. Kepercayaan pada Narasi Trump Pudar
    Token yang terkait dengan figur Trump mengalami penurunan terkait reputasi politiknya yang menurun.

  4. Adopsi Institusional Belum Mendorong Harga Token
    Meski Wall Street tertarik pada stablecoin dan tokenisasi aset nyata, manfaat tersebut belum sepenuhnya tercermin dalam harga token seperti ETH dan SOL.

  5. Dana Terstruktur (DAT) Jadi Beban
    Beberapa perusahaan treasury yang nilainya di bawah nilai aset bersih (NAV) menghadapi tekanan dari aktivis yang mendorong likuidasi.

  6. Tidak Ada Alasan Lagi untuk Disalahkan
    Kondisi saat ini tidak dapat lagi diatributkan kepada regulasi yang ketat karena pemerintahan yang pro-kripto saat ini.

  7. Pasar Sudah Mapan
    Dana ETF tersedia luas dan tidak ada hambatan signifikan, namun harga tetap turun.

Situasi Pasar Terkini dan Aktivitas Perusahaan Besar

  • Token-token utama di pasar kripto alami koreksi antara 5-8%. Ethereum turun 7%, Solana 9%, sementara XRP sedikit menguat 1%.
  • Token HYPE dari Hyperliquid menunjukkan kinerja kuat meski Bitcoin jatuh, mencapai rasio tertinggi baru terhadap BTC.
  • JPMorgan menilai Bitcoin tetap lebih menarik sebagai penyimpan nilai dibanding emas dalam jangka panjang.
  • Saham penambang Bitcoin menghadapi tekanan besar karena harga Bitcoin mendekati biaya produksi sekitar $60.000-$80.000. Tingkat kesulitan penambangan diperkirakan turun 13% akhir pekan ini.
  • Exchange Gemini melakukan pengurangan staf sebesar 25% dan mengumumkan keluar dari pasar di Inggris, Uni Eropa, dan Australia, dengan penutupan akun pada 6 April.
  • Bitcoin ETF mengalami arus keluar bersih sebesar $434 juta, sementara ETH ETF turun $80 juta.

Pergerakan pasar kripto tetap dinamis dengan adanya berbagai faktor eksternal dan internal yang mempengaruhi harga dan sentimen investor. Meskipun saat ini pasar dalam kondisi menurun tajam, beberapa analis meyakini harga Bitcoin di sekitar $60.000 lebih dekat ke posisi dasar, bukan puncak, meskipun ketidakpastian tetap tinggi. Para pelaku pasar kini memantau dengan ketat perkembangan berikutnya untuk mengantisipasi kemungkinan pembalikan tren atau tekanan lanjutan.

Terbaru