David Duong, Kepala Riset Global di Coinbase Institutional, mengungkapkan keprihatinannya terhadap pasar kripto yang tengah menghadapi tekanan kuat. Ia menyatakan, “We can’t catch a break,” menggambarkan sulitnya kondisi di tengah arus keluar dana dari ETF kripto yang terjadi pada Desember lalu.
Menurut Duong, penurunan tersebut sebagian besar disebabkan oleh aktivitas tax loss harvesting dan faktor teknis pasar. Ia menyatakan optimisme hati-hati untuk paruh pertama tahun depan, dengan catatan banyak ketidakpastian masih membayangi, seperti hasil pemilihan tengah periode Amerika Serikat dan perkembangan regulasi terkait pasar kripto.
Tekanan Pasar dan Proyeksi Jangka Dekat
Duong menilai pasar saat ini “pinned by technical factors” yang menjadi tantangan besar bagi para pelaku pasar. Meski demikian, data likuiditas yang dihimpun Coinbase melalui indeks M2 menunjukkan sinyal positif setelah periode lag sekitar 110 hari. Hal ini memungkinkan perbaikan performa pasar kripto di kuartal pertama dan kedua tahun depan.
Investor institusional yang semakin beragam dan aktif turut menjadi faktor penting. Menurut Duong, tahun lalu merupakan momentum penting bagi akses institusional ke aset digital, dan pengadopsian ini diprediksi melanjutkan tren positif. Kehadiran ETF spot dan tokenisasi aset dunia nyata memberikan jalan baru bagi investor institusi untuk berpartisipasi.
Diversifikasi Stablecoin dan Tantangan Euro-Stablecoin
Perkembangan stablecoin juga menjadi fokus utama. Duong mencatat ada tren diversifikasi stablecoin menuju mata uang non-dolar, seperti yuan (Renminbi) dan yen Jepang. Saat ini, stablecoin Euro seperti EURC juga mulai eksis, meskipun adopsinya masih menghadapi tantangan besar terkait situasi fiskal Eropa.
“Saat ini, dolar masih mendominasi sekitar 99% pasar stablecoin karena statusnya sebagai mata uang cadangan dunia,” jelas Duong. Namun, de-dollarization atau pengurangan dominasi dolar, meski dipercepat selama tahun ini, masih merupakan fenomena yang belum pasti berapa lama akan berlangsung.
Hambatan Euro dan Kebijakan Fiskal
Europe menghadapi masalah fiskal yang cukup serius. Negara-negara seperti Prancis mencatat rasio utang terhadap GDP yang mencapai 150%, sebuah masalah yang mirip dengan krisis fiskal tahun 2012. Duong menyoroti bahwa kurangnya instrumen seperti obligasi Euro bersama menghambat integrasi finansial kawasan, sementara kebijakan fiskal setiap negara masih berjalan sendiri-sendiri.
Hal ini berbeda dengan dolar AS yang didukung oleh kurva hasil obligasi yang jelas dan sistem keuangan yang lebih terintegrasi. Kondisi tersebut menjadi salah satu penghalang utama bagi stabilitas dan pertumbuhan Euro-stablecoin di pasar global.
Adopsi Institusional yang Meningkat
Duong yang berpengalaman lebih dari empat tahun di Coinbase menyaksikan pertumbuhan signifikan partisipasi institusional di sektor aset kripto. Akses yang lebih mudah dan platform yang semakin teratur telah mendorong kepercayaan institusi untuk masuk ke pasar ini.
Selain ETF, ada pula perkembangan signifikan seperti digital asset treasuries yang mulai digunakan sebagai alat manajemen neraca di perusahaan. Stablecoin tidak hanya dipakai untuk trading, tetapi juga aplikasi pembayaran gaji maupun transaksi lintas batas, membentuk fondasi infrastruktur pembayaran kripto di masa depan.
Poin Penting dari Pembahasan David Duong:
- Arus keluar dana dari ETF pada Desember terkait dengan tax loss harvesting dan faktor pasar teknis.
- Optimisme hati-hati untuk kuartal pertama dan kedua tahun depan didukung oleh data likuiditas.
- Diversifikasi stablecoin fokus pada mata uang selain dolar, seperti Renminbi, Yen, dan Euro.
- Tantangan fiskal di Eropa dan kurangnya integrasi keuangan menghambat perkembangan Euro-stablecoin.
- Adopsi institusional semakin luas dengan berbagai instrumen baru seperti spot ETF dan digital asset treasuries.
- Stablecoin mulai merambah fungsi pembayaran gaji dan transaksi lintas negara.
Analisis Duong memberikan gambaran bahwa meski tekanan pasar masih terasa, terutama dari faktor teknis dan ketidakpastian regulasi, fondasi pertumbuhan institusional dan inovasi produk keuangan digital tetap kuat. Perkembangan stablecoin multi-mata uang dan peningkatan akses institusional diproyeksikan menjadi pendorong utama transformasi ekosistem kripto dalam waktu dekat.
