Robert Kiyosaki, trader veteran dan penulis buku keuangan ternama, mengumumkan keputusan untuk menjual sebagian aset Bitcoin dan emas miliknya. Keputusan ini muncul di tengah penurunan tajam pasar kripto yang kehilangan total kapitalisasi sekitar $750 miliar dalam beberapa hari terakhir.
Kiyosaki mengungkapkan di platform X bahwa dirinya menghentikan pembelian perak pada harga $60, Bitcoin pada $6.000, dan emas pada $300. Meskipun demikian, ia menegaskan akan menunggu harga yang lebih rendah sebelum kembali membeli aset-aset tersebut. Ia juga menekankan, “Keuntungan Anda dibuat saat membeli… bukan saat menjual,” sebagai prinsip investasi jangka panjang.
Dampak Penurunan Harga Bitcoin dan Logam Mulia
Harga Bitcoin kini terus melandai menuju level sekitar $64.000 per koin. Dalam satu minggu terakhir, Bitcoin mengalami penurunan sebesar 22%. Sementara itu, harga perak yang sempat mencapai $121 pada akhir Januari, kini sudah turun lebih dari 45% dari puncaknya. Penurunan harga ini tidak hanya terasa di aset kripto, tetapi juga dalam pasar logam mulia dan saham teknologi AS, yang terdampak oleh kekhawatiran terkait sektor AI.
Data dari Coinglass menunjukkan likuidasi selama 24 jam terakhir di pasar kripto mencapai $2,6 miliar. Dari jumlah ini, posisi long senilai lebih dari $2,17 miliar hilang, dengan Bitcoin menyumbang $1,35 miliar dari likuidasi tersebut. Tekanan jual yang besar ini juga menyebabkan pasar kripto kehilangan lebih dari $300 miliar hanya dalam satu hari.
Kekhawatiran Kiyosaki Terhadap Ekonomi AS
Selain keputusan jual asetnya, Kiyosaki menyampaikan keprihatinan terhadap kondisi ekonomi Amerika Serikat. Ia menyoroti utang nasional yang sudah menembus angka lebih dari $38 triliun. Kiyosaki mengkritik Federal Reserve, para pemimpin politik, dan sistem perbankan yang menurutnya berpotensi menghadirkan masa ekonomi yang sulit ke depan.
Strategi Investasi di Tengah Volatilitas Pasar
Pada satu tahun terakhir, Kiyosaki telah giat mendorong investasi di Bitcoin, emas, dan perak sebagai bentuk proteksi terhadap ketidakpastian ekonomi global. Namun, volatilitas tinggi yang terjadi saat ini memaksa beberapa investor, termasuk Kiyosaki, untuk melakukan penyesuaian portofolio.
Berikut poin-poin penting terkait langkah Kiyosaki dan kondisi pasar:
- Menjual sebagian posisi Bitcoin dan emas untuk mengamankan modal di tengah volatilitas.
- Menghentikan pembelian sementara dan menunggu harga masuk level lebih rendah.
- Mengkritik kebijakan ekonomi makro di AS sebagai faktor risiko utama pasar.
- Mendorong pentingnya pembelian di waktu yang tepat untuk mendapatkan keuntungan jangka panjang.
Penurunan ini menggambarkan betapa pasar kripto dan logam mulia sangat rentan terhadap perubahan sentimen investor dan ketidakpastian ekonomi global. Kiyosaki tetap melihat nilai investasi tersebut dari perspektif jangka panjang, meskipun harus mengatur ulang strategi seiring dinamika pasar yang sedang berlangsung.







