Donald Trump sempat membuat gaduh ketika meminta Anthropic memblokir akses model AI canggih Mythos untuk semua warga negara asing, termasuk karyawan Anthropic sendiri. Perintah itu langsung diikuti perusahaan dengan pelarangan akses total untuk semua pengguna.
Langkah keras tersebut memicu perhatian global karena berlangsung di tengah kekhawatiran Washington bahwa model AI canggih bisa dimanfaatkan intelijen militer China, Rusia, atau pihak lain yang dianggap musuh. Tidak lama kemudian, muncul sistem AI dari China bernama Tulongfeng yang diklaim serupa Mythos, lalu Jepang juga memperkenalkan model mirip bernama Fugu Ultra.
Namun, kebijakan itu tidak bertahan lama. Pada Selasa waktu setempat, Anthropic mengatakan Kementerian Perdagangan AS menangguhkan kontrol ekspor untuk model AI tercanggihnya, Fable dan Mythos.
Keputusan itu muncul hanya tiga minggu setelah Anthropic diminta melarang akses model canggihnya bagi warga negara asing dengan alasan keamanan nasional. Setelah itu, Anthropic menyebut semua kontrol ekspor untuk model-model AI canggihnya telah dicabut usai perusahaan menerapkan beberapa panduan keamanan, dikutip Reuters pada Kamis.
Pemerintahan Trump sebelumnya juga sempat memberi sinyal perubahan arah dengan mengizinkan perilisan Mythos 5, tetapi hanya untuk beberapa lembaga yang dipercaya AS. Model itu dirancang untuk mendeteksi kerentanan keamanan siber.
Anthropic juga mengatakan bekerja sama dengan pemerintah AS untuk memperluas akses Mythos 5 ke mitra domestik dan internasional yang lebih luas melalui program Glasswing. Sementara itu, Fable 5 yang ditujukan bagi masyarakat umum dan memiliki perlindungan lebih kuat, mulai tersedia pada Rabu.
Di balik perubahan sikap tersebut, hubungan Anthropic dan pemerintah AS memang tidak selalu mulus. Perusahaan itu sebelumnya sempat dilarang menggunakan sistem AI-nya di lingkungan pemerintahan AS karena menolak agar tool AI-nya dipakai untuk membuat senjata otonom dan memata-matai warga AS.
Meski begitu, hubungan keduanya perlahan membaik. Anthropic kini memperdalam kerja sama dengan pemerintahan Trump sekaligus berkolaborasi dengan Amazon, Microsoft, dan Google untuk menyusun standar umum dalam menilai potensi jailbreak AI, yakni teknik untuk membobol panduan keamanan.
Surat Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick kepada Anthropic, yang dilihat Reuters, menyebut perusahaan telah sepakat bekerja sama dengan pemerintah AS mengenai protokol untuk Mythos, Fable, dan model-model masa depan. Anthropic juga diminta memberi tahu pemerintah AS tentang aktivitas jahat apa pun.
Lutnick tetap memberi catatan penting. Ia mengatakan kementeriannya berhak mengevaluasi kembali keputusan itu dan memberlakukan lagi persyaratan lisensi jika keadaan berubah atau jika Anthropic gagal mematuhi komitmennya.
Source: www.cnbcindonesia.com






