MARA Holdings (MARA) Anjlok ke Level Terendah 52 Minggu, Terdampak Lemahnya Dukungan Crypto

MARA Holdings Inc. (NASDAQ:MARA) merosot ke level terendah dalam 52 minggu terakhir, dipengaruhi oleh lemahnya dukungan terhadap aset kripto. Penurunan ini berlangsung selama tujuh hari berturut-turut, seiring dengan penurunan harga Bitcoin dan saham perusahaan terkait cryptocurrency lainnya.

Pada sesi perdagangan terakhir, saham MARA sempat menyentuh harga terendah di $6,66. Namun, akhirnya saham ini ditutup dengan penurunan 18,72 persen, berakhir pada angka $6,73 per lembar saham. Kondisi ini mencerminkan tekanan pasar yang dialami juga oleh perusahaan seperti Strategy, CleanSpark, Hut 8 Corp., Galaxy Digital, dan Riot Platforms.

Pengaruh Pernyataan Departemen Keuangan AS

Penurunan harga saham MARA dan kripto lainnya terjadi pasca pernyataan dari Sekretaris Departemen Keuangan AS, Scott Bessent. Dalam sebuah sesi dengar pendapat di DPR, Bessent menegaskan bahwa departemennya tidak memiliki kewenangan untuk memberikan dukungan finansial kepada Bitcoin ataupun aset kripto lainnya.

Sebagai Ketua Dewan Pengawas Stabilitas Keuangan (Financial Stability Oversight Council), ia menekankan, “Saya tidak memiliki otoritas tersebut.” Pernyataan ini memicu ketidakpastian di kalangan investor yang kemudian berimbas pada anjloknya harga Bitcoin hampir 50 persen dari level tertingginya yang mencapai $126.000. Saat ini, harga Bitcoin berada pada sekitar $62.000.

Dampak Terhadap MARA Holdings dan Saham Kripto

Kinerja saham MARA kian tertekan seiring sentimen negatif terhadap pasar kripto secara luas. Penolakan bantuan pemerintah ini menimbulkan kekhawatiran akan keberlanjutan sektor aset digital, terutama di tengah volatilitas harga yang tinggi. Para investor lebih berhati-hati, sehingga memengaruhi permintaan saham perusahaan seperti MARA yang berkecimpung di industri penambangan Bitcoin dan layanan terkait teknologi blockchain.

Selain MARA, beberapa emiten lain yang berfokus di sektor kripto juga mengalami tekanan harga, termasuk perusahaan-perusahaan besar seperti Strategy dan Galaxy Digital. Penurunan ini menandakan korelasi erat antara kinerja saham perusahaan kripto dengan harga Bitcoin sebagai aset utama di pasar kripto tersebut.

Prospek dan Jadwal Pelaporan Keuangan MARA

MARA Holdings akan mengumumkan hasil kinerja keuangannya pada akhir Februari tahun depan. Pengumuman ini menjadi momen penting bagi para investor untuk mengevaluasi posisi perusahaan. Meski potensi pasar kripto cukup besar dalam jangka panjang, ketidakpastian regulasi dan fluktuasi pasar masih menjadi faktor risiko utama yang harus diperhatikan.

Alternatif Investasi di Sektor Teknologi

Meskipun MARA menawarkan prospek investasi yang menarik dari sisi teknologi blockchain dan kripto, analis keuangan menyarankan untuk mempertimbangkan alternatif lain yang menghadirkan risiko lebih rendah dan potensi keuntungan lebih stabil. Saham-saham di sektor kecerdasan buatan (AI) disebut-sebut memiliki peluang pertumbuhan yang signifikan.

Berikut beberapa pertimbangan dalam memilih saham teknologi:

  1. Potensi pertumbuhan pasar jangka panjang
  2. Stabilitas dan diversifikasi produk atau layanan
  3. Pengaruh regulasi terhadap sektor bisnis
  4. Tren global dan dukungan kebijakan pemerintah seperti tarif dan onshoring

Investasi di saham AI menjadi menarik karena beberapa perusahaan mendapatkan keuntungan dari kebijakan tarif dan upaya produksi dalam negeri, sehingga mengurangi ketergantungan pada rantai pasok global yang rentan.

Pemantauan terhadap perkembangan pernyataan resmi pemerintah dan kondisi pasar kripto sangat penting untuk mengambil keputusan investasi yang tepat terkait saham seperti MARA Holdings. Pasar saat ini masih menunjukkan volatilitas yang tinggi, sehingga kewaspadaan tetap harus dijaga demi mengurangi risiko investasi.

Berita Terkait

Back to top button