Fisik Pria dan Wanita Memuncak di Usia 26-36 Tahun, Setelah Itu Kondisi Makin Menurun

Penelitian jangka panjang selama hampir 50 tahun menunjukkan kondisi fisik manusia, baik pria maupun wanita, mencapai puncak pada usia sekitar 35 tahun. Setelah melewati usia tersebut, kemampuan fisik mulai menurun secara bertahap meskipun seseorang tetap aktif berolahraga.

Data dari studi Aktivitas Fisik dan Fitnes Swedia (SPAF) yang memantau ratusan peserta sejak usia 16 tahun mengungkap tren yang konsisten. Pengukuran kekuatan dan kebugaran dilakukan pada lima titik usia yaitu 16, 27, 34, 52, dan 63 tahun untuk melihat perubahan dalam rentang waktu lima dekade.

Puncak Kondisi Fisik pada Usia Dewasa Muda
Hasil penelitian menegaskan bahwa ketahanan otot dan kapasitas aerobik mencapai puncak antara usia 26 hingga 36 tahun. Pada rentang usia ini, baik pria maupun wanita menunjukkan performa fisik terbaik tanpa perbedaan signifikan berdasarkan jenis kelamin.

Namun, ada perbedaan pada kekuatan otot. Pria umumnya memiliki kekuatan otot maksimal pada usia 27 tahun, sementara wanita mencapai puncaknya lebih awal, yaitu di usia 19 tahun. Ini menunjukkan bahwa meski ketahanan dan kapasitas aerobik serupa, penguatan otot memiliki pola perkembangan berbeda antara pria dan wanita.

Penurunan Kemampuan Fisik Usai Masa Puncak
Setelah mencapai puncak, kemampuan fisik mulai menurun dengan laju yang berbeda-beda:

  1. Penurunan awal sebesar 0,3 persen per tahun
  2. Kemudian meningkat menjadi 0,6 persen per tahun
  3. Selanjutnya mengalami penurunan lebih tajam hingga 2,5 persen per tahun

Penurunan kekuatan otot pada pria dan wanita juga berlangsung dengan kecepatan yang hampir sama, yakni antara 0,2 persen sampai 0,5 persen per tahun. Di usia 63 tahun, kekuatan otot dapat berkurang antara 30 hingga 48 persen dibanding usia puncak.

Peran Olahraga dalam Memperlambat Penurunan Fisik
Meskipun penurunan fisik tidak dapat dihindari, aktivitas olahraga signifikan dalam memperlambat laju penurunan tersebut. Orang yang aktif secara fisik sejak remaja atau dewasa muda mampu mempertahankan kapasitas aerobik, daya tahan otot, dan kekuatan otot lebih tinggi seumur hidup.

Penelitian menunjukkan bahwa bahkan seseorang yang mulai berolahraga pada usia dewasa tetap bisa mengurangi penurunan kemampuan fisik sekitar 10 persen lebih baik. Ini menegaskan bahwa tidak pernah terlambat untuk memulai gaya hidup aktif demi menjaga kondisi fisik.

Maria Westerståhl dari Karolinska Institute menyatakan, "Aktivitas fisik dapat mengurangi laju penurunan performa meskipun tidak bisa menghentikannya." Hal ini menegaskan pentingnya olahraga rutin sejak masa muda hingga usia lanjut.

Dampak Usia dan Jenis Kelamin terhadap Fisik
Secara keseluruhan, studi ini menggarisbawahi bahwa usia merupakan faktor utama dalam menurunnya kondisi fisik baik pada pria maupun wanita. Jenis kelamin hanya mempengaruhi waktu puncak kekuatan otot, bukan laju penurunannya.

Untuk menjaga kebugaran optimal, diperlukan langkah-langkah sebagai berikut:

  1. Memulai aktivitas fisik sejak usia remaja atau dewasa muda
  2. Menjaga konsistensi olahraga sepanjang hidup
  3. Melakukan latihan yang berfokus pada kekuatan otot dan kapasitas aerobik
  4. Menyesuaikan latihan dengan kemampuan dan kondisi kesehatan masing-masing

Dengan memahami pola umum ini, perhatian terhadap kebugaran dapat diarahkan lebih tepat. Pendekatan proaktif dalam berolahraga penting untuk mempertahankan kualitas hidup dan mengurangi risiko penyakit terkait usia.

Studi SPAF memberikan wawasan mendalam bahwa titik lemah fisik manusia terjadi setelah usia 35 tahun. Namun, melalui kegiatan olahraga teratur, penurunan bisa dikendalikan sehingga kesehatan tetap terjaga lebih lama.

Terkait