Liquidasi Crypto Capai $2,65 Miliar dalam 24 Jam, Sinyal Bear Market Dekat Titik Kapitulasi?

Pasar cryptocurrency kembali mengalami tekanan hebat dengan likuidasi mencapai $2,65 miliar dalam 24 jam terakhir. Data dari CoinGlass menunjukkan bahwa lebih dari 586 ribu trader terdampak oleh peristiwa ini, dengan posisi long mendominasi likuidasi sebesar $2,2 miliar.

Peristiwa likuidasi ini menandai salah satu dari 10 kejadian likuidasi terbesar sepanjang waktu, menunjukkan level tekanan pasar yang sangat tinggi. Pada 31 Januari sebelumnya, terjadi likuidasi sebesar $2,56 miliar, yang kini bisa tergeser posisinya oleh aksi baru ini.

Tekanan Berkelanjutan di Pasar Crypto

Menurut analisis The Kobeissi Letter, kondisi pasar saat ini bukan sekadar gejolak sesaat, melainkan refleksi dari tren penurunan struktural sejak Oktober tahun lalu. Faktor utama penyebabnya meliputi likuiditas pasar yang melemah, sentimen negatif yang mendalam, serta tekanan beruntun dari likuidasi yang terus berkembang.

Fluktuasi harga Bitcoin mencapai $10.000 dalam satu hari tercatat akibat penurunan kedalaman pasar yang tajam. Saat ini, pasar Bitcoin hanya memiliki kedalaman sekitar 30% dari puncak Oktober lalu, kondisi yang mirip dengan situasi setelah jatuhnya FTX pada 2022.

Dampak Risiko Terhadap Perusahaan Crypto

Volume jual panik yang meningkat memberi tekanan signifikan terhadap sejumlah perusahaan dengan aset besar di pasar kripto. Contohnya, penurunan harga Bitcoin ke level $60.000 membuat nilai saham MicroStrategy turun di bawah biaya perolehannya, memperbesar tekanan di neraca perusahaan.

Analis veteran Peter Brandt memberikan gambaran teknikal bahwa Bitcoin kemungkinan akan bergerak dalam kisaran “banana peel”, dengan area support potensial di sekitar $42.000. Jika harga Bitcoin menembus level ini, pengalaman siklus bearish sebelumnya menunjukkan bahwa investor bullish sulit bertahan lama di bawah level tersebut.

Indikasi Capitulation di Pasar Bitcoin

Glassnode melaporkan kenaikan signifikan pada indeks capitulation Bitcoin, yang menunjukkan gelombang penjualan paksa terbesar kedua dalam dua tahun terakhir. Indeks ini mengukur distribusi suplai koin pada berbagai level harga untuk mengidentifikasi titik stres dan potensi dasar pasar lokal.

Momen capitulation biasanya diikuti oleh pengurangan leverage pasar secara besar-besaran dan transisi dari spekulasi berleverage ke akumulasi aset secara langsung (spot). Proses ini membuat para pelaku pasar dengan posisi lemah mundur, memberikan ruang bagi investor dengan keyakinan jangka panjang.

Peluang dan Potensi Perubahan Sentimen

Ekonom Daniel Lacalle menyoroti bahwa dek-leveraging Bitcoin dapat membuka peluang kuat untuk pembelian di masa mendatang. Meskipun indikasi tersebut menggambarkan adanya potensi pembalikan tren, waktu dan kekuatan pemulihan masih belum bisa dipastikan secara akurat.

Secara keseluruhan, meski tekanan dan volatilitas pasar kripto sangat tinggi, data dan analisis saat ini menunjukkan bahwa beruang pasar mungkin sudah mendekati titik capitulation, yang historis biasanya diikuti oleh fase akumulasi dan potensi kenaikan harga baru. Investor disarankan untuk memperhatikan indikator-indikator teknikal dan fundamental yang terus berkembang.

Terkait