Jejak Sesar Cisadane Dekat Gunung Nyungcung Terungkap, Warga Jabodetabek Diminta Waspada Gempa

Penemuan jejak sesar tua di sekitar Gunung Nyungcung, Kabupaten Bogor, menjadi perhatian penting bagi wilayah Jabodetabek. Tim peneliti dari Badan Geologi Kementerian ESDM, Badan Informasi Geospasial, BPBD Kabupaten Bogor, dan PT Oseanland melakukan survei di Bukit Rumpin menggunakan teknologi South Vtol Domino. Alat canggih ini mampu memetakan area seluas 700 hektare dalam sekali terbang.

Hasil penelitian menunjukkan adanya Sesar Cisadane yang merupakan sesar mendatar berarah Tenggara-Barat Laut. Sesar ini mengikuti alur Sungai Cisadane dari Bogor hingga Tangerang. Penemuan tersebut mengindikasikan potensi aktifitas tektonik yang dapat memicu gempa bumi di wilayah Jabodetabek.

Jejak Jejak Geologi di Gunung Nyungcung

Gunung Nyungcung yang berdiri pada ketinggian 240 meter di atas permukaan laut menyimpan rekaman sejarah geologi penting. Tim menemukan batuan kubah memanjang yang terdiri dari batuan travertine. Batuan ini terbentuk dari endapan mineral kalsium karbonat akibat keluarnya gas karbon dioksida di sumber mata air panas.

Selain itu, ditemukan pula fosil moluska yang menegaskan bahwa lokasi ini dulu merupakan laut dangkal pada jutaan tahun silam. Pelurusan dasar laut ini diduga terjadi karena aktivitas makro tektonik berupa Sesar Baribis atau yang disebut West Java Back Arc Thrust. Kedua pola sesar inilah yang mengakibatkan Gunung Nyungcung terpisah oleh patahan mendatar yang kini dikenal sebagai Sesar Cisadane.

Mengapa Sesar Cisadane Harus Diwaspadai?

Menurut Kepala Badan Geologi, Lana Saria, Sesar Cisadane adalah sesar tua yang terbentuk sekitar 5 juta tahun lalu. "Sesar Cisadane memang ada, dengan arah umumnya Barat Laut-Tenggara, sejalan dengan Sungai Cisadane," ujarnya. Bukti lain keberadaan sesar ini adalah retakan memanjang di Gunung Panjang yang terletak di sebelah timur Sungai Cisadane.

Retakan ini memiliki arah yang sama dengan Sesar Cisadane dan memotong batuan Kuarter yang berusia sekitar 2 juta tahun. Hal tersebut menunjukkan potensi aktivitas sesar yang perlu diwaspadai. Meski belum ada kepastian sesar ini aktif, warga diimbau waspada terhadap kemungkinan gempa bumi yang dapat terjadi sebagai dampak aktivitas sesar.

Imbauan bagi Masyarakat Jabodetabek

Meski potensi sesar ini belum pasti aktif, masyarakat Jabodetabek diminta untuk meningkatkan kewaspadaan tanpa panik. Kepala Badan Geologi mengingatkan warga untuk tetap mengikuti informasi dari aparat BPBD dan pemerintah daerah. Informasi resmi merupakan satu-satunya pegangan yang dapat dipercaya agar tidak terpengaruh isu hoaks soal gempa dan tsunami.

Penting bagi bangunan di kawasan rawan gempa untuk menerapkan standar konstruksi tahan gempa. Fasilitas harus dilengkapi jalur evakuasi yang jelas dan mudah diakses. Hal ini dapat meminimalisir risiko korban saat terjadi gempa bumi.

Langkah-langkah Pencegahan dan Kewaspadaan

  1. Pantau informasi resmi dan ikuti arahan dari BPBD serta Badan Geologi.
  2. Cek keamanan dan kekuatan bangunan secara berkala.
  3. Buat jalur evakuasi dan latihan simulasi bencana secara rutin.
  4. Hindari menyebarkan informasi tidak valid yang dapat menimbulkan kepanikan.
  5. Simpan kontak darurat instansi terkait gempa dan evakuasi.

Pemahaman mengenai keberadaan Sesar Cisadane ini menjadi pengetahuan penting bagi pengelolaan risiko bencana di Jabodetabek. Meskipun potensi gempa yang berasal dari sesar ini belum bisa dipastikan kapan terjadi, kesiapsiagaan masyarakat dan pemerintah menjadi kunci utama dalam mitigasi bencana.

Penelitian geologi yang menggunakan drone canggih memungkinkan pemetaan lebih akurat dan data yang menyeluruh. Temuan fosil dan batuan travertine menunjukkan kondisi alam yang pernah berubah drastis selama jutaan tahun. Jejak sesar yang terekspos pun memberi bukti nyata adanya potensi gempa di masa depan.

Warga Jabodetabek diimbau tetap tenang dan tidak panik. Langkah kesiapsiagaan dan edukasi mitigasi bencana harus terus ditingkatkan. Pemerintah juga perlu memperbanyak pemantauan sesar dan memperbarui standar bangunan tahan gempa agar resiliensi wilayah meningkat. Dengan begitu, segala potensi risiko dapat dikelola secara tepat dan menekan dampak yang mungkin terjadi.

Baca selengkapnya di: www.cnbcindonesia.com
Exit mobile version