4 Peristiwa Ekonomi AS Minggu Ini yang Bisa Pengaruhi Bitcoin Saat Pasar Pantau Kebijakan The Fed

Bitcoin diperkirakan akan mengalami volatilitas dalam minggu ini karena ada empat peristiwa ekonomi utama di AS yang dapat memengaruhi sentimen pasar kripto. Data makro dan pernyataan dari pejabat Federal Reserve (Fed) menjadi sorotan utama untuk mendorong pergerakan harga Bitcoin.

Trader memandang peristiwa ekonomi tersebut sebagai katalis jangka pendek yang bisa memicu pergerakan tajam naik atau turun pada harga Bitcoin. Fokus utama adalah pada komentar penguasa Fed, data pasar tenaga kerja, klaim pengangguran mingguan, serta data inflasi yang menjadi indikator kuat ekspektasi suku bunga dan likuiditas.

1. Wawancara Gubernur Federal Reserve Stephen Miran
Pada hari Senin malam, Gubernur Fed Stephen Miran dijadwalkan tampil dalam wawancara podcast. Komentar Miran tentang stablecoin yang mendapat perhatian, karena regulasi yang jelas dan aset digital yang terkait dolar berpotensi memperkuat ekosistem kripto serta partisipasi institusional. Namun, spekulasi bahwa Miran bisa memiliki peran lebih besar di kepemimpinan Fed memicu kekhawatiran pasar, khususnya terkait kebijakan moneter yang lebih ketat yang dapat menekan aset lindung inflasi seperti Bitcoin.

Beberapa analis menganggap Miran cenderung dovish dibanding koleganya, karena pernah mendukung pemotongan suku bunga untuk mendukung pasar tenaga kerja. Jika sinyal tersebut muncul, hal itu berpotensi meningkatkan sentimen positif pada aset berisiko, termasuk Bitcoin.

2. Laporan Tenaga Kerja AS
Data tenaga kerja yang akan dirilis pada hari Rabu menjadi indikator penting kesehatan ekonomi dan arah kebijakan moneter Fed. Perkiraan pertumbuhan pekerjaan relatif kecil, sekitar 55.000 dari 50.000 sebelumnya. Jika data lebih lemah, hal ini sebenarnya bisa mendukung Bitcoin karena mengindikasikan tekanan untuk Fed melonggarkan kebijakan dan meningkatkan likuiditas pasar.

Namun, risiko tetap ada jika data lapangan kerja memburuk tajam. Hal itu bisa menimbulkan ketakutan mengenai pertumbuhan ekonomi yang lebih lemah, mendorong investor beralih ke posisi defensif dan memicu penjualan cepat di pasar kripto seperti yang terjadi pada guncangan ekonomi makro sebelumnya.

3. Klaim Pengangguran Mingguan
Rilis klaim pengangguran pada hari Kamis memberi gambaran kondisi pasar tenaga kerja secara lebih segera. Lonjakan klaim pengangguran sebelumnya seringkali bertepatan dengan reaksi pasar kripto yang cenderung risk-off, termasuk peristiwa likuidasi dan fluktuasi harga drastis.

Para trader menganggap kenaikan klaim sebagai sinyal melemahnya kondisi ekonomi yang pada akhirnya bisa memaksa Fed melonggarkan kebijakan. Di sisi lain, dalam jangka pendek data ini dapat menimbulkan ketidakpastian pasar, terutama saat likuiditas rendah dan leverage tinggi. Oleh karena itu, klaim pengangguran menjadi salah satu sumber volatilitas yang signifikan meski jarang berdampak besar saat berdiri sendiri.

4. Data Inflasi Konsumen (CPI dan Core CPI)
Data inflasi Januari yang akan diumumkan pada hari Jumat merupakan faktor penentu utama ekspektasi kebijakan moneter Fed. Inflasi yang lebih rendah dari perkiraan selama beberapa bulan terakhir telah mendukung aset berisiko dengan melemahkan narasi “suku bunga tinggi lebih lama”.

Jika data inflasi kembali menunjukkan tren penurunan, ekspektasi pemotongan suku bunga di masa mendatang akan meningkat. Hal ini kemungkinan memperkuat momentum bullish Bitcoin dan mendukung pandangan bahwa harga Bitcoin bisa menembus level enam digit. Sebaliknya, inflasi yang menempel atau meningkat akan mendorong hasil Treasury ke level lebih tinggi dan memberi tekanan negatif pada aset spekulatif termasuk kripto.

Seorang analis, Kyle Chasse, menyampaikan, “Jika data inflasi panas, suku bunga kemungkinan tetap tinggi dan aset berisiko akan kesulitan. Namun jika data inflasi mendingin, ekspektasi pemotongan suku bunga bisa kembali dan pasar akan bernapas lega.”

Keempat peristiwa ini menjadi ujian konsentrasi terhadap tema makro utama yang saat ini mempengaruhi Bitcoin, yaitu inflasi, ketenagakerjaan, dan waktu pelonggaran kebijakan moneter. Meski tren adopsi jangka panjang seperti masuknya dana ETF, partisipasi institusional, dan pertumbuhan stablecoin masih menopang proyeksi bullish, aksi harga jangka pendek sangat dipengaruhi oleh data ekonomi AS tersebut.

Berita Terkait

Back to top button