Ancaman komputasi kuantum terhadap bitcoin sering dipersepsikan sebagai masalah yang besar dan segera mengancam. Namun, laporan terbaru dari CoinShares menunjukkan bahwa risiko nyata terhadap pasar bitcoin jauh lebih kecil daripada yang selama ini diperkirakan.
CoinShares, sebagai manajer aset digital terbesar keempat di dunia, menegaskan bahwa hanya sebagian kecil dari pasokan bitcoin yang benar-benar rentan terhadap serangan kuantum yang dapat menggerakkan pasar secara signifikan.
Risiko Terkonsentrasi pada Tipe Alamat Lama
Laporan tersebut memfokuskan perhatian pada alamat Pay-to-Public-Key (P2PK) yang merupakan tipe lama di mana kunci publik terlihat secara permanen di blockchain. Alamat ini lebih mudah menjadi target jika komputer kuantum dapat memecahkan kunci tersebut.
Diperkirakan sekitar 1,6 juta BTC, atau sekitar 8% dari total pasokan, tersimpan pada alamat jenis ini. Namun, CoinShares menjelaskan bahwa tidak semua bitcoin pada alamat tersebut akan berdampak besar secara pasar jika terekspos.
Potensi Dampak Pasar yang Terbatas
Jumlah bitcoin yang berpotensi menciptakan gangguan pasar yang berarti jika dicuri hanya sekitar 10.200 BTC. Sisanya tersebar pada lebih dari 32.000 UTXO dengan rata-rata 50 BTC per alamat. Keadaan ini membuat serangan menjadi kurang menarik dan sulit dilakukan karena target tersebar dan membutuhkan waktu lama untuk dibobol.
Peretas kuantum harus bekerja keras untuk memecahkan setiap alamat satu per satu, yang membuat operasi menjadi lambat dan berisiko terdeteksi. Ini menurunkan potensi keuntungan bahkan jika pelaku memiliki perangkat keras kuantum yang sangat maju.
Tantangan Teknologi Kuantum Saat Ini
Menurut laporan, sistem kuantum yang mampu memecahkan kriptografi bitcoin harus 100.000 kali lebih kuat dari mesin kuantum terbesar saat ini. Sebagai perbandingan, mesin kuantum Google bernama Willow memiliki 105 qubit, sementara untuk memecahkan kunci tersebut dibutuhkan mesin dengan jutaan qubit.
Pendapat ini juga didukung oleh Charles Guillemet, CTO Ledger, yang menyatakan bahwa kapasitas kuantum seperti itu masih jauh dari jangkauan saat ini. Ancaman nyata terhadap keamanan bitcoin karena komputasi kuantum diperkirakan baru akan muncul dalam waktu sekitar satu dekade mendatang.
Solusi dan Adaptasi Masa Depan
CoinShares mendorong pendekatan transisi bertahap menuju penggunaan tanda tangan post-kuantum untuk memperkuat perlindungan. Pendekatan ini melihat risiko kuantum bukan sebagai ancaman mendadak, tetapi sebagai masalah teknis yang dapat diatasi seiring waktu dengan inovasi dan upgrade teknologi.
Sementara itu, komunitas pengembang bitcoin masih memandang ancaman ini sebagai isu jangka panjang yang belum mendesak. Namun, terdapat diskusi yang semakin berkembang untuk memperkenalkan format wallet baru yang lebih aman terhadap serangan kuantum, seperti proposal BIP-360.
Persepsi Pasar dan Tantangan Kesiapan
Ketakutan terhadap kuantum kembali muncul seiring adanya volatilitas harga bitcoin dan upaya investor mencari risiko struktural untuk dijadikan alasan. Di sisi lain, kritik menggarisbawahi bahwa persiapan yang terlihat masih minim, terutama ketika lembaga pemerintah dan perusahaan teknologi besar mulai mengimplementasikan sistem tahan kuantum.
Kesenjangan antara kebutuhan modal institusional dan langkah teknis developer menciptakan kebutuhan akan rencana jangka panjang yang lebih jelas. Transisi ke sistem tahan kuantum dinilai penting agar bitcoin tetap aman dalam menghadapi kemajuan teknologi komputasi kuantum.
Pemahaman yang tepat tentang risiko kuantum terhadap bitcoin adalah kunci agar reaksi pasar dan pengembang dapat diselaraskan dengan fakta teknis yang ada sekarang. Ancaman komputasi kuantum memang nyata, namun bukan hal yang harus menimbulkan kepanikan segera. Sistem keamanan dan inovasi bertahap akan menjadi solusi strategis untuk menghadapi era teknologi kuantum di masa depan.







