Apakah Tekanan Jual Bitcoin Mulai Mereda? Tanda-Tanda Stabilitas dari Akumulasi Whale dan Data On-Chain

Tekanan jual pada Bitcoin yang sempat menekan harga hingga mencapai titik terendah sejak masa Presiden Donald Trump diperkirakan mulai mereda. Para analis menunjukkan bahwa permintaan dari pembeli besar dan keseimbangan antara pembelian agresif dengan penjualan mulai menunjukkan tanda-tanda bahwa tekanan penurunan harga mulai kehilangan tenaga.

Tim Sun, peneliti senior di HashKey Group, menyatakan bahwa kecepatan penurunan harga Bitcoin memang mulai melambat berdasarkan data pergerakan harga dan distribusi on-chain. Namun, menurutnya, sinyal kuat akan pembalikan tren belum terlihat jelas dan pasar masih menghadapi tantangan likuiditas yang ketat serta ketidakpastian kebijakan.

Bitcoin turun lebih dari 44% dari puncak tertinggi sepanjang masa pada harga $126,080 dan kini diperdagangkan sekitar $69,600 menurut data CoinGecko. Penurunan yang berkepanjangan ini memicu anggapan bahwa pasar kripto saat ini memasuki wilayah bearish. Meski demikian, data on-chain tertentu mulai memperlihatkan indikasi positif di tengah kondisi makroekonomi yang berat.

Salah satu indikator yaitu Spot Cumulative Volume Delta (CVD) menunjukkan nilai negatif mendalam sebesar sekitar minus $327 juta. Menurut Glassnode, level tersebut biasanya menandakan kelelahan para penjual ketimbang dimulainya gelombang distribusi baru. CVD mengukur perbedaan bersih antara pembeli dan penjual agresif di pasar spot, menandakan apakah permintaan didorong oleh kenaikan penawaran atau penjual yang aktif menekan harga.

Peran Whales dalam Memperkuat Stabilitas Harga

Whales atau pembeli besar terus melakukan akumulasi saat harga jatuh. Pada awal Februari, alamat-akumulasi yang tidak melakukan transaksi keluar—kecuali untuk penambang dan bursa—membeli sekitar 54,458 BTC saat penurunan harga terjadi, menurut data CryptoQuant. Akumulasi ini dianggap kerap mendahului stabilisasi pasar karena membantu menyerap tekanan jual pasif.

Tim Sun mengungkapkan bahwa akumulasi whales lebih berfungsi menstabilkan rentang harga dan mengimbangi tekanan jual, bukan langsung memicu pembalikan tren secara instan. Kini, hanya sekitar 55% dari total pasokan Bitcoin yang berada dalam posisi untung, sedangkan sebagian besar koin masih berada di bawah harga akuisisi menurut Glassnode.

Kondisi ini biasanya menunjukkan fase pengumpulan (accumulation phase) di mana pemegang koin yang mengalami kerugian enggan menjual, sehingga mengurangi tekanan jual secara keseluruhan dan mendukung stabilisasi harga secara perlahan.

Faktor Kunci untuk Pemulihan Bitcoin ke Depan

Beberapa analis mengingatkan agar optimisme tetap diimbangi dengan kewaspadaan. Perubahan dinamika pasar menyebabkan pengaruh dari kelompok pembeli besar tradisional menjadi tidak sebesar sebelumnya. Saat ini, kepemilikan Bitcoin didominasi oleh institusi, sehingga keputusan pembelian mereka akan sangat menentukan arah pasar selanjutnya.

Jeff Mei, COO BTSE, menilai bahwa kelanjutan kenaikan harga sangat bergantung pada kembalinya permintaan yang berkelanjutan dari pembeli institusional. Ia menambahkan bahwa pembalikan penurunan harga sudah mulai terjadi, tetapi pemulihan lebih lanjut akan tergantung pada meredanya ketegangan finansial baik di luar negeri maupun di Amerika Serikat.

Faktor-Faktor Pendukung Stabilitas dan Prospek Pasar

  1. Penurunan kecepatan jual agresif dan tanda kelelahan seller.
  2. Meningkatnya akumulasi dari dompet besar tanpa transaksi keluar.
  3. Mayoritas pasokan Bitcoin di posisi rugi sehingga mengurangi insentif jual.
  4. Regulasi yang mulai jelas tetapi masih menjadi faktor risiko.
  5. Keterbatasan likuiditas dan aliran dana ETF serta institusional yang masih rendah.

Dengan berbagai bukti dari data on-chain dan aktivitas akumulasi besar, pasar menunjukkan potensi mulai keluar dari tekanan jual yang berat. Meski belum ada jaminan pembalikan tren pasti, sejumlah indikator fundamental memperlihatkan bahwa tekanan jual Bitcoin sedang kehilangan momentum dan mungkin membuka jalan bagi fase stabilisasi harga dalam beberapa waktu mendatang.

Berita Terkait

Back to top button