Robinhood Jatuh ke Wilayah Oversold Usai Krisis Crypto, Apakah Ini Waktu Tepat Beli?

Robinhood (HOOD) mengalami penurunan saham lebih dari 10% setelah melaporkan pendapatan kuartal keempat yang gagal memenuhi ekspektasi. Penurunan ini membuat indeks kekuatan relatif (RSI) selama 14 hari masuk ke wilayah oversold yang ekstrem, sebuah sinyal teknikal yang sering menjadi indikasi potensi penguatan harga saham dalam waktu dekat.

Sejak puncak tertingginya pada Oktober lalu, harga saham Robinhood terjun sekitar 50%. Penurunan ini sebagian besar dipicu oleh dampak negatif dari volatilitas pasar cryptocurrency yang memengaruhi pendapatan perusahaan. Namun, beberapa analis meyakini kondisi tersebut bersifat sementara.

Pandangan Analis Terhadap Robinhood

Gautam Chhugani, seorang analis senior dari Bernstein, berpendapat tidak ada alasan untuk bersikap negatif terhadap saham Robinhood. Menurutnya, kelemahan kuartal keempat lebih disebabkan oleh "kegelisahan sementara terkait kripto." Ia merekomendasikan agar investor jangka panjang tetap mempertahankan saham ini.

Chhugani juga optimis bahwa langkah Robinhood dalam memasuki pasar prediksi akan memberikan kejutan besar pada tahun depan. Estimasi industri menunjukkan segmen baru ini berpotensi tumbuh menjadi bisnis bernilai miliaran dolar bagi Robinhood.

Potensi Pertumbuhan dan Diversifikasi Pendapatan

Robinhood tengah berusaha mendiversifikasi sumber pendapatannya di luar cryptocurrency. Analis Bernstein memperkirakan harga saham Robinhood dapat lebih dari dua kali lipat menjadi $160 dari level saat ini berkat diversifikasi tersebut.

Perusahaan juga memperlihatkan sinyal pemulihan setelah melewati masa penurunan aset baru bersih (net new assets/NNAs). Produk terbaru, termasuk opsi indeks dan Robinhood Cortex, menargetkan kalangan trader yang lebih berpengalaman.

Faktor Penguatan Saham Robinhood

Manajemen Robinhood berkomitmen untuk meningkatkan pengguna kartu Gold Card berimbal hasil tinggi menjadi lebih dari satu juta pada akhir tahun. Upaya ini diyakini bakal membuka potensi kenaikan besar pada saham fintech tersebut.

Selain itu, penurunan berkelanjutan selama empat bulan terakhir telah menurunkan valuasi Robinhood menjadi 34 kali proyeksi laba mendatang. Hal ini menjadikan saham tersebut relatif lebih murah dibandingkan dengan pesaingnya, SoFi Technologies (SOFI).

Rekomendasi dari Pasar dan Potensi Imbal Hasil

Bernstein bukan satu-satunya lembaga Wall Street yang merekomendasikan pembelian saham Robinhood setelah penurunan pendapatan. Konsensus peringkat dari Barchart menunjukkan status "Moderate Buy" dengan target harga rata-rata sekitar $147.

Target ini memberikan potensi kenaikan lebih dari 87% dari level harga saat ini. Bagi investor yang mempertimbangkan peluang "buy the dip," data teknikal dan fundamental ini layak diperhatikan sebagai indikator peluang investasi jangka panjang yang menarik.

Exit mobile version