Sebuah video viral baru-baru ini menampilkan sebuah PlayStation 5 yang terhubung dengan televisi boombox dari era 1980-an. Konten ini berhasil menarik perhatian lebih dari 1,4 juta penonton di platform X. Video tersebut tidak hanya memperlihatkan eksperimen unik, tetapi juga menggambarkan bagaimana teknologi lama dan baru dapat disatukan dengan cara kreatif.
Dalam video singkat ini, seorang gamer menghubungkan PS5 keluaran tahun 2020 ke televisi boombox jadul menggunakan rangkaian adaptor. Kabel HDMI dari PS5 pertama-tama disambungkan ke konverter HDMI ke RCA. Selanjutnya, kabel RCA yang memiliki tiga konektor warna merah, putih, dan kuning diubah melalui konverter RCA ke RF. Output RF ini lalu diteruskan ke transformer twin-lead yang akhirnya menghubungkan sinyal ke televisi boombox tersebut. Proses ini melibatkan empat kali konversi sinyal, dari teknologi digital modern ke analog lama.
Ketika televisi dinyalakan, layar menampilkan gangguan statis khas televisi analog sebelum PS5 berhasil booting dan menampilkan tampilan game. Meskipun resolusi dan kualitas gambar jauh dari sempurna—terlihat gelap, buram, dan hampir tidak bisa dikenali—video ini menunjukkan bahwa teknologi dari era yang berbeda masih dapat saling terhubung dan berfungsi. “PS5 disambungkan ke televisi boombox tahun 1980-an dan ternyata berfungsi,” demikian caption pada video tersebut.
Respon pengguna internet terhadap video ini terbagi dua. Sebagian besar menganggap eksperimen ini tidak istimewa secara teknis karena pada dasarnya sinyal video dapat dikonversi dan diterima oleh perangkat apapun yang kompatibel. Seorang pengguna berkomentar, “Sinyal itu sinyal, selama bisa dikonversi, perangkat akan terus menerima.” Namun, ada pula yang mempertanyakan tujuan dari usaha ini karena kualitas gambar sangat buruk dibandingkan dengan standar PS5 di layar modern.
Di sisi lain, beberapa orang mengapresiasi video ini sebagai wujud kreativitas dan “sihir teknologi retro.” Seorang pengguna menulis, “Ini adalah kehebatan teknologi retro—PS5 modern berjalan di televisi boombox tahun 1980-an. Ini menunjukkan bagaimana adaptor HDMI dan kreativitas dapat menjembatani era elektronik yang sangat berbeda dan mengubah perangkat lama menjadi pengalaman bermain yang bernostalgia.”
Di balik eksperimen tersebut, kabel RCA yang digunakan memiliki sejarah panjang dalam teknologi audio dan video. RCA (Radio Corporation of America) awalnya dipakai untuk mentransmisikan sinyal audio serta video dengan tiga konektor warna: merah dan putih untuk audio stereo, dan kuning untuk video. Pada masa sebelum HDMI, kabel ini merupakan standar utama untuk menghubungkan perangkat seperti DVD player, VCR, atau konsol game generasi sebelumnya.
Fenomena video viral ini menggambarkan ketertarikan budaya sekaligus kegembiraan pada penggabungan teknologi lama dengan alat-alat modern. Penggunaan adaptor sederhana dan kabel lawas yang terus bekerja mengungkapkan daya tahan teknologi analog dan cara fisika sinyal tak berubah meski perangkat semakin kompleks. Bagi para skeptis, ini hanya soal kompatibilitas sinyal yang dapat dikonversi. Namun, yang memuji melihat ini sebagai simbol adaptasi dan kemampuan perangkat elektronik melewati zaman.
Video ini bukan sekadar hiburan; ia mengingatkan bahwa teknologi warisan tak otomatis usang saat standar baru muncul. Dengan alat yang tepat dan rasa ingin tahu, perangkat dari era berbeda bisa saling terhubung meski berbeda puluhan tahun. Momen ini membuka pemikiran tentang bagaimana inovasi dan nostalgia dapat berjalan berdampingan, memanfaatkan perkembangan teknis tanpa melupakan akar sejarah elektronik konsumen.
Berikut ringkasan proses yang memungkinkan PS5 terhubung ke televisi boombox 1980-an:
1. Kabel HDMI dari PS5 dikonversi ke output RCA.
2. Kabel RCA diubah menjadi sinyal RF.
3. Sinyal RF masuk ke transformer twin-lead.
4. Transformer menghubungkan sinyal ke televisi boombox.
Momen ini juga menegaskan bahwa walaupun kualitas gambar menurun drastis, nilai dari eksperimen ini terletak pada keberhasilan dan kreativitas pemanfaatan perangkat lama untuk berinteraksi dengan teknologi generasi terbaru. Hal ini menjadi contoh nyata bahwa batasan teknologi dapat terus dipersempit melalui inovasi sederhana tetapi cerdas.





