Fallout Awalnya Proyek B-Tier, Gagal Dapat 2 Lisensi Besar Namun Berakhir Legendaris

Franchise Fallout yang kini dianggap legendaris ternyata memulai perjalanan sebagai proyek sampingan kelas B oleh pengembang aslinya, Interplay Entertainment. Saat Fallout pertama kali dikembangkan, tim pembuatnya dikucilkan dan tidak dianggap sebagai proyek utama perusahaan. Fakta ini terungkap dalam wawancara Game Informer bersama Brian Fargo, salah satu pendiri Interplay, serta Tim Cain dan Leonard Boyarsky, yang merupakan kreator Fallout.

Interplay pada masa itu memiliki lisensi utama dari Dungeons & Dragons (D&D) yang dianggap sebagai proyek prioritas dan sumber pendapatan utama. Sementara itu, tim Fallout dianggap “berada di sudut” dan hanya diberi keleluasaan untuk mengerjakan game mereka tanpa gangguan. Boyarsky menjelaskan bahwa manajemen Interplay melihat Fallout hanya sebagai “produk tier B” sementara D&D menjadi proyek “tier A” yang lebih penting.

Dua Lisensi Besar yang Hilang dari Fallout

Awalnya, Fallout direncanakan menjadi sekuel dari RPG Wasteland yang dikembangkan oleh Interplay pada 1988 dan diterbitkan oleh Electronic Arts (EA). Namun rencana ini gagal setelah EA menolak memberikan lisensi untuk sekuel tersebut. Fargo sendiri mengakui bahwa hal ini memaksa mereka untuk mengubah arah pengembangan Fallout.

Tidak hanya itu, Interplay juga hendak menggunakan sistem role-playing GURPS (Generic Universal Role-Playing System) dari Steve Jackson. Namun, Steve Jackson menolak memberikan lisensi setelah mengamati konten dan nada permainan Fallout, yang dianggap terlalu keras dan tidak sesuai dengan filosofi sistem GURPS. Penolakan ini membuat tim Fallout harus menciptakan sistem baru yang kemudian dikenal dengan nama SPECIAL, yang akhirnya sangat cocok dengan konsep dunia Fallout.

Dampak dari Perubahan dan Tantangan Awal

Dengan ditolaknya dua lisensi besar tersebut, tim Fallout justru mendapatkan kebebasan kreatif yang lebih besar dalam mengembangkan konsep dan mekanika permainan. Para kreator merasa bahwa keterbatasan ini justru mendatangkan hal-hal positif yang kini menjadi ciri khas Fallout. Boyarsky menegaskan bahwa setiap kesalahan atau kegagalan telah menghasilkan sesuatu yang unik dan menarik.

Cain menambahkan bahwa meskipun Fallout dianggap sebagai proyek kelas B dan diabaikan selama bertahun-tahun, hal ini justru memberi mereka ruang untuk mengembangkan permainan tanpa tekanan bisnis besar. "Banyak hal negatif malah jadi positif," kata Cain, mengacu pada proses pengembangan dan adaptasi yang menghasilkan fitur dan gameplay inovatif dalam Fallout.

Perjalanan Fallout dari Proyek Sampingan ke Waralaba Ikonik

Setelah beberapa waktu, pihak Interplay menyadari potensi besar proyek ini. Mereka mulai mengalokasikan sumber daya dan tim lebih banyak untuk mendukung penyelesaian Fallout hingga dirilis. Meski awalnya hanya dianggap proyek kecil, Fallout berhasil menjadi RPG yang terkenal dengan dunia pasca-apokaliptik yang luas, atmosfer kuat, serta gameplay yang mendalam.

Kini, setelah diakuisisi oleh Xbox dan Bethesda, Fallout telah berkembang menjadi waralaba besar dengan banyak game laris dan bahkan tayangan TV blockbuster. Kesuksesan ini berakar dari proyek yang dulu dianggap kurang penting dan diperlakukan sebelah mata.

Ringkasan Fakta Penting

  1. Fallout merupakan proyek sampingan “tier B” di Interplay berlatar waktu pengembangan awal.
  2. Lisensi sekuel Wasteland dari EA ditolak sehingga proyek harus beralih arah.
  3. Sistem GURPS dari Steve Jackson tidak digunakan karena lisensi ditolak; akhirnya dibuat sistem SPECIAL.
  4. Awal pengembangan Fallout diabaikan oleh manajemen yang lebih fokus pada proyek D&D.
  5. Keterbatasan dan kegagalan lisensi ternyata berkontribusi positif pada pengembangan Fallout.
  6. Fallout akhirnya mendapatkan dukungan penuh dan menjadi game RPG ikonik.

Fallout menunjukkan bagaimana proyek yang semula dianggap kecil dan terpinggirkan mampu tumbuh menjadi fenomena budaya populer berkat kreativitas dan ketekunan para pembuatnya. Proses mengalami penolakan lisensi dan keterbatasan sumber daya justru membentuk identitas unik yang melekat pada franchise ini hingga kini.

Berita Terkait

Back to top button