Harga HP Diprediksi Terus Naik, Bukan Karena Gaya Baru Tapi Biaya Memori yang Meledak

Harga ponsel tampaknya belum akan mereda. Carl Pei, cofounder Nothing, mengatakan biaya memori kini sudah menjadi beban besar dalam produksi smartphone, bahkan bisa menyumbang lebih dari 50% dari tagihan perangkat keras.

Pernyataan itu datang di tengah lonjakan biaya komponen yang terus menekan pasar perangkat konsumen. Pei menyebut harga memori naik dua kali lipat sejak Nothing memutuskan membuat Nothing Phone (4a) sampai ponsel itu diluncurkan, lalu kembali berlipat ganda sejak peluncuran pada Maret.

Tekanan biaya yang makin terasa

Pei menilai harga ponsel akan terus naik hingga tahun depan. Ia juga mengatakan sejak Februari, ponsel baru sudah meluncur dengan harga sampai $100 lebih mahal dibanding pendahulunya.

Di India, dampaknya juga terlihat jelas. Menurut Pei, ponsel di atas ₹30K mengalami kenaikan harga sebesar ₹7,000 atau lebih.

Bagi konsumen yang masih menunggu waktu terbaik untuk upgrade, saran Pei cukup lugas. Ia menilai membeli sekarang lebih masuk akal daripada menunda, karena harga diperkirakan tidak akan turun dalam waktu dekat.

Pei juga tidak berharap musim diskon tahun ini memberi potongan besar seperti tahun-tahun sebelumnya. Alasannya tetap sama, yakni biaya memori yang lebih tinggi membuat ruang untuk promosi semakin sempit.

Bukan hanya masalah di ponsel

Kenaikan harga seperti ini bukan hanya cerita dari satu produsen atau satu kategori produk. Dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah perangkat elektronik konsumen memang mengalami kenaikan harga yang terasa nyata.

PlayStation 5, misalnya, mendapat kenaikan harga menyeluruh sebesar $100 sampai $150 pada April, tergantung modelnya. PS5 Pro kini dibanderol $900, naik dari harga peluncuran $700.

Pola serupa juga terlihat pada Xbox, Switch 2, dan laptop. Tekanan biaya itu bahkan disebut menjadi salah satu alasan industri PC sangat fokus pada segmen budget di Computex tahun ini.

Kondisi tersebut membuat ponsel tidak kebal terhadap tren yang sama. Dengan biaya memori yang terus membengkak, pasar smartphone berisiko ikut masuk fase harga baru yang lebih mahal dari sebelumnya.

Dampak ke lini ponsel berikutnya

Apple juga disebut bisa ikut menyesuaikan harga pada jajaran iPhone 18 yang akan datang pada musim gugur. Meski belum ada rincian resmi soal arah perubahan itu, pasar sudah menunjukkan bahwa perangkat premium kini semakin sulit mempertahankan harga lama.

Bagi produsen, lonjakan biaya memori berarti margin makin tertekan. Bagi pembeli, itu berarti setiap penundaan upgrade bisa berujung pada tagihan yang lebih tinggi saat model baru akhirnya tiba.

Terkait