Gelar Bravo 500 Summit 2026 menjadi panggung bagi XLSMART untuk menegaskan langkahnya mengejar pasar bisnis. Di forum itu, perusahaan menyoroti kebutuhan industri Indonesia terhadap teknologi yang tidak hanya melayani konsumen, tetapi juga membantu perusahaan bekerja lebih cepat, cerdas, dan tahan gangguan.
Rajeev Sethi, President Director & CEO XLSMART, mengatakan Indonesia membutuhkan teknologi yang mumpuni untuk beragam sektor. Ia menyebut kebutuhan itu meluas ke rumah sakit, institusi pendidikan, manufaktur, dan sekolah, selain konektivitas yang selama ini lebih identik dengan layanan konsumer.
Dorongan ke solusi bisnis
Menurut Rajeev, perusahaan kini membutuhkan dukungan teknologi yang bisa memperkuat operasional. Ia menyebut kebutuhan itu mencakup AI, cloud, cybersecurity, dan IoT yang terus berkembang di berbagai sektor.
Karena itu, XLSMART membangun XLSMART Smart for Business sebagai mitra transformasi digital. Rajeev menegaskan pendekatan itu dirancang untuk memahami tantangan pelanggan dan membangun solusi bersama.
Di acara Bravo 500 Summit 2026 di Jakarta, Kamis (11/6/2026), XLSMART juga menegaskan bahwa forum semacam ini penting bagi para pemimpin industri. Perubahan teknologi yang cepat membuat perusahaan, regulator, dan tokoh bisnis perlu berada dalam satu ruang diskusi yang sama.
Tujuh pilar digital jadi sorotan
Director & Chief Enterprise Strategic Relationship Officer XLSMART, Andrijanto Muljono, memaparkan tujuh digital pillar yang menjadi dasar kebutuhan transformasi digital. Ketujuh pilar itu adalah data, device, network, aplikasi, security, digital infra, dan AI.
Ia menjelaskan bahwa AI sendiri sudah berkembang sangat pesat. Teknologi itu kini bergerak dari generatif ke agentic dan masih akan terus berkembang lagi.
Andrijanto menilai ketujuh pilar itu bukan lagi pilihan bagi korporasi maupun individu. Namun, ia mengingatkan bahwa tidak semua pihak memiliki pemahaman lengkap untuk mengintegrasikan seluruh elemen tersebut.
“Isunya adalah ketujuh hal ini sudah merupakan keniscayaan bagi korporasi dan individu pakai. Tapi pertanyaannya, siapa yang sebenarnya memiliki pengetahuan yang lengkap tentang tujuh pilar ini? Bahkan rata-rata CEO mungkin hanya mengerti sampai dengan 20%,” ujarnya.
Ia menambahkan, dibutuhkan talenta yang menguasai platform sekaligus kebijakan agar integrasi berjalan baik. Menurut dia, kebutuhan itu membuat forum yang mempertemukan pelaku industri, CEO, C-level, hingga regulator menjadi sangat relevan.
ESTA Ecosystem sebagai platform terintegrasi
Dalam kesempatan yang sama, XLSMART for Business memperkenalkan ESTA Ecosystem sebagai platform terintegrasi untuk mempercepat transformasi digital. Platform ini dirancang untuk membantu perusahaan menciptakan nilai bisnis yang terukur.
ESTA Ecosystem hadir dengan sejumlah solusi utama, yaitu ESTA Prime, ESTA eco, ESTA connect 5G, ESTA vision, dan ESTA agent. Kehadiran rangkaian solusi itu memperlihatkan arah XLSMART dalam membangun penawaran yang lebih luas untuk kebutuhan korporasi.
Langkah tersebut menempatkan XLSMART di jalur yang lebih agresif untuk pasar B2B. Dengan menautkan AI, jaringan, keamanan, dan infrastruktur digital dalam satu ekosistem, perusahaan berupaya menjawab kebutuhan bisnis yang kini bergerak lebih kompleks dan menuntut orkestrasi teknologi yang lebih rapi.
Source: www.cnbcindonesia.com





