Aksi pembelian saham oleh jajaran direksi Bank Jatim muncul sebagai sinyal kuat bahwa manajemen menaruh keyakinan pada arah transformasi perseroan. Di tengah upaya memperkuat bisnis dan daya saing, langkah itu juga dibaca sebagai pesan bahwa internal perusahaan melihat prospek jangka panjang Bank Jatim tetap solid.
Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo menjadi salah satu yang menambah kepemilikan, dengan pembelian 500 ribu lembar saham perseroan. Winardi menyebut aksi tersebut mencerminkan optimisme manajemen terhadap pertumbuhan bisnis Bank Jatim ke depan.
Sinyal untuk investor
Winardi menilai pembelian saham oleh jajaran direksi tidak hanya menunjukkan keyakinan terhadap pertumbuhan, tetapi juga memberi sinyal positif bagi investor. Ia menekankan bahwa langkah itu mencerminkan kepercayaan manajemen pada kinerja perusahaan, kualitas tata kelola, serta potensi kenaikan nilai perusahaan dalam jangka panjang.
Bank Jatim sendiri berada dalam fase transformasi yang terus didorong melalui penguatan fundamental bisnis. Perseroan juga menempatkan peningkatan layanan kepada nasabah sebagai bagian penting dari strategi pertumbuhan.
Kepemilikan direksi bertambah
Selain Winardi, Wakil Direktur Utama Bank Jatim R. Arief Wicaksono ikut menambah kepemilikan sebanyak 860 ribu lembar saham. Setelah transaksi itu, total saham yang ia miliki menjadi 2.718.600 lembar.
Direktur Menengah, Korporasi, dan Kelembagaan Arif Suhirman juga menambah kepemilikan sebanyak 1.687.500 lembar saham. Pembelian dilakukan lewat dua transaksi, yakni 847.500 saham pada harga Rp590 per lembar dan 840 ribu saham pada harga Rp585 per lembar, sehingga total kepemilikannya menjadi 5.335.000 lembar.
Direktur Kepatuhan Umi Rodiyah turut membeli 1.032.000 lembar saham pada harga Rp580 per saham. Dengan transaksi itu, total kepemilikannya naik menjadi 2.170.300 lembar.
Pembelian di tengah transformasi bisnis
Direktur TI, Digital, dan Operasi Wiweko Probojakti juga tercatat membeli 110 ribu saham pada harga Rp580 per lembar. Pada saat yang sama, Direktur Ritel dan Syariah Tonny Prasetyo menambah kepemilikan melalui pembelian 103 ribu lembar saham pada harga yang sama.
Bank Jatim menyebut komitmen penguatan bisnis ini sebagai bagian dari upaya menjaga pertumbuhan yang sehat. Perseroan juga terus menegaskan peran sebagai bank pembangunan daerah yang adaptif terhadap perubahan kebutuhan nasabah dan perkembangan industri keuangan.
Dalam beberapa tahun terakhir, Bank Jatim mendorong penguatan layanan, pengembangan kapabilitas digital, dan peningkatan kualitas tata kelola. Rangkaian langkah itu diarahkan untuk mendukung pertumbuhan berkelanjutan sekaligus memperkuat daya saing di industri perbankan.
Source: www.cnnindonesia.com






