Crypto Selloff Terbaru Dipicu Risiko TradFi, Bukan Krisis dalam Dunia Aset Kripto

Pergerakan tajam penjualan aset kripto pekan lalu lebih dipengaruhi oleh dinamika finansial tradisional daripada masalah internal di pasar kripto. Para ahli di konferensi Consensus Hong Kong 2026 menegaskan bahwa kejadian tersebut merupakan dampak dari pelepasan risiko yang tersebar dari sektor keuangan tradisional (TradFi) ke aset digital.

Fabio Frontini, pendiri Abraxas Capital Management, menjelaskan bahwa setelah pertengahan Oktober, banyak pelaku pasar sudah mulai mengurangi eksposur risiko mereka. Ia menegaskan, “Ini adalah efek limpahan dari pasar TradFi yang kini sangat terhubung dengan pasar kripto.”

Pengaruh Yen Carry Trade dalam Penjualan Aset Kripto

Salah satu pemicu utama penurunan harga aset kripto adalah pembubaran yen carry trade. Thomas Restout, CEO B2C2, menjelaskan mekanisme carry trade sebagai strategi di mana investor meminjam mata uang dengan bunga rendah, seperti yen Jepang, dan menginvestasikan dana tersebut ke aset berisiko dengan imbal hasil lebih tinggi, termasuk bitcoin, ether, emas, dan perak.

Ketika nilai tukar yen menguat, investor harus membeli kembali yen untuk melunasi pinjaman, yang menyebabkan unwind atau pembalikan posisi investasi. Kenaikan suku bunga di Jepang membuat biaya pinjaman lebih mahal dan meningkatkan volatilitas pasar. Contohnya, margin requirement di pasar logam naik dari 11% menjadi 16%, memaksa beberapa pelaku pasar melepaskan posisi dan memperparah tekanan jual secara luas.

Dampak Meluas pada Berbagai Kelas Aset

Tekanan penjualan tidak hanya terjadi di aset kripto, melainkan juga di berbagai aset berisiko lainnya. Investor melakukan penyesuaian portofolio akibat naiknya biaya pinjaman dan permintaan margin yang lebih ketat. Hal ini menunjukkan bahwa penyebab krisis bukan berasal dari kegagalan dalam ekosistem kripto, melainkan dari kondisi makroekonomi global dan keputusan pembiayaan tradisional.

Rotasi, Bukan Pelarian Besar-Besaran Investor Institusi

Volume transaksi pada sejumlah produk investasi berbasis kripto, terutama ETF bitcoin, juga meningkat saat pasar turun. Namun, Thomas Restout menyoroti bahwa total aset yang dikelola oleh ETF bitcoin masih besar, sekitar $100 miliar, meski turun sekitar $12 miliar sejak Oktober. “Ini menunjukkan bahwa dana hanya berganti tangan, bukan terjadi keluarnya dana besar-besaran dari institusi,” ujarnya.

Regulasi dan Konvergensi TradFi dengan Crypto Makin Erat

Melihat ke depan, Emma Lovett dari J.P. Morgan mengungkapkan bahwa 2025 menjadi titik balik regulasi yang memacu ekspansi teknologi blockchain publik dan penggunaan stablecoin dalam penyelesaian transaksi keuangan tradisional.

Perkembangan ini menandai integrasi lebih mendalam antara infrastruktur keuangan tradisional dan teknologi kripto. Dengan semakin terhubungnya kedua ekosistem, volatilitas pasar kripto akan semakin dipengaruhi oleh dinamika makroekonomi dan kebijakan finansial global.

Fakta Penting:

  1. Yen carry trade sebagai kunci pemicu volatilitas pasar kripto.
  2. Kenaikan margin requirement memperkuat tekanan jual di berbagai aset berisiko.
  3. ETF bitcoin masih memegang aset sekitar $100 miliar meski terjadi penurunan signifikan.
  4. Regulasi AS membuka jalan bagi penggunaan stablecoin dan blockchain publik dalam tradfi.

Penjualan besar-besaran pada pasar kripto yang terjadi bukan merupakan krisis dalam dunia kripto itu sendiri. Sebaliknya, fenomena ini adalah refleksi dari kondisi keuangan global dan faktor eksternal yang memengaruhi pasar digital. Interkonektivitas antara aset tradisional dan kripto membuat keduanya bergerak selaras menghadapi perubahan pasar keuangan dunia.

Exit mobile version