Coinbase Tertekan di Tengah Turunnya Harga Bitcoin dan Penurunan Target Analis 2026

Coinbase menghadapi tekanan baru di tengah kondisi pasar cryptocurrency yang terus memburuk. Permasalahan teknis pada platformnya turut menambah beban bagi bursa aset digital terbesar di Amerika Serikat ini, menjelang pengumuman hasil keuangan kuartal keempat.

Penurunan harga Bitcoin makin dalam, dengan Standard Chartered memangkas target harga Bitcoin tahun 2026 dari sebelumnya $150.000 menjadi $100.000. Bahkan, bank ini memperingatkan harga Bitcoin bisa turun hingga $50.000 sebelum mulai stabil. Pergerakan harga ini terjadi karena momentum pasar melemah dan kondisi makroekonomi yang semakin menantang, sementara Bitcoin sempat anjlok hingga 4% ke level $65.079.

Analis dari FxPro Group, Alex Kuptsikevich, menyatakan bahwa pasar kemungkinan akan bergerak dalam kisaran harga $60.000 hingga $70.000 selama beberapa pekan ke depan. Bitcoin sudah turun lebih dari 45% sejak puncaknya di Oktober lalu yang menembus angka sekitar $126.000. Penurunan ini mengindikasikan permintaan spekulatif mulai berkurang keras. Total nilai pasar crypto juga menciut hampir $2 triliun dalam kurun waktu tersebut.

Permasalahan Teknis dan Penurunan Rating Coinbase

Selain tekanan pasar, Coinbase mengalami gangguan layanan yang mempersulit pelanggan dalam melakukan pembelian, penjualan, dan transfer aset digital. Perusahaan mengonfirmasi bahwa dana pengguna tetap aman dan masalah tersebut telah berhasil diatasi. Namun, isu ini muncul bersamaan dengan penurunan rating saham Coinbase oleh Monness, Crespi, Hardt & Co. menjadi “jual.”

Rumah broker ini menilai harapan pemulihan Coinbase terlalu optimistis mengingat bear market cryptocurrency biasanya berlangsung lama. Mereka menurunkan target harga saham Coinbase hingga 68% menjadi $120, yang merupakan salah satu harga terendah di pasar. Prediksi pendapatan dan laba perusahaan juga direvisi turun hingga tahun 2027. Penurunan harga saham Coinbase mencapai hampir 40% sepanjang tahun ini, dengan penurunan terbaru sekitar 8% ke harga $140.

Konsensus Analis dan Prospek Keuangan Coinbase

Menjelang laporan keuangan kuartal keempat, para analis memperkirakan laba per saham Coinbase hanya mencapai 86 sen, turun lebih dari 80% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Menariknya, perkiraan konsensus yang dikumpulkan oleh Coinbase sendiri bahkan menunjukkan kemungkinan kerugian sebesar 5 sen per saham.

Penurunan target harga dan revisi prediksi ini mencerminkan perubahan sentimen negatif di kalangan institusi terhadap pasar crypto. Tahun lalu, optimisme didorong oleh minat risiko yang meningkat dan momentum kenaikan harga, namun saat ini sentimen tersebut mulai pudar.

Dinamika Pasar dan Perspektif Investor

Standard Chartered mencatat bahwa meskipun pasar mengalami penurunan, platform aset digital tidak mengalami kehancuran signifikan, menandakan pasar yang mulai matang. Momentum pasar yang melemah lebih menjadi faktor utama daripada arus modal baru dalam menentukan arah harga.

Menurut JPMorgan Chase, investor ritel justru tampak mengabaikan tekanan penjualan baru-baru ini. Posisi bersih mereka pada ETF Bitcoin terbesar masih relatif stabil sejak pertengahan Januari. Hal ini menunjukkan bahwa penurunan ini lebih merupakan pelepasan leverage berlebih daripada hilangnya keyakinan investor.

Seorang CEO dari perusahaan teknologi blockchain, Daniel Reis-Faria, mengungkapkan bahwa proses deleveraging adalah hal yang sehat dalam konsolidasi siklus akhir pasar. Fase ini penting untuk membersihkan risiko yang berlebihan sebelum pergerakan struktural berikutnya terjadi di pasar cryptocurrency.

Bersamaan dengan ketidakpastian harga Bitcoin dan tekanan terhadap Coinbase, pasar aset digital sedang mengalami fase konsolidasi yang dinamis. Pergerakan berikutnya akan ditentukan oleh faktor fundamental makroekonomi dan respons investor terhadap volatilitas yang terus berlanjut.

Berita Terkait

Back to top button