Kelangkaan chip memori global telah membawa dampak serius bagi industri ponsel pintar, terutama bagi produsen yang memproduksi HP kelas bawah. Harga komponen utama seperti DRAM dan NAND melonjak drastis, sehingga mendorong harga jual HP murah naik tajam. Lonjakan harga ini mengancam segmen ponsel murah yang selama ini menjadi pilihan utama konsumen di Asia-Pasifik.
Permasalahan ini berakar dari pergeseran prioritas produsen chip yang kini lebih memfokuskan pada produksi chip berperforma tinggi untuk kebutuhan kecerdasan buatan (AI). Produsen besar seperti Samsung, SK Hynix, dan Micron mengalihkan kapasitas produksi untuk memenuhi permintaan dari sektor AI, sehingga suplai untuk chip konvensional menipis. Kondisi ini menimbulkan krisis pasokan komponen yang parah untuk HP low-end yang bergantung pada harga bahan baku terjangkau.
Lonjakan Harga Chip Memori dan Dampaknya
Berdasarkan data TrendForce, harga kontrak DRAM konvensional diperkirakan naik antara 90-95% pada kuartal pertama tahun depan. Sedangkan harga flash NAND naik sekitar 55-60%. Peningkatan ini jauh lebih besar dibanding proyeksi sebelumnya yang hanya berkisar 33-60%. Lonjakan tajam ini menegaskan eskalasi kelangkaan chip yang semakin cepat.
Kelangkaan chip memori berdampak signifikan pada biaya produksi HP. Menurut riset Counterpoint, biaya komponen HP low-end yang dijual di bawah US$200 meningkat sekitar 25% sejak awal tahun. Segmen menengah dan atas juga mengalami kenaikan biaya masing-masing sebesar 15% dan 10%. Jika tren kenaikan harga chip berlanjut hingga kuartal berikutnya dengan potensi naik hingga 40%, maka kenaikan biaya produksi HP bisa bertambah sampai 15%.
Pasar Asia-Pasifik Paling Terpukul
Wilayah Asia-Pasifik menjadi yang paling terdampak karena dominasi HP murah yang margin keuntungannya sangat tipis. Firma riset Counterpoint bahkan merevisi proyeksi pengapalan HP global tahun depan dengan penurunan sebesar 2,1%. Produsen HP China seperti Honor, Oppo, dan vivo mendapat revisi terburuk dengan pertumbuhan pasar negatif antara 1% hingga 4%.
Kenaikan harga HP murah akan menimbulkan dilema bagi konsumen di kawasan ini. Untuk pasar seperti Asia Tenggara dan India, perangkat dengan harga di bawah US$200 biasa mendorong volume penjualan. Namun, harga yang mulai naik tajam akan mengubah dinamika keterjangkauan tersebut. Menurut analis Counterpoint, kenaikan harga HP murah yang signifikan sulit dipertahankan tanpa pengorbanan bagi produsen.
Strategi Penurunan Spesifikasi Produk
Untuk menjaga margin keuntungan di tengah biaya chip yang melejit, beberapa produsen HP mengambil langkah menurunkan spesifikasi produk. Komponen seperti modul kamera, layar, dan audio menjadi area yang paling banyak mengalami penyesuaian. Ada pula yang kembali menggunakan konfigurasi DRAM 4GB seperti di tahun 2020, padahal saat ini tren spesifikasi minimum sudah lebih tinggi.
Analis Counterpoint, Shenghao Bai, menjelaskan bahwa penurunan kualitas komponen ini adalah salah satu cara untuk menekan biaya produksi ketika chip memori langka dan mahal. Namun, strategi ini berpotensi menurunkan daya tarik produk baru sehingga konsumen lebih memilih membeli HP bekas atau refurbished. Data pasar menunjukkan tren peningkatan pasar smartphone bekas di Asia-Pasifik, dengan nilai pasar India mencapai US$10 miliar dan pertumbuhan pasar refurbished Asia Tenggara sekitar 5% YoY.
Dinamika Persaingan Pasar dan Peluang Bertahan
Ketatnya krisis chip memori menyebabkan konsolidasi pasar tak terelakkan. Perusahaan dengan skala besar dan integrasi vertikal tinggi seperti Apple dan Samsung dianggap lebih mampu menjaga stabilitas produksi. Kedua raksasa ini juga cenderung fokus pada segmen high-end, di mana margin keuntungan lebih tinggi dan risiko kenaikan harga chip dapat disalurkan ke konsumen.
Sementara itu, produsen HP China dengan fokus pada segmen nilai harus menghadapi pilihan sulit antara mempertahankan pangsa pasar atau menjaga profitabilitas. Analis Yang Wang dari Counterpoint menilai, produsen kecil akan kehilangan ruang gerak untuk bertahan jika tidak mampu mengatasi kenaikan biaya. OEM China kemungkinan akan mulai mengurangi variasi produk low-end yang menawarkan target pasar besar tapi margin tipis.
Proyeksi Kelangkaan dan Dampak Jangka Panjang
Kelangkaan chip memori diperkirakan belum akan mereda dalam waktu dekat. Perlu bertahun-tahun agar pabrik fabrikasi baru yang sedang dibangun dapat beroperasi penuh. Sementara itu, konsumen di Asia-Pasifik harus menghadapi kenyataan harga HP murah yang kian mahal atau menurunkan ekspektasi terhadap spesifikasi perangkat.
Para produsen juga mesti bersiap dengan risiko pengurangan portofolio produk dan kemungkinan hilangnya segmen pasar yang selama ini menjadi tumpuan volume penjualan. Krisis ini mengubah lanskap industri HP secara signifikan, menuntut adaptasi cepat dan strategi bisnis baru agar tetap eksis di tengah tantangan kelangkaan chip dan lonjakan biaya yang ekstrem.
Baca selengkapnya di: www.cnbcindonesia.com