Hedera (HBAR) Melonjak 10% Lewati Bitcoin, Namun Risiko Baru Muncul di Zona Kritis $0,098

Hedera Hashgraph (HBAR) berhasil menunjukkan performa jauh lebih baik dibandingkan pasar kripto secara keseluruhan. Dalam satu minggu terakhir, harga HBAR naik hampir 10%, mencapai sekitar $0,096, sementara Bitcoin dan Ethereum hanya mencatat kenaikan sekitar 2% dalam 24 jam terakhir. Lonjakan tersebut meningkatkan spekulasi adanya potensi breakout yang signifikan pada token ini.

Namun, jika dilihat dari data momentum, volume perdagangan, dan indikator derivatif, risiko yang muncul justru menunjukkan peningkatan lebih cepat dari pada keyakinan pasar. HBAR telah bergerak di dalam pola wedge menurun sejak akhir tahun lalu. Pergerakan naik terbaru terjadi setelah token ini menyentuh batas bawah pola tersebut dan mulai mendekati resistance utama di level sekitar $0,098.

Risiko Tekanan Jual dan Divergensi Bearish

Harga HBAR beberapa kali gagal menembus level $0,098 dengan kuat, menunjukkan resistensi yang sulit ditembus. Indeks Relative Strength Index (RSI) yang biasanya mengukur kekuatan belanja dan jual menunjukkan adanya divergensi bearish tersembunyi. Artinya, meskipun momentum beli tampak meningkat secara teknikal, kenyataannya kekuatan harga melemah. Kondisi ini mengindikasikan tekanan beli sudah jenuh saat harga menghadapi resistance penting tersebut.

Divergensi ini tidak otomatis menggambarkan perubahan tren harga, tetapi menjadi sinyal bahwa efisiensi kenaikan mulai menurun. Jika harga HBAR berhasil menembus dan bertahan di atas level $0,098, sinyal negatif ini dapat terbantahkan dan pola wedge akan mengarah pada potensi kenaikan lebih dari 50% dari harga saat ini.

Aliran Modal dan Aktivitas Leverage

Indikator Chaikin Money Flow (CMF) yang mengukur aliran modal besar ke dalam dan keluar aset juga menunjukkan gambaran yang hati-hati. Meskipun CMF sempat naik selama harga mengalami tren turun, indikator ini tetap berada di bawah garis nol. Hal ini menunjukkan bahwa meski tekanan jual mulai berkurang, akumulasi modal besar atau institusional belum kembali secara signifikan. Artinya, kenaikan harga masih banyak didorong trader jangka pendek ketimbang investor besar.

Selain itu, data open interest kontrak berjangka HBAR meningkat secara tajam dari sekitar $26,96 juta menjadi $29,38 juta dalam kurun waktu sangat singkat. Lonjakan sekitar 9% ini terjadi pada saat harga mendekati resistance, disertai peningkatan funding rate menjadi positif, yang menandakan posisi long (beli) mulai membengkak. Meski ada kenaikan leverage, harga mulai menunjukkan pelemahan, situasi yang biasanya mendahului koreksi harga.

Level Harga Kunci dan Potensi Pergerakan Selanjutnya

Level $0,098 menjadi titik kritis untuk menentukan arah pergerakan harga HBAR selanjutnya. Penembusan dan konsolidasi di atas level ini akan menghapus divergensi negatif serta mengurangi risiko likuidasi paksa yang bisa berakibat penurunan tajam. Dalam skenario ini, HBAR berpeluang menuju level resistensi berikutnya di $0,107 dan berpotensi mencapai target pola wedge di kisaran $0,145.

Sebaliknya, jika harga gagal mempertahankan level support utama di $0,090, kemungkinan besar akan terjadi pelemahan lebih lanjut. Penembusan di bawah $0,090 bisa memicu likuidasi posisi long sekaligus menekan harga ke support kuat berikutnya pada sekitar $0,076. Penurunan ke level ini berarti harga HBAR turun sekitar 20% dari harga saat ini dan mengindikasikan upaya breakout sudah gagal.

Secara keseluruhan, meskipun HBAR menunjukkan performa yang menjanjikan dengan kenaikan signifikan, sinyal teknikal dan data pasar mengingatkan adanya ketidakseimbangan antara risiko dan keyakinan pasar. Investor dan trader disarankan mencermati level harga kunci dan perubahan indikator momentum serta leverage untuk mengantisipasi kemungkinan retracement atau kelanjutan tren bullish.

Berita Terkait

Back to top button