Bitcoin Dinilai Bernilai Nihil oleh Kolumnis Financial Times, Klaim Altcoin Hancurkan Kelangkaannya

Author: Qoo Media

Debat mengenai nilai sebenarnya Bitcoin (BTC) kembali memanas dengan pernyataan kontroversial dari kolumnis Financial Times, Jemima Kelly. Ia mengklaim bahwa nilai intrinsik Bitcoin adalah nol, dengan alasan bahwa kelangkaan Bitcoin telah dirusak oleh keberadaan altcoin yang jumlahnya tidak terbatas.

Kelly mengungkapkan pendapatnya tersebut dalam wawancara di CNBC, menegaskan bahwa meskipun suplai Bitcoin dibatasi hanya hingga 21 juta koin, investor harus menerima kenyataan bahwa terdapat banyak kripto lain yang dapat meniru atau melebihi fungsi Bitcoin. Menurutnya, harga pasar Bitcoin didukung oleh kepentingan strategis para pemegang besar seperti Michael Saylor yang mendorong adopsi dan narasi kelangkaan aset tersebut.

Pengaruh Altcoin dan Narasi Baru

Kelly juga menyoroti bagaimana para pendukung Bitcoin sering menghadirkan narasi baru agar minat terhadap Bitcoin terus bertahan. Salah satu contoh yang dia kemukakan adalah klaim bahwa teknologi baru seperti kecerdasan buatan (AI) akan mempercepat adopsi Bitcoin. Anthony Pompliano, misalnya, menyatakan bahwa Bitcoin dan stablecoin akan menjadi alat pembayaran utama untuk agen-agen AI yang berkembang pesat.

CEO Crypto.com, Kris Marszalek, mendukung gagasan ini dengan pembelian domain ai.com senilai 70 juta dolar AS, yang digunakan untuk platform yang menggabungkan AI dan transaksi berbasis kripto dalam berbagai aktivitas finansial yang dikendalikan agen AI.

Respons dari Komunitas dan Pakar

Pemikiran Kelly menuai beragam respons. Beberapa komentar di media sosial bersifat agresif, namun ada pula kritik yang lebih konstruktif. Pete Frandano, seorang ahli real estate, menilai nilai Bitcoin ditentukan oleh kesepakatan antara pembeli dan penjual dalam pasar terbuka. Dia menyebutkan bahwa Bitcoin telah menunjukkan permintaan yang kuat sepanjang berbagai siklus pasar yang fluktuatif.

Frandano juga menambahkan bahwa keberadaan pasar Bitcoin yang aktif 24 jam sehari dan kemampuan aset ini untuk memfasilitasi transfer lintas batas secara cepat dan efisien menjadi bukti utilitasnya di luar sekadar spekulasi.

Pertumbuhan Eksposur Institusional di Pasar Kripto

Terlepas dari argumen bahwa Bitcoin tidak memiliki nilai intrinsik, partisipasi institusional dalam pasar kripto justru terus meningkat. Goldman Sachs, misalnya, mengungkapkan dalam laporan kuartalannya bahwa mereka mempertahankan eksposur terhadap aset kripto melalui produk teratur seperti exchange-traded funds (ETFs).

Secara rinci, Goldman Sachs memegang posisi di spot ETFs Bitcoin senilai sekitar 1,06 hingga 1,1 miliar dolar AS serta lebih dari 1 miliar dolar AS untuk ETF Ethereum. Selain itu, mereka juga mulai menempatkan dana pada ETFs XRP dan Solana masing-masing sekitar 150 juta dan 108 juta dolar AS.

Di sisi lain, di Rusia, Sberbank berencana meluncurkan produk pinjaman korporat yang dijamin aset kripto. Langkah ini mengikuti Sovkombank yang sebelumnya sudah menginisiasi pinjaman dengan jaminan kripto, menunjukkan adopsi yang semakin luas dari institusi keuangan terhadap aset digital.

Narasi Nilai Bitcoin Tetap Menjadi Perdebatan

Pertarungan pendapat tentang apakah Bitcoin memang memiliki nilai atau tidak masih berlangsung. Narasi “nilai nol” yang diungkapkan oleh Kelly menantang pandangan tradisional yang menganggap kelangkaan dan adopsi sebagai basis nilai Bitcoin.

Namun, fakta bahwa berbagai institusi keuangan besar masih meningkatkan eksposurnya di pasar kripto, serta fungsi-fungsi yang terus dikembangkan dalam ekosistem Bitcoin dan altcoin, menunjukkan bahwa topik ini masih jauh dari kata tuntas dan akan terus menjadi perhatian utama di pasar keuangan global.

Terbaru